HIGHLIGHT

Pembangunan Kota Terpadu Mandiri di Kabupaten Banyuasin

13 Agustus 2012 01:35:55 Dibaca :
Pembangunan Kota Terpadu Mandiri di Kabupaten Banyuasin

Salah satu program Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans) adalah pembangunan Kota Terpadu Mandiri (KTM) di kawasan transmigrasi dan dilaksanakan sejak tahun 2007. Saat ini telah dibangun 44 KTM, dan direncanakan akan ditambah 79 KTM di seluruh Indonesia hingga 2015.

Ke-44 KTM yang sudah dibangun terdapat di 22 provinsi, yakni 2 KTM di Nanggroe Aceh Darussalam, Riau (1 KTM), Sumatera Barat (1 KTM), Jambi (3 KTM), Sumatera Selatan (3 KTM), Bangka Belitung (1 KTM), Bengkulu (1 KTM), Lampung (2 KTM), Kalimantan Barat (3 KTM), Kalimantan Tengah (1 KTM), Kalimantan Selatan (1 KTM), Kalimantan Timur (5 KTM), Gorontalo (1 KTM), Sulawesi Tengah (5 KTM), Sulawesi Barat (2 KTM), Sulawesi Tenggara (2 KTM), Sulawesi Selatan (2 KTM), Nusa Tenggara Barat (2 KTM), Nusa Tenggara Timur (1 KTM), Maluku (1 KTM), Maluku Utara (1 KTM), dan Papua (3 KTM).

Dewasa ini terdapat 89 kota baru di seluruh Indonesia terwujud yang berasal dari pembangunan KTM. KTM adalah kawasan transmigrasi yang pertumbuhannya dirancang menjadi pusat pertumbuhan melalui pengelolaan sumber daya alam yang mempunyai fungsi sebagai pusat kegiatan pertanian berupa pengolahan barang pertanian. Selain itu KTM juga dirancang menjadi pusat kegiatan pendidikan dan pelatihan di sektor pertanian, industri, dan jasa, pusat perdagangan wilayah yang ditandai dengan adanya pasar-pasar grosir, dan pergudangan. Di lokasi transmigrasi ini juga dibangun gedung sekolah, sehingga anak-anak transmigran dapat menikmati pendidikan yang layak.

Setiap KTM terdiri dari 9.000 sampai 10.000 kepala keluarga (KK), tapi bukan berarti seluruhnya KK yang baru sama sekali, melainkan sebagian termasuk masyarakat yang telah ada di wilayah tersebut. Komponen permukiman dalam KTM terdiri atas permukiman penduduk yang sudah ada, permukiman transmigrasi, dan areal yang dapat direncanakan untuk permukiman transmigrasi yang baru.

KTM bertujuan mendukung ketahanan pangan dan penyediaan papan, mendukung ketahanan nasional, mendorong strategi pemerataan investasi serta pertumbuhan ekonomi nasional dan daerah, dan penanggulangan pengangguran secara berkesinambungan dalam jangka panjang.

Dahulu lokasi transmigrasi sebagian besar (80%) dihuni oleh transmigran dari Jawa dan sebagian kecil (20%) penduduk lokal. Namun dewasa ini jumlah transmigran dari Jawa dan penduduk lokal sama besarnya (50% : 50%) yang menempati lokasi transmigrasi. Meski berbeda suku, para transmigran dapat hidup rukun dan memiliki rasa gotong royong yang tinggi.

Salah satu KTM yang telah dibangun adalah KTM Telang di Kabupaten Banyuasin, Sumatera Selatan. Lokasi permukiman transmigrasi di kawasan KTM Telang dibangun pada tahun 1978 - 1982. Para transmigran berasal dari Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur, DKI Jakarta, DIY, dan Bali. Jumlah penduduk KTM Telang sebanyak 16.949 KK atau 113.142 jiwa.

Di KTM Telang terdapat sebuah gedung pusat bisnis, sebuah gedung pengelola, sebuah masjid, sebuah taman kota, 2 buah jembatan bentang sepanjang 20 meter, sebuah jembatan bentang 22 meter, sebuah jembatan penyeberangan 36 meter, sebuah tugu KTM, sebuah Rumah Pintar, sebuah pasar induk, 3 buah jembatan pipa besi bentang 10 meter, sebuah dermaga, sarana air bersih, sebuah sambungan PLN, dan lain-lain.

Rumah Pintar KTM Telang.

(Foto: Arif Rahman Hakim)

Untuk mempermudah anak-anak transmigran mengenyam pendidikan, di KTM Telang tersedia 2 TK, 26 SD/MI, 7 SLTP, dan 4 SLTA. Sementara untuk anak-anak balita dapat belajar dan bermain-main di Rumah Pintar. Rumah Pintar dibangun tahun 2009 dengan anggaran Rp 750 juta, tahun 2010 dengan anggaran Rp 250 juta, dan tersedia perpustakaan dan fasilitas permainan.

13448214781224607629

Fasilitas pendidikan di KTM Telang.

(Foto: Arif Rahman Hakim)

Pembangunan fisik yang dilaksanakan di KTM Telang adalah jalan penghubung dengan anggaran sebesar Rp 3,227 miliar, pembangunan dermaga dengan anggaran sebesar Rp 1,250 miliar, pematangan lahan dengan anggaran sebesar Rp 1 miliar, pembangunan sambungan PLN dengan anggaran sebesar Rp 300 juta, pembangunan kantor pengelola dengan anggaran sebesar Rp 500 juta, pembangunan masjid dengan anggaran sebesar Rp 300 juta. Berbagai sarana jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang dibangun di KTM Telang memudahkan masyarakat dalam melakukan komunikasi. Sebelum dibangun KTM Telang untuk transportasi masyarakat menggunakan perahu di sungai.

13448215741593307800

Pasar KTM Telang. (Foto: Arif Rahman Hakim)

Untuk mengembangkan usaha para pedagang, pemerintah membangun pasar induk tahun 2010 dengan anggaran Rp 4,750 miliar. Pasar induk ini menampung para pedagang yang selama ini berjualan di pasar lama. Luas areal pasar induk 150 meter X 70 meter. Di pasar ini terdapat 101 unit kios, 5 unit gudang, 1 unit pasar sayur, 1 unit pasar ikan, toilet, gedung pengelola, 2 unit kantin, sebuah mushola, WC, bak penampung, bak sampah, dan lain-lain. Sebelumnya pada tahun 2008 telah dibangun pusat bisnis dengan anggaran Rp 3,181 miliar. Manfaatnya untuk mempromosikan potensi yang terdapat di lokasi transmigrasi, yakni padi, jagung, kelapa sawit, padi, pohon karet, nenas, coklat, kopi, dan lain sebagainya.

Berbagai sarana jalan, jembatan, dan infrastruktur lain yang dibangun di KTM Telang memudahkan masyarakat dalam melakukan komunikasi. Sebelum dibangun KTM Telang untuk transportasi masyarakat menggunakan perahu di sungai.

Manfaat lain adalah tersedianya 4 SLTA, satu di antaranya adalah SMK yang dibuka tahun 2010 adalah SMK Negeri 2 Banyuasin jurusan pertanian dan peternakan. Dengan adanya 4 SLTA itu anak-anak tak perlu lagi bersekolah ke kota yang jaraknya sangat jauh dan sulit ditempuh dengan prasarana jalan darat. Para lulusan SLTA, khususnya lulusan SMK, nanti diharapkan siap bekerja untuk membangun KTM Telang.

Pembangunan KTM Telang mendapat sambutan positif dari penduduk. H. Nawas, seorang pedagang yang berjualan di pasar Desa Mulyasari, Kecamatan Tanjung Lago, mengungkapkan, dulu infrastruktur jalan jelek, sedangkan kini bagus sehingga mempermudah transportasi dan mengangkut hasil pertanian. “Semenjak dibangun KTM Telang daerah ini menjadi ramai dan dagangan saya semakin banyak yang laku. Dulu keuntungan bersih per hari Rp 50 ribu, sekarang meningkat menjadi Rp 75 ribu per hari,” kata Nawas.

13448216371261918252Transmigran yang hidupnya sejahtera.

(Foto: Arif Rahman Hakim)

Pedagang sembako ini adalah penduduk pribumi. Nawas menuturkan penduduk pribumi dan transmigran dari Jawa hidup rukun. “Kami bersama-sama bertekad membangun daerah ini agar maju,” ujarnya.

Pedagang sembako lainnya, Imam Subangun, mengatakan sebelum dibangun KTM Telang omsetnya Rp 1,5 juta/hari, sedangkan kini meningkat menjadi Rp 2 juta/hari. “Pembangunan KTM Telang menyerap banyak tenaga kerja dan banyak di antara mereka yang berbelanja kebutuhan sehari-hari di toko saya,” katanya.

Imam berasal dari Tulungagung, Jawa Timur. 30 tahun lalu ia bersama keluarganya bertransmigrasi ke Banyuasin untuk mengubah nasib. Semula sewaktu di Tulungagung ia tak mempunyai apa-apa, tapi kini kehidupan ekonominya cukup bagus. Selain berdagang ia juga bercocok tanam. Dari hasil kerja kerasnya Imam berhasil membiayai kuliah keempat anaknya hingga selesai. Bahkan salah seorang anaknya berhasil menjadi pejabat. “Program transmigrasi bermanfaat bagi saya. Saya berharap KTM dapat memajukan daerah transmigrasi,” tuturnya. (*)

Arif Rahman Hakim

/arifhakim

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pembantu Asisten pada Staf Khusus Presiden RI Bidang Komunikasi Sosial periode 30 November 2009 - 20 Oktober 2014, dan kini bekerja sebagai wartawan di sebuah media online.

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?