FEATURED

Tommy Soeharto Jadi Presiden RI, Akan Seperti Apakah Negeri Ini?

29 Februari 2012 05:23:43 Diperbarui: 14 Maret 2017 20:47:47 Dibaca : Komentar : Nilai : Durasi Baca :
Tommy Soeharto Jadi Presiden RI, Akan Seperti Apakah Negeri Ini?
Sumber Gambar: slot.otomotifnet.com

Melihat berbagai kondisi yang terjadi di tanah air akhir-akhir ini akhirnya bermuara pada perlu hadirnya sosok pemimpin, yaitu pemimpin bangsa dan negara yang disegani oleh kawan dan lawan. Pemimpin yang siap dicaci maki, dihujat, difitnah, dibenci, diancam pembunuhan  dan sebagainya. Sosok tersebut adalah Presiden karismatik membuat ciut nyali lawan dan kawan. Terpaksa atau tidak semua kawan dan lawan patuh, tunduk meskipun dibalik itu ada yang mencari celah atau peluang untuk menjatuhkannya.

Banyak sudah calon presiden (Capres) mencuat ke permukaan tidak dapat disebutkan satu persatu. Semua calon dan pilihan tentunya memiliki dasar dan kelayakan. Semua capres memiliki kelebihan dan kekurangan yang tidak perlu diperdebatkan.

Menurut pengamatan presiden SBY, pada bursa capres 2014 terdapat 16 nama bakal calon (balon) presiden RI yang akan diseleksi sebelum menuju pilpres 2014. Salah satu nama yang santer terdengar adalah munculnya kembali sosok dari imperium Cendana, yaitu Tommy Soeharto. 

Berita tentang rencana Tommy akan ikut serta dalam bursa balon presiden RI bukanlah hisapan jempol belaka. Beberapa partai yang baru disahkan legalitasnya sebagai parpol berhak ikut Pemilu antara lain adalah Partai Nasrep (Nasional Republik) dimana Tommy menjabat sebagai ketua dewan pembina di dalamnya.

Selain itu, Partai Buruh yang diketuai oleh Sonny Pudjisasono, mengatakan akan mencalonkan Tommy sebagai capres dari partainya.

Partai Nasional Republik (PNR) partai yang dibentuk oleh Tommy juga telah mendaftar ke Kemenkum mengklaim Tommy Soeharto mencalonkan Tommy sebagai jagoannya untuk capres 2014.

Mengapa Tommy?

Hampir sebagaian rakyat Indonesia pernah mendengar nama bahkan melihat sosok Tommy Soeharto baik dari media massa, layar kaca maupun bertemu langsung. Sosok yang terlihat ramah senyum dan pandai bergaul itu memang telah kenyang pengalaman dalam berbagai urusan lobi melobi.

Sekadar kembali ke masa silam, Tommy dikenal aktif dalam mencari posisi bisnis pada saat masa kepemimpinan presdien Soeharto. Akibatnya, selain berhasil menciptakan peluang bisnis juga terjebak dengan beberapa kasus melawan hukum, misalnya saat terjadinya persekongkolan pembunuhan terhadap Hakim Agung Syafiuddin Kartasasmita pada 26 Juli 2001.

Tommy divonis hukuman 15 tahun penjara sejak Juni 2002. Kemudian mendapat keringan MA menjadi 10 tahun penjara.  Dari 10 tahun penjara ini, Tommy tertolong potongan hukuman akibat memperoleh 6 kali remisi, akibatnya dari total  15 tahun hukuman penjara yang harus dijalani Tommy menjalaninya selama 6 tahun saja. Tommy dibebaskan bersyarat pada 30 Oktober 2008.

Setelah keluar dari penjara tidak banyak aktifitas Tommy. Media massa mulai menyoroti masalah rumah tangga Tommy yang mulai goyah. Setelah bercerai dengan istrinya Ardhia Pramesti Regita Cahyani ("Tata") pada September 2006 atau sebulan sebelum Tommy bebas dari tahanan.

Setelah lama tidak terlihat aktifitasnya secara terbuka, Tommy terlihat ikut bursa pemilihan ketua umum Golkar di Pekanbaru, pada 5 Oktober 2009. Ia kalah bersaing melawan Ical Abu Rizal dan Surya Paloh.

Mengapa Tommy berambisi jadi Presiden RI?

Tentu ada hal-hal khusus yang memberi inspirasi bagi Tommy sendiri apa yang melatar belakangi dirinya menclonkan diri dalam pilpres 2014. Salah satu tentunya adalah kenangan masa lalu bersama ayahandanya Presiden Soeharto. Banyak kenangan dan kisah haru biru yang masih terekam dalam benaknya.

Selain itu Tommy melihat bahwa figur orang tuanya masih kental terpatri dalam benak sebagian masyarakatIndonesia yang merindukan sosok pak Harto.

Tommy juga menyadari betul sedikit tidaknya melihat Tommy akan sedikit mengobati kerinduan sebagaian orang terhadap kepemimpinan presiden Soeharto pada masa silam.

Tommy terisnpirasi juga oleh keberhasilan Megawati yang merupakan anak presiden Soekkarno bisa menjadi presiden RI. Tommy terinspirasi melakukan hal yang sama dengan Megawai karena kansnya memang masih ada.

Tommy dan tim suksesnya telah melakukan perkalian atau hitung-hitung di atas kertas. Secara teoritis Tommy menembak sasaran pemilihnya adalah  sebagai berikut :

  • Para pendukung setia dan fanatis presiden Soeharto 
  • Para pencari kerinduan terhadap masa kepemimpinan Soeharto
  • Para pendukung yang kecewa melihat situasi an kondisi tanah air tidak sebaik masa Soeharto dalam bebebrapa hal, khususnya bidang politik dan kemananan.
  • Para "kutu loncat" yang kecewa terhadap kinerja dan prestasi partai-partai yang katanya hebat-hebat ternyata tak lebih bagai partai yang dipenuhi oleh psikopat.
  • Para pemilih yang merupakan teman, rekan, sejawat dan handai tolan serta tokoh-tokoh yang melihat Tommy sebagai figur yang tepat. Termasuk di dalamnya adalah partai yang didirikan oleh mba Tutut dan koleganya.

Setiap orang pasti punya masa lalu. Apakah masa lalu Tommy terlalu buram dan suram sehingga tidak berhak untuk menjadi capres atau bahkan menjadi presiden? Ataukah sebaliknya masyarakat tidak akan perduli dengan masa lalu karena orang menginginkan adanya kondisi kondusif seperti dahulu lagi?

Tapi melihat beberapa sasaran tembak Tommy di atas, sepertinya peluang Tommy memang terbuka lebar. Jika ini terjadi (Tommy menjadi presiden RI) apa kira-kira yang akan terjadi? Ada baiknya kita prediksi saja, kira-kira yang akan terjadi adalah sebagai berikut :

  • Premanisme. Semakin meningkat, ataukah semakin berkurang intensitasnya? (Bertambah/ Berkurang).
  • Korupsi (Bertambah/ Berkurang).
  • Keamanan/ Stabilitas dalam masyarakat (Membaik/ Memburuk).
  • Nepotisme jaringan Cendana (Meningkat/ Menurun).
  • Dukungan terhadap peranan KPK (Meningkat/ Menurun)
  • Penegakan hukum dan disiplin aparatur negara (Meningkat/ Menurun).
  • Ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang terjangkau (Bertambah/ Berkurang)
  • Hubungan luar negeri khususnya dengan jiran dan negara tetangga (Membaik/ Memburuk).
  • Ketergantungan pada Barat (Meningkat/ Menurun)
  • Peningkatan kemampuan teknis TNI (Meningkat/ Menurun).

Rekan pembaca dapat menilai masing-masing sesuai persepsi dan alasan masing-masing tentunya, apa yang akan terjadi jika Tommy menjadi presiden RI. Tak salah rekan memberi kontribusi dan alasannya apapun pilihannya, bukan?

Selam Kompasiana

abanggeutanyo

Abanggeutanyo

/abanggeutanyo

TERVERIFIKASI

Nama : Faisal Machmud al-Rasyid ----------------------------------------- Mengamati dan Diamati
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH PLATFORM BLOG, SETIAP ARTIKEL MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.
LABEL politik

NILAI :

Daftarkan email Anda untuk mendapatkan cerita dan opini pilihan dari Kompasiana