HIGHLIGHT

Inilah Pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012 (Sebuah Temuan)

08 Mei 2012 07:06:00 Dibaca :
Inilah Pemenang Pilkada DKI Jakarta 2012 (Sebuah Temuan)
Sosialisasi Pilkada DKI Jakarta (republika.co.id)

Baru baru ini KOMPAS menurunkan Berita “ Jika Pilkada Hari Ini Hidayat Didik Pemenangnya” menghebohkan dunia maya khususnya Twitter. Hal ini didasarkan pada Hasil survei terakhir yang dirilis Laboratorium FISIP Universitas Nasional bersama Madani Institute menunjukkan pasangan yang diusung PKS ini memiliki tingkat keterpilihan (elektabilitas) tertinggi.

"Selain terpilih sebagai yang paling populer, Hidayat-Didik juga berhasil mendapat persentase dukungan terbesar dari sisi elektabilitas," kata Firdaus Syam, ketua Tim Peneliti UNAS-Madani Institute dalam paparan hasil survei di Blok III Kampus UNAS, Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (2/5/2012, Kompas.com). Hasil survei UNAS-Madani Institute ini cukup berbeda dengan dua hasil survei sebelumnya yang menempatkan pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli di posisi teratas. Dalam survei kali ini, Foke-Nara tidak saja berhasil dilampaui Hidayat-Didik, tapi juga oleh pasangan yang diusung PDIP-Gerindra Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama.

Pasangan Hidayat-Didik berhasil mengumpulkan 35,9 persen dukungan dari 1006 responden yang menjawabi angket yang diberikan tim survei. Pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama menduduki peringkat kedua dengan 26,3 persen, unggul tipis atas pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli yang meraup 26 persen dukungan responden. Mengherankan, pasangan yang diusung Partai Golkar Alex Noerdin-Nono Sampono justru terpuruk diurutan ke-5 dari enam pasangan bakal calon Gubernur DKI Jakarta. Alex-Nono tertinggal jauh dari pasangan lain dari jalur parpol dengan hanya meraih 3,8 persen dukungan.

1336457529563718750
Jangan Golput Warga Jakarta (Kiriman Teman Di Twitter.com)

Survei ini dilakukan atas responden yang bermukim di keenam wilayah provinsi DKI Jakarta, termasuk Kepulauan Seribu, dalam periode 21-28 April 2012. Semua responden adalah warga yang telah memiliki hak pilih. Dukungan terbesar diperoleh Hidayat-Didik dari warga yang bermukim di wilayah Jakarta Barat. Selain itu, dua anggota DPR RI ini juga unggul di wilayah Jakarta Timur dan Kepulauan Seribu dalam survei yang menggunakan teknik stratified random sampling ini.

Saya menebalkan dan menggaris bawahi hasil Survei ini di Point : Foke-Nara memperoleh dukungan yang relatif merata di tiga wilayah, yaitu Jakarta Pusat, Jaktim, dan Jaksel. Sedangkan suara dukungan bagi Jokowi datang dari wilayah Jakut.

Jika Kandidat lain selain FOKE-NARA ingin mengunggulinya harus memiliki kondisi yang sama dengan mereka. Baik pasangan Jokowi-Ahok, Hidayat Nurwahid – Didik J Rachbini, Faisal – Biem, Alex – Nono dan Hendardji – Riza harus bekerja keras untuk memiliki DUKUNGAN MERATA di Seluruh Wilayah Jakarta. Semoga Tim Sukses semua Kandidat membaca Analisa ini.

Menurut Hasil survey tersebut tingkat popularitas Hidayat-Didik telah unggul tipis atas pasangan Foke-Nara. Pasangan dukungan PKS ini berada di urutan pertama dengan meraup 32,20 persen suara responden, sedangkan pasangan Foke-Nara berada di posisi kedua dengan 30,90 persen. Urutan ketiga ditempati pasangan Jokowi-Ahok dengan 28,20 persen. Sementara itu, tiga pasangan lain tertinggal cukup jauh dengan urutan, Alex-Nono 4,40 persen, Faisal-Biem 3,70 persen, dan Hendardji-Riza 0,60 persen.

13364576791947949063
Hidayat - Didik (kompas.com)

Tetapi Saya lebih sepakat dengan hasil Survet yang dilakukan MEDIAN (Media Survei Nasional) yang menyatakan PILKADA DKI JAKARTA akan berlangsung Dua Putaran. Republika.com menurunkan berita yang dirilis oleh MEDIAn ini memperkirakan pelaksanaan Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI  Jakarta diprediksi akan berlangsung dua putaran.

Hasil tersebut berdasarkan survei  yang berlangsung dari 22 April hingga 28 April 2012. Jejak pendapat ini mengambil jumlah sampel sebanyak 1.500 orang responden yang tersebar di lima wilayah DKI Jakarta.

Direktur Eksekutif Median, Rico Marbun di Jakarta, Selasa menyatakan besar potensi berlangsungnya Pemilukada DKI Jakarta dua putaran karena  tingkat elektabilitas pemuncak, Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli baru berada di tingkat 36,65 persen.

Sementara berdasarkan UU Nomor  29 tahun 2007 tentang pemerintahan Provinsi DKI Jakarta pasal 11 ayat 1 menyebutkan, pasangan calon gubernur dan wakil gubernur harus memeroleh suara lebih dari 50 persen.

"Pilkada DKI Jakarta sulit berlangsung satu putaran. Apalagi jarak antara tingkat perolehan suara tertinggi dibandingkan syarat untuk terpilih dengan satu putaran sangat jauh," ujar Rico. (Republika.com)

Posisi tingkat eletabilitas Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dibuntuti pasangan Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini (18,47 persen), Posisi ketiga disusul Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama (17,9 persen), Faisal Basri-Biem Benyamin (4,05 persen), Alex Noerdin-Nono Sampono (3,59 persen), dan Hendardji Soepandji-A Riza Patria (1,39 persen).

Tiga pasangan kandidat eletabilitas tertinggi itu memiliki popularitas di atas 75 persen. Survei ini ditujukan oleh MEDIAN untuk melihat tingkat kesoliditas partai politik (parpol) pendukung. Seperti kesolidan konstituen Partai Demokrat memilih Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli sebanyak 61,31 persen. Tingkat kesolidan konstituen partai ini masih dikalahkan oleh PKS sebesar 78,55 persen, sebagai partai pengusung Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini. Sedangkan kosolidan PDIP  untuk mendukung pasangan Joko Widodo-Basuki Tjahaja Purnama hanya 41,69 persen dan  Gerindra 35,36 persen. "Sisa suara konstituen PDIP dan Gerindra lebih banyak beralih ke pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli,” Rico Marbun (Republika.com)

13364577211005551255
Kandidat PILKADA (wartakotalive.com)

Saya dapat memiliki alasan mengapa Konstituen PDIP dan Gerindra lebih banyak beralih kepada pasangan Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli beralih ke Foke-Nara disebabkan banyak factor, yang paling dominan adalah konstituen PDIP dan Gerindra di Jakara memiliki ikatan emosional “Asal Daerah Betawi” dengan Foke dan organisasi-organisasi Massa Adat Betawi menyatakan dukungannya kepada FOKE.

Mengapa Saya sependapat dengan Rico Marbun dari MEDIAN bahwa Pilkada DKI Jakarta akan berlangsung dua putaran, bukan alasan karena banyaknya KANDIDAT, karena memang itu suadah pasti berpengaruh. Ini didasarkan pada temuan Saya dengan cara Saya tentunya.

Saya menemukan Fakta Pilkada DKI Jakarta berlangsung 2 Putaran, untuk uraian datanya akan Saya sampaikan di Akhir Tulisan sebagai penutup. Saya akan memulai dasar pijakan Saya menemukan Fakta ini, dimulai dari Pilkada ACEH. Saya sudah bisa prediksikn bahwa ACEH akan dimenangkan oleh Pasangan Zaini Abdullah – Muzakir Manaf secara Telak. Saya melakuna PENCARIAN Di Google.com 1 Januari 2011 – 31 Maret 2012, Dan Mendapatkan Data Sebagai Berikut : (Cocok Dengan Hasil Akhir KPU)

Zaini Abdullah – Muzakir Manaf : 22,100

Irwandi Yusuf – Muhyan Yunan : 5,740

Muhammad Nazar – Nova Iriansyah : 3.190

Darni M Daud – Ahmad Fauzi : 3,060

Tengku Ahmad Tajuddin – Teuku Suriansyah : 96

Berikut Screen Shotnya (Sebagai Bukti)

13364578641905555742
Hasil Untuk Zaini Abdullah
1336457906543089576
Hasil Untuk Irwandi Yusuf (Dok. Pribadi)
13364580232039400045
Hasil Untuk M Nazar
13364591231278971797
Hasil Untuk Darni M Daud
1336459149545333592
Tengku Ahmad Tajudin

1336459218552590752
Rentang Waktu Pencarian Pilkada Aceh

Kemudian Pilkada Kabupaten BEKASI, Sayapun sudah memperkirakan akan dimenangkan oleh Neneng Hasanah Yasin – Rohim Mintareja di Pilkada Kabupaten Bekasi 2012 ini, Anda bisa melihat datanya sebagai berikut 1 Januari 2011 – 31 Maret 2012 : (Cocok dengan Hasil Akhir KPU)

Neneng Hasanah Yasin – Rohim Mintareja : 46.100

Sa’duddin – Jamalullail Yunus : 38.200

Darip Mulyana – Jejen Sayuti : 9.720

Berikut Screen Shot :

1336459321785317091
Hasil Untuk Neneng Hasanah
13364593631615317276
Hasil Untuk Sa
13364593912029239304
Hasil Untuk Darip Mulyana

Kemudian, Data lain menunjukan Kemenangan HADE (Ahmad Heryawan – Dede Yusuf) pun sudah dapat di prediksi sebelumnya, jika kita melihat Internet. Dari Masa Pencarian 1 Januari 2007 – 31 Maret 2008, didapatkan Data Sebagai berikut : (Cocok Dengan Hasil Akhir KPU)

Ahmad Heryawan – Dede Yusuf : 448

Agum Gumelar – Nu’man Abdul Hakim : 242

Danny Setiawan – Iwan R Sulanjana : 105

Berikut ini Screen Shotnya :

13364594761053072314
Hasil Untuk Ahmad Heryawan
1336459629804471125
Hasil Untuk Agum Gumelar
13364596591808679129
Hasil Untuk Danny Setiawan

Jika Anda masih belum percaya, Saya akan tunjukan lagi data yang didapat dari PILKADA DKI JAKARTA 2007, pertarungan Pasangan antara Adang Darajatun – Dani Anwar dengan Fauzi Bowo – Prijanto, dua hasil pencarian Saya memang FOKE menunjukan Kemenangan TIPIS dari Pasangan yang diusung PKS, Datanya sebagai berikut

Pencarian 1 Januari 200631 Juli 2007

Fauzi Bowo – Prijanto : 926 Hasil

Adang Darajatun – Dani Anwar : 591 Hasil

Pencarian Saya pada 1 Januari 2007 – 31 Juli 2007, Didapatkan Data Sebagai Berikut :

Fauzi Bowo – Prijanto : 683 Hasil

Adang Darajatun – Dani Anwar : 461 Hasil

13364597212135916430
Fauzi Bowo - Prijanto (1 Januari 2006 - 31 Juli 2007)
1336459791632222993
Adang - Dani (1 Januari 2006 - 31 Juli 2007)
1336459855839244785
Fauzi Bowo - Prijanto (1 Januari 2007 - 31 Juli 2007)
1336459903859016321
Adang Darajatun - Dani Anwar (1 Januari 2007 - 31 Juli 2007)

Dalam hal ini di rentang tahun PILKADA (2007) FOKE – Prijanto mengalami penurunan hampir setengah suaranya yang mungkin mengalihkan pilihan mereka pada pasangan Adang Darajatun – Dani Anwar, Sebagian besar lainnya GOLPUT.

Lalu, Bagaimana dengan PILKADA JAKARTA 2012? Penasaraan Bukan? Berikut Ulasannya :

Dari Pilkada ACEH 2012, Pilkada Kabupaten Bekasi 2012, Pilkada Jabar 2008, dan Pilkada DKI Jakarta 2007. Syarat pencariannya adalah NAMA ASLI PASANGAN KANDIDAT, Bukan Nama Singkatan. Mengapa? Karena itulah yang resmi tertulis di KARTU PEMILIHAN.

Bagaimana Hasilnya? Sangat Ketat Sekali, Jika Diurut sebagai berikut : (1 Januari 2011 – 31 Maret 2012)

Pilkada DKI Jakarta ( 1 Januari 2011 – 30 April 2012)

Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini : 76.300

Alex Noerdin – Nono Sampono : 73.800

Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli : 72.900

Faisal Basri – Biem Benyamin : 65.900

Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama : 17.700

Hendardji Soepandji – Ahmad Riza Patria : 6.330

13364599881479034418
Hidayat Nurwahid - Didik J Rachbini (1 Januari 2011 - 30 April 2012)
13364600532021024361
Alex Noerdin - Nono Sampono (1 Januari 2011 - 30 April 2012)
13364601041139711903
Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli (1 Januari 2011 - 30 Juli 2012)
13364601461418964837
Faisal Basri - Biem Benyamin (1 Januari 2011 - 30 April 2012)
1336460189194351008
Joko Widodo - Basuki (1 Januari 2011 - 30 April 2012)
13364602431133315704
Hendardji - Riza (1 Januari 2011 - 30 April 2012)

Berikut ini HASIL Pencarian dari 1 JANUARI 2012 – 30 April 2012 , Di Rangking berdasarkan Hasil yang paling tinggi :

Alex Noerdin – Nono Sampono : 41.800

Hidayat Nur Wahid – Didik J Rachbini : 41.200

Fauzi Bowo – Nachrowi Ramli : 38.300

Faisal Basri – Biem Benyamin : 32.900

Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama : 15.800

Hendardji Soepandji – Ahmad Riza Patria : 5.980

Apa Kesimpulan Anda? Saya Melihat apa yang digembar-gemborkan soal Siapa yang maju di Putaran Kedua nanti sedikit berbeda dari hasil ini.

Ada 3 Kandidat yang mungkin maju ke Putaran Ke-2 yaitu : Alex Noerdin – Nono Sampono, Hidayat Nurwahid – Didik J Racbini, Fauzi Bowo – Nchrowi Ramli. Tetapi Publik Jangan melupakan Faisal Basri – Beim Benyamin yang mungkin Saja menjadi KUDA HITAM dalam Pilkada DKI Jakarta 2012 ini.

Saya mungkin akan dicerca oleh Pendukung Joko Widodo – Basuki (Ahok) karena telah menempatkannya di urutan yang tidak sesuai dengan harapan, Saya menulis ini dengan Dasar bahwa Nama yang di contreng nantinya adalah Nama ASLI Kandidat. Kelemahan Pasangan Joko Widodo dan Basuki Tjahaja Purnama adalah pada AHOKnya, Mengapa? Yang lebih ketara terlihat adalah penggunaan Nama “Ahok” yang relatif tidak mengena dengan PILKADA dan di dalam Kartu Pencontrengan Nama AHOK tidak akan ditemukan oleh Pemilih. Lalu apa yang harus dilakukan oleh Kandidat Jokowi – Ahok yaitu meningkatkan sosialisasi nama Joko Widodo – Basuki Tjahaja Purnama ketimbang nama Jokowi-Ahok.

Sedangkan Pasangan Hendardji – Riza tetap sepertinya Pengembira dalam Pilkada kali ini, apa yang Saya temukan sangat cocok dengan survey-survei yang lainnya. Hendardji Soepandji bisa berpungsi menjadi pemecah suara dari kalangan TNI seperti Nono Sampono dan Nachrowi Ramli. Artinya Kekuatan Suara dan Pengaruh TNI akan terbagi ke-3 pasangan ini dan menguntungkan Pasangan lain seperti Faisal Basri dan Hidayat Nur Wahid.

Untuk memberikan kepuasan pada Pendukung semua Kandidat, Saya akan berikan hasil lain dengan menggunakan nama singkat bukan nama Asli yang tertera di dalam kertas pencontrengan. Walaupun ini menyalahi prinsip utama dari penemuan data dari awal tulisan ini di berbagai PILKADA yang semuanya menggunakan Nama Asli yang digunakan pada Kertas Pencontrengan.

Berikut Datanya : ( Rentang Pencarian 1 Januari 2012 – 30 April 2012)

Alex – Nono : 280.000 Hasil

Jokowi - Ahok  : 169.000 Hasil

Hidayat – Didik : 137.000 Hasil

Faisal – Biem : 52.400 Hasil

Fauzi – Nachrowi : 44.800 Hasil

Hendardji – Riza : 31.800 Hasil

13364603131128346199
Alex - Nono (1 Januari 2012 - 30 April 2012)
13364603471879922712
Hidayat - Didik (1 Januari 2012 - 30 April 2012)
1336460397938244870
Fauzi - Nachrowi (1 Januari 2012 - 30 April 2012)
13364604411354020585
Faisal - Beim (1 Januari 2012 - 30 April 2012)
13364604801228069501
Jokowi - Ahok (1 Januari 2012 - 30 April 2012)
13364605141020080442
Hendardji - Riza (1 Januari 2012 - 30 April 2012)

Apa Kesimpulan Anda?

Dari Keenam Kandidat di PILKADA DKI JAKARTA 2012 Kesimpulan Saya memiliki kekuatan yang SAMA KUAT, Kecuali Pasangan Hendardji – Riza. Kandidat mana yang pantas diperhitungkan :

Hidayat Nurwahid  - Didik J Rachbini

Alex Noerdin - Nono Sampono

Faisal Basri - Biem Benyamin

Untuk Urutan Ke-3 (Faisal Basri),  Ada 2 Kandidat yang akan memperebutkannya yaitu :

Joko Widodo - Basuki Tjahaja Purnama

Fauzi Bowo - Nachrowi Ramli

Nantikan Analisa Saya Di Tulisan Selanjutnya, Selamat Berdiskusi

Sumber :

PILKADA ACEH 2012

PILKADA JABAR 2008 PILKADA KABUPATEN BEKASI 2012

PILKADA DKI JAKARTA TAHUN 2007

PILKADA DKI JAKARTA 2012 Dua Putaran Jika Pilkada Hari Ini, Hidayat-Didik Pemenangnya

Bandung, 8 Mei 2012

ADI SUPRIADI (Assyarkhan)

Baca Juga Artikel Saya Lainnya :

Jokowi-Ahok Bisa Menang Putaran Kedua Apabila

Adi Supriadi

/adisupriadi

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Writer, Trainer & Public Speaker. Working as HR Manager Di Perusahaan Penanaman Modal Asing Jepang.
"Dunia ini adalah tempat bekerja bukan tempat menerima pahala dan Akhirat itu tempat menerima pahala bukan tempat bekerja, maka bekerjalah ditempat yang tidak ada pahala untuk tempat yang tidak ada pekerjaan "(Assyarkhan)

Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?