Mengapa Banyak Kompasianer Ogah Hidup Di Jakarta?

20 Juni 2012 23:40:01 Dibaca :
Mengapa Banyak Kompasianer Ogah Hidup Di Jakarta?
Potret Jalanan Jakarta. Img:wordpress.com

Ketika kang Pepih menawarkan pekerjaan kepada kompasianer sebagai moderator di kompasiana, saya lihat banyak sekali kompasianer yang memenuhi syarat untuk mengisi pososi tersebut, namun kebanyakan mereka tidak mau tinggal di Jakarta. Mas Akbar Pitopang misalnya, dia mulai mengerutkan dahi. Apa kerjanya harus di Jakarta? Mbah Mupeng juga sama, walaupun dia tidak digaji dia mau asalkan tidak nongkrong di Palmerah Jakarta. Mau nongkrong dimana Mbah? Mas Aziz asal Jogja justru masih betah di kota Gudeg itu dan memutuskan diri tidak mau ke Jakarta. Monggo kerso Mas.... Dengan cekatan Mbak Wiwit mengatakan: Wah sayang saya berada di Sumutra. (Kan tinggal nyebrang laut mbak..hehe..) Mas Choiron yang cinta pulau Maduranya justru takut dipanggil...(aduhh...kayak pria panggilan saja...) Kemudian Mas Ahmad Shiddiq mau asalkan tidak ngantor di Jakarta. Ya Mas, memang paling enak itu ngantor di hutan atau di pinggir sungai...hehe..ademm ayemmm... Yang menjadi pertanyaan saya kemudian adalah, ada apa dengan Jakarta? Salam Cinta Indonesia

Arif Khunaifi

/arifkhunaifi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Manusia biasa dari bumi Indonesia...Ingin terus belajar untuk bisa bermanfaat bagi alam semesta...Salam Cinta untuk Anda semua....
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?