Bukan Pasaran, Bantaeng Jadi Trending Topic Di Ajang FFASS 2017

19 Mei 2017 20:20:31 Diperbarui: 19 Mei 2017 20:51:22 Dibaca : 446 Komentar : 0 Nilai : 1 Durasi Baca :
Bukan Pasaran, Bantaeng Jadi Trending Topic Di Ajang FFASS 2017
Peserta dari Bantaeng tampilkan sendra tasik pada pementasan seni dalam rangka Festival Forum Anak Sulawesi Selatan tahun 2017 (19/05) / dokumentasi pribadi

Persiapan FABT jauh hari tidak sia-sia. Pasalnya delegasi Forum Anak Butta Toa tampil totalitas pada pentas seni, Jum'at malam (19/05). Pementasan ini berlangsung di Taman Pakui Sayang Kotamadya Makassar pada ajang bergengsi bagi segenap anak SulSel yakni Festival Forum Anak Sulawesi Selatan (FFASS) tahun 2017.

Keempat orang peserta dari Bantaeng menampilkan sendra tasik hasil arahan Dion dari Komunitas Pakampong Tulen (KOMPLEN) Bantaeng. Turut mendampingi Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Dinas PMD, PP dan PA Kabupaten Bantaeng (Syamsuniar Malik) sekaligus Sekretaris Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng.

Suasana gelap di depan panggung utama sentak jadi remang-remang dengan munculnya pembawa dupa dari salah seorang peserta FABT. Sementara yang lainnya menampilkan tari serta monolog. Begitu menusuk kalbu membuat seluruh penonton larut dalam naskah cerita tertata rapi. Hingga akhirnya pecah suasana menjadi riuh menggemuruh saat keempat orang Tim Juri, masing-masing menyerahkan bunga pada keempat orang peserta dari Bantaeng. Saking larutnya suasana, tak hanya penonton peserta lebih merasakan getaran cerita penuh makna. Membuat tangis peserta berlanjut beberapa menit setelah pementasan usai.

Hampir seluruh penonton dan kontestan dari Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan bersorak dan berucap apresiasi jika Bantaeng mereka yakini bakal menjuarai Pentas Seni tersebut sembari meneriakkan "Hidup Bantaeng". Delegasi Bantaeng menyambut penuh haru dengan tetap menyerahkan penilaian pada Tim Juri. Meski Juara adalah sebuah perwujudan cita-cita, FABT lebih mengutamakan silaturahmi pada tiap rangkaian kegiatan FFASS.

Sebanyak 60 orang penggembira sengaja didatangkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng guna mendukung dan memberi semangat bagi keempat peserta. Mereka tergabung dalam FABT yang kesemuanya adalah pelajar tingkat SMP dan SMA di Kabupaten Bantaeng. Fasilitas penuh bagi anak Bantaeng bukan datang begitu saja. Harapan yang tertuang atas keterlibatan anak Bantaeng pada Musrenbang Anak Kabupaten Bantaeng memberi peluang besar atas pemenuhan kebutuhan anak terhadap berbagai kegiatan. Seperti halnya FFASS yang dijadwalkan berlangsung hingga Minggu, 21 Mei 2017.

Baik penonton maupun peserta lainnya dan Master of Ceremony (MC) tak henti-hentinya menyebut nama Bantaeng. Anak-anak yang jumlahnya melebihi peserta daerah lainnya ditambah keaktifan tiada bandingnya mampu menguasai hampir seluruh lokasi kegiatan. Membuat Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan (Andi Murlina) tidak segan mengajak anak-anak FABT maju ke depan panggung berjoget dan menampilkan kreasi-kreasi lainnya yang dimiliki.

Semoga saja FABT jadi yang terbaik. Sesuai misi dari FFASS ini, menyeleksi Duta Anak yang akan mewakili Provinsi Sulawesi Selatan pada Peringatan Hari Anak Nasional di Pekanbaru, Juli 2017 mendatang. (AMBAE)


salam #AMBAE

Ambae .exe

/ambae.exe

TERVERIFIKASI

Computer Application, Maintenance and Supplies
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana