HEADLINE HIGHLIGHT

Wayang Golek Ala Anak Muda

29 September 2012 06:02:42 Dibaca :
Wayang Golek Ala Anak Muda
Pertunjukan Wayang Golek yang amat menarik/ dokpri/ 2012

JOGJA, PITOPANG --- Pada malam kamis yang lalu dalam rangkaian kegiatan KCF, diadakan pertunjukan Wayang Golek Cepak feat Dhe Dhe Percussion yang bertempat di panggung utama atau di depan poliklinik UIN Sunan Kalijaga.

Acara malam itu suskses menyedot perhatian penonton. Penontonnya cukup ramai dan tentunya kebanyakan dari kalangan pelajar atau mahasiswa. Tak seperti pada malam-malam sebelumnya, pada malam itu suasananya sangat menarik sekali. Itu sebabnya cukup menarik minat penonton untuk menyaksikannya.

Siapa bilang pertunjukan wayang itu membosankan? Sama sekali tidak yang ada malah menyenangkan dan sangat menghibur. Itu disebabkan konten dan cara pertunjukannya yang apik. Jauh dari kata membosankan apalagi mengerikan seperti yang dibayangkan oleh kebanyakan anak muda zaman sekarang.

Pertunjukannya sendiri dimulai kira-kira sekitar pukul delapanan lalu berakhir sekitar pukul sepuluh lebih. Di jadwal tertulis dimulai pukul 19.00 WIB. Gara-gara itulah banyak diantara penonton yang sudah merasa gelisah dan tidak sabar dimulainya pertunjukan. Ketika pertunjukan dimulai semua penonton tampak focus menyaksikannya.

Pertunjukan wayang golek cepak malam itu dibawakan dengan gaya banyumasan. Tau kan bahasa ngapak? Ya.. dalang dan semua pemain yang terlibat menggunakan bahasa ngapak. Bagi yang sudah pernah mendengar bahasa ngapak pasti tahu bahasa ngapak itu seperti apa. Bahasanya mungkin agak berbeda dengan bahasa jawa, ditambah dengan gaya pengucapan atau logat yang lain dari bahasa jawa kebanyakan. Pokoknya lucu deh.. ya gak nyong.. :D saya saja yang bukan asli jawa suka kalau mendengar bahasa ngapak. Walaupun terkadang bahasa ngapak mulai ditinggalkan karena alasan ketinggalan zaman namun sebenarnya bahasa ngapak itu keren dan perlu untuk terus dilestarikan. Walaupun saya tidak terlalu paham bahasa ngapak atau bahasa jawa sekalipun namun saya suka mendengarnya.

Konten yang disampaikan dalang juga cukup menarik. Sesuai dengan kapasitas penonton yang didominasi para pelajar atau mahasiswa. Agar penonton nyambung maka pertunjukan harus disesuaikan dengan penonton. Dan itulah yang dilakukan oleh dalang. Dalangnya pintar membawakan suasana sehingga pertunjukan wayang yang dibawakannya sangat menarik.

Apalagi dalang juga cakep.. maaf, itu kata teman perempuan yang ada disamping saya malam itu. Hmm.. cakep..?? ooo.. ternyata mereka nonton wayangnya gara-gara dalangnya yang cakep dan masih muda banget itu toh? Heheh.. gak kok.. saya yakin pasti mereka nonton wayang karena memang peduli dengan kelestarian wayang itu sendiri. Disamping itu tentu minat mereka untuk menonton wayang juga dipengaruhi oleh ketampanan si dalang. Gitu dong.. coba aja kalau semua dalang itu cakep dan tampan-tampan seperti pada malam itu pasti setiap ada pertunjukan wayang akan penuh penonton. Terutama penontonnya para kaum hawa.. :D

134889810087779104
wayangnya lucuuu... :)

Malam itu para penonton tak henti-hentinya tertawa bahkan sampai ada yang ngakak. Gara-gara kelucuan wayang yang dibawakan si dalang. Dari awal pertunjukan sampai akhir acara penonton dibuat tertawa. Ada-ada saja cara dalang untuk membuat penonton tertawa.

Gaya wayang golek dibawakan oleh dalang dengan cara yang menantang. Kebanyakan dengan maksud seperti melawak ala comedian yang kita kenal seperti di OVJ dan gaya lawakan para comedian lainnya. Dintambah lagi dengan ekspresi wajah si wayang yang super lucu. Wajahnya hancurrr tapi lucuuu…

Pokoknya secara keseluruhan pertunjukan wayang malam itu sukses menghipnotis penonton. Sangat menghibur. Kalau bisa menurut saya sering-sering saja diadakan pertunjukan wayang yang menarik seperti itu. Terakhir sebelum acara disudahi, dalam dan beberapa pemain membagikan makanan kepada penonton sebagai bentuk syukuran karena juga bertepatan dengan ulang tahun kampus.

Apa yang bisa kita cermati dari penampilan wayang malam itu? Menurut hemat saya, pertunjukan wayang harus terus dilestarikan. Apapun bentuk wayangnya. Baik itu wayang golek, wayang kulit atau wayang-wayang lainnya. Namun tentunya disesuaikan dengan perkembangan zaman. Sesuai konteks zaman sekarang tapi tetap mempertahankan pakem, ciri atau karakternya.

Dan saya cukup bangga dengan dalang pada malam itu. Walaupun masih sangat muda dan tampan tapi tak malu sedikitpun berkecimpung dalam dunia pewayangan. Malah ia terlihat sangat percaya diri dan pintar sekali memainkannya. Semoga tetap berlangsung regenerasi wayang ini sehingga keeksistensian wayang akan selalu tetap terjaga.

Mari kita sama-sama mencintai wayang. Karena wayang adalah bagian dari budaya dan identitas bangsa yang sangat perlu dan sangat penting sekali untuk terus dijaga, dirawat serta dilestarikan. Kalau bukan kita yang akan mencintai wayang, lalu siapa lagi??!! Kalau tidak mau kebakaran jenggot saat ada kasus claming, yaaa caranya dengan mencintai budaya kita…

Mari kenali dan sama-sama cintai budaya negeri sendiri. Lalu setelah itu diteruskan dengan tetap melestarikan, merawat dan menjaga agar tidak diambil orang.. siipp..

Akbar Pitopang

/akbarisation

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pitopang Ever After | Jangan lihat siapa awak, tapi lihatlah apa yang awak tulis | Masih Mencari Jati Diri | Belajar Mendengarkan Kata Hati | Minangkabau Ngayogyakarta Hadiningrat
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?