Aamir Darwis
Aamir Darwis

Kunjungi saya di www.aamirdarwis.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Cerpen

Kisah Sarpin dan Saimun: Lembaran Pada Lebaran

14 September 2017   16:33 Diperbarui: 14 September 2017   17:55 68 0 0

Malam hari tiba kembali,Sarpin & Saimun bersiap ngaji lagi bersama Mbah Kyai Sengkelat.Tetapi entah kenapa yang akan dibahas malah kalimat minal aidin wal faizin,padahal sekarang kan belum lebaran.Mereka pun agaknya keheranan tetapi meskipun begitu mereka tetap saja mencatat dawuh dari Mbah Kyai Sengkelat.

"Jika sehabis puasa dan datang lebaran kita sering mendengar ucapan Minal aidin wal faizin yang kemudian disangkakan berarti mohon maaf lahir dan batin,padahal tidak demikian.Iniperlu diluruskan.Bukan berarti menolak kalimat ini tetapi memang yang diucapkan Rosululloh adalah Taqobalallahu minna wa minkum yang diartikan semoga Allah menerima amal-amal yang telah aku dan kalian lakukan.Dicari di kitab kuning apapun tidak ada,kalimat itu adalah strategi ulama jaman dahulu yang sangat brilian.Itu juga termasuk do'a. Minal aidin wal faizin berarti semoga menjadi orang yang kembali ke fitrah ( dibuktikan dengan berpuasa Ramadhan dengan niat karena Allah SWT sehingga saat lebaran sudah bersih seperti bayi yang baru lahir artinya tanpa dosa) dan semoga menjadi orang yang beruntung.Jadisekarang tidak usah ribut-ribut lagi ,dibaca dua-duanya lebih bagus karena itu semua termasuk do'a."

Tiba-tiba Saimun ingin bertanya,
"Mbah Kyai,Di Alqur'an bukannya tidak ada kata Faizin tetapi Faizun.Disebutkan empat kali salah satunya di Surat Hasyr ayat 20 .Huruf Fa di AlQur'an ada 8740.Kok jadi faizin,Mbah Kyai ?"

Mbah Kyai Sengkelat menjawab,
"Memang benar,Mun.Di Alqur'an tertulis faizun.Lagi-lagi ini kan masalah akhiran,biar enak didengar Mun.Dan yang terpenting syarat-syarat faizin itu kamu harus tahu.Ada empat : 1.Harus mengikuti Allah 2.Harus mengikuti Rosululloh 3.Harus takut dengan Allah 4.Harus bertaqwa kepada Allah.Itulah syarat-syaratnya menjadi faizin. DiAlqur'an juga ada perintah untuk sholat bareng-bareng (berjamaah) bukan hanya sholat tok artinya penekanan untuk berjamaah lebih dikuatkan.Perintah zakat juga bukan hanya untuk zakat saja,ada akibatnya yakni bagaimana yang berzakat bisa menghilangkan sifat kikir alias pelit.Demikian juga perintah berpuasa bukan hanya berpuasa saja tetapi harus mendapatkan hasilnya puasa yakni menjadi orang yang bertaqkwa.Penekanan-penekanan semacam ini jelas mengindikasikan bahwa goalnya harus semakin bertaqwa dan beriman kepada Allah."

Mbah Kyai Sengkelat meneruskan,
"Aqiqah selalu identik dengan kambing.Padahal fokusnya harusnya bukan seperti itu saja.Artinya ada prosesi lainnya yakni prosesi mencukur rambut bayi kemudian rambut bayi itu dikumpulkan dan ditimbang dan disunahkan bersedekah menggunakan perak sesuai berat timbangan rambut bayi tersebut.Banyak hikmah beraqiqah :Menghidupkan Sunah Nabi,Mengandung unsur perlindungan dari syaitan,Akikah juga sarana syukur atas pemberian seorang anak oleh orangtua dan masih banyak lagi."

"Ada cerita, kisahnya Abu Yazid Al Bustami yang nama kecilnya adalah tayfur, saat membeli buah di luar negerinya.Sehabis pulang ternyata ada semut yang menyelimuti buah-buahan tadi.Sebab takut kepada Allah karena telah mendzolimi semut karena semut jadi kehilangan saudaranya maka beliau balik lagi ke luar negeri untuk mengembalikan semut tersebut.Inilah contoh orang yang sangat teliti dengan amal dan perbuatannya sampai hal perihal semutpun ia pikirkan."

"Ada lagi kisah dari Sahabat Rosululloh yakni Thalhah bin Ubaidillah.Sahabat Nabi yang terkenal akan kedermawaannya ini pernah menyedahkan seluruh tanahnya gara-gara melalaikannya dari sholat.Kejadiannya waktu sholat beliu ini melihat seekor kupu-kupu maka sebab takutnya kepada Allah maka ia sedekahkan seluruh tanahnya tadi.Banyak kisah-kisah akan kedermawanan dari thalhah.Pertanyaannya,sanggupkah kita mencontohnya minimal ya jika ada kotak infaq ya kita isi,ada pembangunan masjid ya kita bantu,ada orang fakir miskin ya kita bantu.Yang penting mau membantu saja itu sudah lumayan."

"Ada kisah lagi dari Ibnu Arabi.beliau menerima hadiah rumah dari penguasa nasrani.Tiba-tiba ada pengemis minta makanan kepadanya,berhubung dia belum dapat makanan dan yang ada hanya rumah maka diberikanlah rumah tersebut kepada pengemis tadi.Inisungguh luar biasa dan tidak akan bisa diterima nalar manusia sekarang yang cenderung matrealistis.Hal yang dilakukan Ibnu Arabi menunjukan betapa dermawannya beliau bahkan sampai rumahpun diberikan kepada pengemis."

Tampaknya ngaji Mbah Kyai sengkelat dicukupkan dulu,Mbah Kyai Sengkelat ada keperluan khusus dengan Sarpin tentang Bagaimana keadaan Kerajaan BlimbingWesi.Akankah kerajaan itu bisa diambil oleh Sarpin dan Saimun ?