HIGHLIGHT

Memalukan Presiden AS, Australia Eksekusi Mug Gaya Mafia

22 Mei 2012 10:59:47 Dibaca :
Memalukan Presiden AS, Australia Eksekusi Mug Gaya Mafia

Sering kita mendengar pepatah, "apalah arti sebuah nama?" Ternyata nama memang sangat sensitif dan punya arti dan makna yang sulit dihitung dengan nilai material. Tak heran di beberapa negara menulis nama haruslah dengan baik dan benar.

Salah menuliskan nama atau ejaan saja dapat berarti tak sedap bagi penyandang nama. Mungkin masih untung bagi kalangan ekonomi lemah yang tak menuntut kebutuhan aktualisasi diri terlalu tinggi, tapi apa jadinya jika salah menuliskan ejaan nama (huruf demi huruf) terjadi pada penulisan nama presiden? Lebih runyam lagi penulisan nama itu ternyata untuk seorang kepala negara AS, sang paman Sam yang mau tak mau merasa unggul dalam segala hal?

Itulah yang terjadi di Canberra, Australia. Peristiwa itu sebetulnya telah terjadi pada Juni 2010 lalu ketika parlemen dan pemerintah Australia mempersiapkan kedatangan Barack Obama pada acara khusus.

Awalnya panitia acara yang dimotori oleh urusan rumah tangga parlemen Australia akan menjual di tempat penjualan dalam gedung parlemen sebanyak 200 mug ekslusif bertanda  gambar dan simbol Amerika Serikat. Namun menjelang masuknya presiden AS ke gedung parlemen dua orang pembeli (termasuk salah satu wartawan yang tidak diketahui identitasnya -red)  membeli mug tersebut melihat ada kejanggalan yang sangat standard dan sangat memalukan,  pada penulisan nama presiden AS dan melaporkannya kepada panitia.

Pada lingkaran bagian luar gelas (mug) terdapat gambar presiden AS dengan gagahnya, tertulis "Barrack Obama," harusnya adalah "Barack Obama," tanpa double huruf (abjad) R.

Melihat kondisi tersebut, kepala kepala biro rumah tangga Parlemen Australia Bronwyn Graham, memeirntahkan staffnya  menarik seluruh 198 sisa mug yang belum terjual. Sedangkan 2 mug lagi sudah terlanjut dibeli dan tidak dapat dikembalikan ke panitia.

Bagaimana selanjutnya pemerintah Australia memperlakukan mug tersebut? Ternyata nasib mug antik itu belum selesai sampai di situ. Setelah hampir dua tahun kemudian barulah terungkap, ternyata mug bernasib malang itu diperlakukan bak penjahat kelas kakap dan tak mengenal belas kasih.

Mug tersebut kabarnya dikubur dalam sebuah tempat di bagian belakang halaman gedung parlemen dengan cara ekstra keras dan hati-hati. Mug tersebut sebelum ditutupi tanah terlebih dahulu dicor dengan cairan semen berbahan kimia yang mampu membuat adukan semen keras seketika.

1337680638913596703
Tujuannya jelas agar tidak ada seorang pun yang mampu mengambil atau mencurinya. Jika memang akan ada yang mencurinya untuk mempermalukan pemerintah jelas akan sangat sulit usaha yang harus ditempuh karena selain penjagaan gedung parlemen yang ekstra ketat juga karena prosedural sekali.

Kisah mug malang itu barulah terbongkar pada hari ini ketika sang kepala rumah tangga parelemen Australia meyampaikan kepada pers The Associated Press (AP) pada 21/5 (Senin). (sumber : http://www.palmbeachpost.com/news/mafia-style-end-for-australias-flawed-obama-mugs-2368770.html).

Beberapa kalangan di Australia menilai pemusnahan mug ini tak ubahnya seperti cara mafia menguburkan korbannya. Tak cukup dihancurkan, bahkan mengecornya dengan cara cepat, seperti yang diutarakan oeh salah satu senator John Faulkner.

Jadi berhati-hatilah menuliskan nama seseorang jika tidak mau menanggung malu seperti pemerintah Australia meskipun cara dan gaya menangani pemusnahan mug tersebut dianggap sangat berlebihan. Tapi begitulah cara orang (bangsa -red) lain menghilangkan rasa malu dan penyesalan mendalamnya.

Bagaimana ditempat kita, cara mengatasi rasa malu? Sama juga, bukan...? hehehehe

Salam Kompasiana

abanggeutanyo

Abanggeutanyo

/abanggeutanyo

TERVERIFIKASI (HIJAU)

Pengamat itu : Mengamati dan Diamati
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?