HIGHLIGHT

10 Pemain Muda Masa Depan Harapan Timnas Indonesia yang Potensial

30 Desember 2010 07:54:44 Dibaca :

1. Irfan Bachdim

Pemain inti tim FC Utrecht Junior A yang sekarang menjadi skuad Timnas Indonesia di AFF Suzuki Cup 2011. Kontraknya di Utrech tidak diperpanjang Irfan Hijrah ke Indonesia dan memperkuat Persema Malang. Irfan merupakan blasteran Malang Belanda

2. Irvin Museng

Top skor Piala Danone U-12 di Lyon, Prancis, 2005 dengan sepuluh gol anak Makassar. Di tahun 2006, Irvin memperkuat tim junior Ajax dalam musim kompetisi 2006-2007. Sebagai pemain asal Asia, Irvin telah mengecap kompetisi liga belanda dan mendapatkan banyak pengalaman berharga saat berlatih di Ajax. namun petualangannya bersama Ajax harus berakhir lantaran dia tidak bisa tinggal lebih lama karena isin visa tinggalnya tidak diperpanjang. Akhirnya Irvin kembali dan berkarir di Indonesia.S aat ini Irvin memperkuat tim Pro Titan Medan.

3. Eriyanto

Eriyant, pemain emain berusia 14 tahun pernah sukses membawa skuadnya menjuarai kompetesi Milan Junior Camp Day Tournament yang diselenggarakan di San Siro, Milan dan berhasil memperoleh gelar The Best Captain. Saat ini Eriyanto dikontrak oleh team AC Milan Junior.

4. Syamsir Alam

Anak muda asal Minang ini memiliki talenta sepakbola yang luar biasa, penampilannya pada Kualifikasi Piala Asia U-19 di stadion jalak harupat cukup menjanjikan l.Syamsir alam merupakan Binaan PSSI untuk proyek Team SAD-Uruguay yang dilibatkan pada kompetisi muda U-19 di uruguay. Saat ini dia bergabung dengan Klub Profesional Uruguay CA Penarol pada awal tahun 2011.

5. Syaffarizal Mursalin Agri

Striker (penyerang) asal klub Al Khor junior di liga U-14 Qatar ini telah mencetak 15 goal di klubnya. pemuda yang berusia 18 tahun ini memperkuat tim senior Al Khor di Liga Qatar. Kabar terbaru yang terdengar Qatar memiliki rencana untuk menaturalisasi pemain berbakat ini, sangat disayangkan jika anak muda ini diklaim Qatar, padahal kewarganegaraannya Indonesia

6. Hanif Sjahbandi

Anak muda yang telah berhasil menbawa tim Indonesia U-13 menjuarai ajang AFF U-13 2009 di sabah malaysia. Penah mengikuti Kursus singkat 6 hari di Club raksasa Manchester United dan kemudian terpilih menjadi salah satu pemain terbaik dan mendapatkan undangan dari World Skills Finals merupakan ajang kesempatan yang diberikan pada siswa Kursus Sepakbola Manchester United yang dianggap punya prestasi dan tampil menonjol.

7. Donovan Partosoebroto

Pemain blasteran berusia 18 tahun saat ini kini tengah tim Ajax junior. Ayahnya orang Indonesia dan ibunya warga negara Belanda. Donovan punya kembaran yang juga seorang pemain bola, namanya Vincent Partosubroto. Vincent adalah seorang striker Klub FC Hoofdorp, Donovan dan adiknya sangat ingin memperkuat Team Nasional Indonesia.

8. Febrianto Wijaya

Febrianto Wijaya saat ini bermain di k Bundesliga Jerman, VfB Stuttgart. Seorang pengelola klub VfB Stuttgart., asal Jerman Kurt Jurgen Walter melihat menyaksikan Febrianto berlatih di Lapangan Karebosi, Makassar dan terkesan dengan permainan, Walter langsung tertarik dengan gaya permainan Febrianto. Prestasi Febrianto di pentas sepak bola junior cukup bagus. awalnya dia hanya berlatih di SSB MFS 2000, Lalu memperkuat timnas U-14 tahun, sekarang ke U-16 dan berlanjut U-17.

9. Kim Jeffrey Kurniawan

Pemain blasteran Indonesia - German merupakan cucu Kwee Hong Sing, pemain legendaris Timnas Indonesia tahun 1950an kini tengah memperkuat Persija dulunya bermain di FC Heidelsheim, sebuah klub yang berkompetisi di Verbandsliga Nordbaden Jerman (satu level di bawah divisi 3 Bundesliga). Kakeknya adalah anggota timnas Garuda saat menahan Imbang Uni Soviet.

10. Alesander Trobacco

pemain muda, Alessandro 'Ale' Trabucco blasteran merupakan pemain sepakbola dari keluarga sederhana dan berkasta dari bali. Ibunya, I Gusti Ayu Ketut Kusumawati terletak di Tabanan Penebel Sunantaya, Bali. Dia mulai mengenyam ilmu sepakbola di usia 5 tahun di klubAC Cesena yang tengah berkompetisi untuk musim 2010-2011

Ternyata kita memiliki sejumlah pemain muda masa depan Indonesia, yang perlu dilakukan adalah melakukan pembinaan terhadap mereka dan memantau perkembangan mereka dan memberikan support kepada mereka, agar mereka merasa diperhatikan dan tidak terluka karena diabaikan dan paling pening agar mereka tidak dinaturalisasi oleh negara tempat klub mereka bermain, jika hal ini terjadi maka suatu kerugian besar bagi bangsa indonesia.

sumber: Whooila

apriadi tamburaka

/apriadi

Mahasiswa Pasca Sarjana Universitas Haluoleo Adm. Pembangunan
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?