Nurafni
www.kompasiana.com/afni

Menghargai sebuah proses
Kompasianer sejak:
5 April 2012
Tulisan : 10 artikel
Komentar : 0 tanggapan
twitter icon Twitter Kirim Pesan
facebook icon Facebook Jadikan Teman
Google+ Laporkan
Rubrikasi
Arsip Tulisan s
Terbaru

Cermin

Sagesse

“Yang diingat hanya melupakan, melupakan, melupakan. Ada yang paling penting dan terlupakan, yaitu mengambil hikmah disetiap kejadian” Pada saat itu semua terasa lebih indah. Dengan ...

OPINI | 19 March 2013 22:11

63   0   dibaca Nihil

Cermin

Berjalan

Segalanya harus dilakukan sepenuh hati. Hampir 4 tahun sudah, ia mengiri langkah untuk mengepakan sayap. Melalang buana, penuh cerita, dan pendewasaan. Hantaman sering kali membuat ...

REP | 10 March 2013 18:34

34   0   dibaca Nihil

Puisi

Bukan Siapa-Siapa

Entah kapan menginjakan kaki Disini, di bumi ini Yang tersadar hanya sinar matahari Terbias rapi menyinari Melewati hari demi hari Hati ke hati Membuat list mimpi-mimpi Agar dapat terealisasi Dalam perjalanan ini Aku tumbuh ...

FIKSI | 10 March 2013 18:32

93   0   dibaca 1 menarik

Puisi

Cinta dan Fana

CINTA DAN FANA Matahari memasuki kalbu Lalu tertutup awan kelabu Dia datang dengan ragu Dengan kisah mengharu biru Apa yang mau kau sajikan tuan? Hidangan kesederhanaan atau kesetiaan? Kau mencoba membuat goresan Sebuah ...

FIKSI | 20 September 2012 21:36

69   0   dibaca Nihil

Cerpen

Gadis Berjilbab

Sorotan cahaya dari bilik jendela membuatku terbangun dari tidurku. Sudah dua minggu aku berada di bangsal ini. Melihat suster, setiap pagi hari membuka gorden dan ...

FIKSI | 7 August 2012 23:22

223   0   dibaca Nihil

Edukasi

Pencerahan Pagi

1. Bila saat shalat bisa menutup aurat, mengapa setelahnya terlihat? | apakah terpikir olehmu Allah tiada melihat? 2. Shalat ajarkan bahwa Allah dengan kita dekat, ...

REP | 7 August 2012 08:48

102   0   dibaca Nihil

Cerpen

Jika Hari Esok Tak Pernah Ada

Matahari masih terbit di atas horizon sebelah timur dan terbenam di bawah garis cakrawala di sebelah barat. Goresan kebahagiaan masih terlihat jelas dari lesung pipit yang tampak dipipinya. Senyum ...

FIKSI | 2 August 2012 12:20

180   2   dibaca 3 inspiratif

Cermin

Yes, we can (anak muda bisa menciptakan perubahan)

Hidup di negara demokrasi, sebenarnya sudah disuguhkan kemudahan-kemudahan. Tidak seperti era orde baru setiap gerak dan langkah diatur oleh para penguasa. Meskipun terkadang langkah ini ...

FIKSI | 7 June 2012 00:28

40   0   dibaca Nihil

Cermin

Senja Punya Cerita

Dari panggung yang tinggi, aku memainkan peranku sendiri. Sebagai orang yang patah hati. Senjaku, engkau pergi seutuhnya dan tenggelam dimataku. Engkau sudah terlalu jauh mengisi ...

FIKSI | 5 April 2012 14:32

112   2   dibaca Nihil

Puisi

Selesai

Terimakasih kegalauan Memberikan waktu untuk berfikir Menguatkan diri lalu menetapkan hati Keadaan menjadi lebih baik Memang semua ini hanya bisa ditela’ah oleh waktu Berbicara mengenai pantas atau tidak pantas Harga diri ...

FIKSI | 5 April 2012 14:21

63   0   dibaca Nihil

Subscribe and Follow Kompasiana: