HIGHLIGHT

Nikmatnya Smooch Yoghurt, Asyiknya Paper Quilling

22 Mei 2012 08:07:40 Dibaca :
Nikmatnya Smooch Yoghurt, Asyiknya Paper Quilling
Hem... Smooch Yoghurt-ku Oke Bangets (dok: pribadi)

Jakarta di Minggu Pagi cukup cerah. Langit sedikit berawan. Jalanan cukup lengang. Hari Minggu, 13 Mei 2012 adalah acara Get Urbanized II, Mei 2012, yang kali ini saya terdaftar menjadi peserta untuk berkunjung dan mencicipi Frozen Yoghurt di Smooch Yoghurt, Grand Indonesia Mall, Lantai 3 A Blok ED Unit 1-6, Jl. MH Thamrin No. 1, Menteng, Jakarta Pusat. Selain itu, kita juga diajari membuat kerajinan tangan yang berbahan dasar kertas atau biasa disebut paper quilling. Kita dibimbing langsung oleh Ibu Stefani Lucy, sang ahli paper quilling. Jam menunjukan pukul 09.30 WIB tepat saya berangkat dengan memperhitungkan waktu perjalanan dari Pancoran, tempat kosku, ke kawasan HI, tempat acara tersebut, sekitar satu jam. Sehingga saya berharap bisa sampai ke tempat acara tersebut setengah jam sebelumnya. Dengan naik Metromini 640 Jurusan Pasar Minggu – Tanah Abang, saya pun berangkat, tapi metromini yang biasanya rutenya Jalan Gatot Subroto sampai perempatan Semanggi belok kanan Jalan Sudirman, kali ini lurus saja lewat Slipi kemudian baru belok kanan Jalan Penjernihan. Wah, ternyata rutenya beda dari hari biasanya karena Hari Minggu diberlakukan Car Free Day jadi untuk sampai ke lokasi tersebut saya harus turun di Jl. KH. Mas Masyur, daerah Kebon Pala. Sebuah daerah yang selalu mengingatkanku pada Sanggar Teater Populer di Padepokan Seni Drama dan Film Teguh Karya. Jl. Kebon Pala I no.295.

13376707221747248836
Sanggar Teater Populer (dok: probadi)
Dari kawasan Kebon Pala, saya harus jalan kaki cukup jauh melalui Gedung Thamrin City, The Ascott, untuk sampai ke Gedung Grand Indonesia Mall. Saya anggap ini sebagai olah raga pagi. Meski harus melalui rute jalan yang cukup berlika-liku, akhirnya saya bisa sampai juga di kawasan HI pukul 10.30 WIB. Masuk ke Gedung Grand Indonesia Mall suasana memang masih terlihat sepi. Karena para pelayan berbagai counter baru siap-siap buka counternya. Saya pun harus mencari-cari tempat acara Get Urbanized II berlangsung, yaitu Smooch Yoghurt. Tapi suasana di tempat acara tersebut masih terlihat sepi jadi saya luangkan waktu untuk jalan-jalan melihat pameran patung dan lukisan.
13376709802036543033
Pameran Patung (dok: pribadi)
13376711181272302223
Pameran Lukisan (dok: pribadi)
Setelah jam menunjukkan waktu sekitar pukul 11.00 WIB saya kembali ke Smooch Yoghurt dan mendapati mulai berdatangan para kompasianer yang ikut dalam acara Get Urbanized II. Ada Selina Limman, CEO situs urbanesia.com; Disiree Stephani, editor situs urbanesia.com,; dan Pak Laurence Alifen, direktur marketing Smooch Yoghurt, yang menyambut kompasianer dengan penuh keramahan. Dalam acara tersebut, 15 kompasianer yang terdaftar, yaitu: Olive Bendon, Ahmed Tsar Blezensky, Wijaya Kusumah (Omjay), Sumarti Saelan, Tika Gartikayati, Riza Gassner, Reni Marthauli, Elisa Koraag, Damar Juniarto, Lovema Syafei, Ani Berta, Kornelius Ginting, Sri Lestari, Choirul Huda, dan saya Akhmad Sekhu, serta Mas Nurul, salah satu admin Kompasiana yang setia mengawal acara Get Urbanized II.
13376712671679214
Antri Mengambil Yoghurt sendiri (Dok: pribadi)
13376714731477963252
Smooch Yoghurt-ku ditimbang dulu Sayang (dok: pribadi)
13376716271885563766
Saya bersama Ahmed Tsar Blezensky & Omjay (dok: pribadi)
Acara Get Urbanized II dimulai dengan mencicipi Frozen Yoghurt di Smooch Yoghurt, dimana para kompasianer dipersilakan untuk mengambil sendiri makanan tersebut. Saya yang paling awal mencicipi dan mengambil makanan secukupnya. Yang unik tentu mengambil Smooch Yoghurt dengan menekan keran sesuai keinginan. Setelah itu dicampur beberapa potong buah. Semua buah aku masukan karena aku ingin merasakan semua buahnya. Kemudian, makanan yang sudah saya ambil itu pun harus ditimbang. Unik juga sebelum makanan disantap lebih dulu ditimbang.
13376717951065752237
Desiree Stephani, editor Urbanesia.com (Dok: pribadi)
Sambil mencicipi nikmatnya Smooch Yoghurt, acara berlanjut dengan sambutan Laurence Alifen, direktur marketing Smooch Yoghurt, yang menerangkan tentang Smooch Yoghurt. Sejak dua tahun lalu, Smooch Yoghurt yang dikemas mirip es krim telah menjadi makanan populer di Indonesia. Dengan Smooch Yoghurt, kita bisa berkreasi sebebas mungkin. Adapun Smooch Yoghurt ditimbang agar harganya lebih fair. Dengan demikian konsumen membayar sesuai dengan yang mereka beli. Menu yang tersedia; Plain Classic, Pomegranate, Green Apple, Blackcurrant, Plain Sour, Peach, Acai Berry, Mango, Mojito, Red Orange, American Berrymix, Banana, Strawberry, Belgian, Chocolate, Kiwi, Green Tea.
13376719652026568386
Laurence Alifen, direktur marketing Smooch Yoghurt, memberi sambutan (dok: pribadi)
Kemudian, Selina Limman memperkenalkan Urbanesia.com, sebuah situs web lifestyle city directory, yang kini beraliansi dengan kompas.com. Putri pasangan Melsiana Tjahjadikarta dan Limman Nugroho ini, mengungkapkan tentang kehadiran Urbanesia.com mampu menyegarkan portal berita Kompas.com. Urbanesia bermain di ranah lifestyle, juga memiliki unsur-unsur funUrbanesia.com menjadi bagian dari strategi global Kompas.com di industri digital Indonesia, bersama dengan Kompasiana.com dan produk web lainnya di jaringan Kompas.com. Dara kelahiran Manchester, Inggris, 29 November 1982, ini menangani mulai dari pengembangan bisnis, pemasaran, entri data sampai pembuatan konsep website. MBA bidang pemasaran dari Marymount Loyola University, Los Angeles, CA, ini menerangkan cukup jelas dan singkat tentang Urbanesia.com. Disarankan agar kompasianer juga menjadi member Urbanesia.com
1337672127182944377
Selina Limman, CEO situs urbanesia.com, membuka acara (dok: pribadi)
Setelah itu, acara Get Urbanized II yang dipandu Selina Limman itu dilanjutkan dengan acara membuat paper quilling dengan bimbingan Ibu Stefani Lucy, sang ahli paper quilling. Saya yang dulu sering membuat dekorasi acara sunatan atau mantenan di kampung tentu senang diajari kerajinan tangan yang indah itu. Membawa perlengkapan gunting dan lem putih, saya dengan senang hati mengikuti bimbingan Ibu Stefani Lucy dalam membuat paper quilling. Butuh ketekunan, kesabaran, dan kecermatan untuk membuatnya, dari mulai cara memasukan kertas kecil dalam jarum sampai dengan cara memasang kertasnya.
1337672283236228752
Ibu Stefani Lucy-1
13376732111106129305
Ibu Stefani Lucy mencontohkan
1337673384141827074
Contoh Hasil Paper Quilling (dok: pribadi)
Tak terasa acara Get Urbanized II selesai. Dua jam rasanya kurang. Begitulah kalau kita menyukai acara yang diadakan Kompasiana ini rasanya ingin berlama-lama. Tapi sedikit waktu kita dapat merasakan pengalaman mencicipi nikmatnya Smooch Yoghurt dan juga begitu asyiknya membuat paper quilling. Sebuah pengalaman yang tetu tak terlupakan.
1337673886366101435
Foto Bersama (dok: pribadi)
Acara ditutup dengan berfoto ria, kita memang narsis agar tetap eksis, cis!
13376739792134634936
Foto Bersama Lagi (dok: pribadi)

Akhmad Sekhu

/akhmadsekhu

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Akhmad Sekhu lahir di desa Jatibogor, Suradadi, Tegal, besar di "Kota Budaya" Yogyakarta, kini hijrah ke "Kota Gelisah" Jakarta, yang insya Allah dalam hidupnya ingin selalu berkarya. Menulis berupa puisi, cerpen, novel, esai sastra-budaya, resensi buku, artikel arsitektur-kota, kupasan film-musik, telaah tentang televisi di berbagai media massa, juga banyak mengerjakan penulisan buku biografi karier dan kisah kehidupan, kini bekerja sebagai wartawan Majalah Film MOVIEGOERS.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?