HEADLINE

Tahun Baru Tidak Selalu 1 Januari

03 Januari 2012 01:09:40 Dibaca :
Tahun Baru Tidak Selalu 1 Januari
Ilustrasi/Admin (Shutterstock)

Kita baru saja memasuki tahun baru 2012 yang menurut kalender suku Maya merupakan akhir dunia. Tetapi siapakah yang pertama kali menentukan tahun 1? Bahkan untuk Kalender Gregorian yang kita pakai ini pun sudah beberapa kali terjadi perubahan tanggal. Lalu kalau kita berkunjung ke negara-negara lain kita sering juga kaget karena di paspor kita dicap tanggal yang lain dengan penanggalan Masehi yang kita kenal ini.

Tulisan ini bermaksud sekilas mengulas beberapa jenis kalender yang dipakai dimuka bumi ini termasuk  beberapa yang cukup akrab kita kenal seperti penanggalan Islam atau Hijriyah, penanggalan Imlek, Tahun Jawa, dan juga Tahun Saka.

Kalender Bulan, Matahari dan Gabungan Bulan dan Matahari

Penanggalan Masehi menggunakan sistem matahari sehingga satu tahun yang terdiri duableas bulan akan berjumlah 365 atau 366 hari sesuai dengan siklus bumi mengelilingi matahari. Kalender yang menggunakan sistem ini akan menghasilkan tanggal yang selalu tetap untuk setiap perubahan musim sehingga dapat dipastikan bahwa hari Natal yang tanggal 25 Desember akan selaluh jatuh pada musim dingin di belahan bumi utara. Dengan demikian terciptalah lagu “White Christmas” yang terkenal itu. Tentu saja “Natal Putih” tidak akan terjadi di belahan bumi selatan seperti Australia dan Amerika Latin.

Tahun baru untuk penanggalan Masehi, tentu jatuhnya adalah setiap tanggal satu Januari, dan kita tidak usah mengintip bulan atau ribut-ribut lagi untuk menentukannya. Dan semuanya hanyalah berdasarkan konvensi atau kesepakatan bersama saja. Buktinya tahun baru di Samoa tahun ini dimajukan satu hari karena mereka meniadakan tanggal 30 desember 2011.

Penanggalan Hijriyah menggunakan sistem perputaran bulan sehingga dapat dipastikan setiap tanggal satu adalah bulan muda. Kemudian setiap tanggal 14 atau 15 adalah bulan purnama dan akibatnya awal tahun atau pun akhir tahun dapat terjadi kapan saja tidak tergantung musim. Karena itu bulan puasa dapat terjadi pada musim dingin sehingga siang akan lebih pendek dan di lain waktu akan terjadi pada musim panas dimana siang akan lebih panjang. Tentu saja ini terjadi di lokasi dengan garis lintang yang besar dan bukan di daerah tropis atau dekat khatulistiwa.

Akibatnya satu tahun kalender Hijriyah akan berjumlah sekitar 354 hari saja dan karena , tahun baru yang jatuh pada 1 Muharram akan maju sekitar 11 hari setiap tahun ada penanggalan Masehi. Dan tahun Hijriyah yang sudah memasuki tahun 1433 ini  dimulai pada tahun 622 atau sekitar 1389 tahun yang lalu. Jadi pada suatu masa di masa depan akan datang waktunya dimana tahun Masehi akan sama dan kemudian dilampaui oleh tahum Hijiriyah, Silahkan hitung kapan itu akan terjadi kalau sekitar 34 tahun Masehi sama dengan 35 tahun Hijriyah!

Selain kedua sistem tadi ada lagi penanggalanyang mengggunakan sisitem lunisolar atau menggabungkan matahari dan bulan yang misalnya digunakan oleh penanggalan Cina atau Imlek. Penanggalan Cina dimulai dengan tahun lahirnya Konfusius pada 551 sebelum Masehi. Karena menggunakan Matahari maka tahun baru imlek hanya selalu berkisar di sekitar pertengahan Januari sampai dengan  pertengahan  Februari. Akibatnya tahun baru yang dianggap sebagai permulaan musim semi itu sesungguhnya masih jatuh di tengah-tengah musim dingin di belahan bumi utara termasuk di Cina. Karena penanggalan imlek juga menggunakan sistem bulan maka tanggal datu setiap bulan juga akan selalu hampir bersamaan dengan bulan muda dan tanggal 14 atau 15 juga akan selalu berterpatan dengan bulan purnama. Lalu bagaimana caranya penanggalan yang sekarang sudah mendekati tahun 2563 ini tetap konsisten dengan sistem matahari dan tidak maju terus seperti penanggalan Hijriyah. Sedangkan jumlah hari dalam satu bulan juga hanya berkisar antara 29 dan 30? Ternyata jawabannya terletak pada tahun kabisat yang memiliki bulan ketigabelas. Ada tujuh tahun kabisat dalam kurun waktu sembilanbelas tahun. Karena itu pada saat-saat  tertentu kita bisa merasakan bahwa tahun baru Imlek bisa bersamaan atau hampir bersamaan dengan Hari Raya Lebaran dan kemudian berulang kembali sekitar 34 atau 35 tahun kemudian.

Tahun Jawa dan Tahun Saka

Tahun Saka merupakan kalender yang menggunakan sistem lunisolar dan digunakan di Nusantara sebelum kedatangan Islam dan sampai saat ini masih digunakan di Bali untuk perhitungan hari-hari peryaan tradisional seperti hari Nyepi yang merupakan Tahun Baru Saka. Uniknya tahun baru Saka atau Hari Nyepi sesungguhnya jatuh pada bulan ke sepuluh. Untuk menghitung tahun saka cukup mengurang tahun Gregorian dengan angka 78. Jadi Tahun 2012 ini akan sama dengan tahun 1934 Saka.

Sedangkan tahun Jawa menrupakan gabungan antara tahun Saka dengan Tahun Hijriyah. Sejarahnya pada tahun Saka 1555 atau Tahun 1633 Masehi yang bersamaan dengan tahun 1043 Hijiriyah, Tahun Jawa mulai mengikuti perhitungan bulan tahun Hijriyah tapi tetap menghitung tahun berdasarkan Tahun Saka dan tidak mengikuti tahun Hijriyah. Maka Tahun baru Jawa akan sama dengan tahun Baru Hijriyah Cuma angka tahunnya yang berbeda.. Karena itu tahun Jawa akan lebih banyak 512 tahun dari Tahun Hijriyah karena pada saat dimulai tahun Hijriyah adalah 1043 dan Tahun Jawa 1555. Pada saat ini Tahun Jawa sudah memasuki Tahun 1945 sedangkan Tahun Hijriyah baru 1433. Lucunya Tahun Saka masih tertinggal di angka 1934.

Tahun Iran yang Mengkombinasikan Matahari dan Hijriyah

Pada waktu berkunung ke Iran di sekitar pertengahan tahun 2006 saya sempat kaget karena di paspor dicap tanggal dengam angka Iran yang sama dengan angka arab tahun 1385. Tadinya saya berfikir mereka menggunakan Hijriyah. Ternyata kalender yang digunakan di Iran saat ini adalah A.P atau Ano Persia dengan sistem solarhijri. Yaitu tahun satu disamakan dengan tahun hijriyah tapi perubahan tahun mengikuti matahari. Akibarnya tahunIran akan selalu sama dengan tahun masehi yaitu berbeda 622 atau 621 tahun saja. Tahun baru di Iran disebut Nowruz dan akan jatuh pada setiap tanggal 20 atau 21 Maret.

Tahun Thailand yang menggunakan Buddhist Era

Demikian juga kalau kita berkunjung ke Thailamd, maka di paspor akan dicap dengan tahun yang cukup fantastis . Pada tahun 2011 lalu bersamaan dengan tahun 2554 menurut tahun Thailand yang menggunakan Buddhist Era. Jadi ada perbedaan 543 tahun dengan tahun Masehi atau Gregorian yang dipakai sekarang. Buddhist Era ini diawali dengan tahun kematian Sang Buddha. Sedangkan tahun baru Thai akan dirayakan sekitar tanggal 13 sd 15 April dan juga terkenal dengan Songkran Festival atau Festival Air.

Versi Tahun di beberapa Negara Lain

Ada beberapa negara yang menggunakan tahun berdasarkan solar sistem namun dengan referensi tahun Nol yang berbeda. Kalau kita ingat naskah asli Proklamasi yaitu tanggal 17 bulan 8 tahun 05, karena pada saat itu di Indonesia dinerlakukan kalender Jepang yang disebut juga Kalender Jimmu yang berdasarkan berdirinya kekaisaran Jepang yang pertama pada 660 SM. Jadi tahun Jepang hanya berdasarkan kalender Gregorian ditambahkan 660 tahun sehingga tahun 1945 sama dengan tahun 2605 dan tahun 2011 ini sama denga tahun 2671.

Sementara itu, kalau kita ke Taiwan maka sistem penanggalan yang digunakan di dokumen resmi akan menunjukkan angka tahun yang berbeda. Tahun 2011 lalu adalah tahun ke 100, karena tahun satu berdasarkan berdirinya Republic of China pada tahun 1912.

Hal yang hampir sama juga digunakan di Korea Utara yang menggunakan Juche Era yaitu berdasarkan kelahiran Pemimpin Kim Il Sungi pada 15 April 1912 sebagai Juche Era 1. Sehingga tahun 2011 lalu adalah Juche Era 100 dan tahun 2012 ini menjadi tahun 101.

Affandi Ismail

/affandiismail

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Ternyata menulis itu asyik.
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?