Tika Cb
www.kompasiana.com/Tikacb
| Tulisan | : | 162 artikel |
| Komentar | : | 507 tanggapan |
![]() |
![]() |
Kirim Pesan | |
![]() |
|
Jadikan Teman | |
![]() |
Google+ | ![]() |
Laporkan |
jika aku adalah waktu untukmu maka jadikan aku detik-detik terindah ditiap tetes aliran darahmu jika aku adalah waktu untukmu maka jadikan aku menit-menit termakna pada alunan denyut nadimu jika aku adalah ...
bergulir waktu pada perputaran masa gelisah menanti musim dan cuaca dianak-anak angka entah seperti apa uraian tubuh digiring zaman menjadi tamu pada ruang hati mengkusam . langit jiwa tak letih ...
lihatlah tanah pertiwi itu telah meretak dan meruntuh dikeruk sesuka hati tanpa melihat akibat terjadi . isi alam kian gersang banyak gedung menjulang udara bersih tunggang langgang diburu polusi yang menggarang . lihatlah tanah pertiwi ...
detik waktu mengantar hati bertemu dua jiwa pada ruang-ruang sunyi dihamparan malam tak mengenal siapa kau sang penggores rasa aksaramu mengurai sebagai penembang kerinduan bagaikan musafir cinta mencari arti ...
detik-detik waktu terus berdetak musim silih berganti singgah pada detak jantung penghujung watku kan gugurkan angka-angka pada kehidupan asa dan mimpi masih bersimpuh dikakiNya . perjalanan dan waktu telah urai ...
Hari ini adalah hari ibu, saat ingin rangkai cerita curahan kasih sayang ibu, seakan jari jemari terhenti, rasa pilu kembali hadir dalam ingatan, membaur semua ...
airmata itu tak henti menetes sesakkan jantung mendetak bulir-bulir pecah berhamburan . bening-bening hangatnya mengalir perlahan menuju lautan do’a membentuk karang rapuh . airmata itu tak henti menetes membelah keheningan diantara erangan lirih tergugu ngilukan ...
oleh : Tika cb ( No.89) Jam ditanganku sudah mulai menunjukkan tepat angka duabelas, rasanya waktu begitu lambat berjalan dengan pekerjaan yang setiap hari rutin aku ...
telah kau baca seluruh riwayat tubuhku telusuri hingga rongga nadi tersebunyi pahami diantara gelisahmu kau mengerti diantara kesahku waktu menguji tulus kasih dimusim-musim berganti kau tetap tegak dipanji cintamu jadi sandaran jiwa ...
telah berjam-jam duduk dibangku ini, yang sedari pagi juga menunggu kabar tubuhnya “sedang apakah kau disana..”kataku lirih sagat lirih tak ada berita pun tanda-tanda langkahmu datang seperti biasa dimana ...