Setya Novanto Dicekal dan di Ujung Tanduk

21 April 2017 11:25:51 Diperbarui: 21 April 2017 11:39:47 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :

Terkuaknya beberapa nama politisi di negeri ini mengenai hal kasus korupsi E-KTP mengindikasikan bahwa bangsa ini mengalami kebobrokan sikap dan mental,dengan maraknya dan banyaknya politus yang terkait.khususnya anggota dewan terhormat yang selama ini kita pilih kita dambakan dan harapan rakyat sebagai penyambung aspirasi rakyat. Kelembagaan DPR selaku lembaga legislatif tercoreng dan makin kotor akan terungkapnya kasus E-KTP yang dinyatakan adanya dugaan dan indikasi dilakukan berjamaah oleh para wakil Rakyat kita di Senayan.

Setnov yang biasa kita sapa ini selaku Ketua DPR menyatakan mendukung sepenuhnya BNN untuk memberantas Narkoba apakah langkah ini disertai pula dengan mendukung sepenuhnya peran KPK dalam mengungkap kasus E-KTP dan jujur terbuka mengenai hal ini dan membeberkan kepada pihak terkait tentang kasus ini, Yang mana namanya disebut selaku penerima uang haram dan tidak tanggung-tanggung hingga mencapai ratusan milyar rupiah yakni sebesar Rp574,2 miliar. Tapi SetNov menyangkal tidak terlibat dan tidak mengetahui tentang hal ini.

Untuk itu Publik berharap-harap cemas akankah semua ini dapat terungkap ? 

kami berharap hukum tidak tumpul keatas dan tajam kebawah.. jika memang Setya Novanto bersalah dan terbukti di pengadilan kami minta hukuman yang seadil-adilnya.. bagi Rakyat Indonesia.

Pencuri ayam dapat dihukum dengan proses peradilan yang instan tapi dalam hal penanganan kasus para koruptor berbelit dalam proses peradilannya dengan alasan harus objektive dan tidak semudah dalam kasus peradilan pencuri ayam padahal sama-sama pencuri. Tentu dengan hukuman yang seberat-beratnya...kita lihat saja..

Andi Romo

Rakyat Indonesia


KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana