(B.J.Habibie) MH-370 Meledak Berkeping-keping di Atas Ketinggian 10 KM

23 Maret 2014 13:35:35 Dibaca :

Raibnya pesawas malaysia MH-370 masih menimbulkan misteri bagi dunia. Semua negara yang terlibat menfokuskan diri untuk mencari dimana lokasi pesawat berada. Informasi sekecil apapun difollow-up seintensiv mungkin. * Pemerintah Malaysia pun terlihat putus asa. Terbukti dengan pernyataan yang berubah-ubah dari mereka. Tuduhan-tuduhan spekulasi yang ekstrem pun terlontar, seperti pesawat dibajak penumpang atau dibajak oleh pilotnya sendiri. Indonesia pun masuk kena imbasnya. Dituduh Malaysia, militer Indonesia menyembunyi radarnya tentang pesawat MH-370. * Namun begitu pemerintah Malaysia perlu menyikapi serius pernyataan Pak Habibie. * Siapapun pasti tahu profil Prof. BJ Habibie, putra bangsa menbanggakan, mantan presiden luar suku jawa, penemu teori penerbangan Habibie Factor/faktor Habibie, yang mana teori beliau itu sangat bermamfaat bagi kedirgantaraan dunia. Dengan keilmuannya beliau mampu menjabarkan secara sedetail-detailnya bagaimana sebuah air-plane meledak. Dari awal sampai akhir. * Meski pernah menuduh beliau pengkhianat bangsa Indonesia, Malaysia perlu mendengar apa yang distateman-kan Habibie. Beliau berstateman bahwa pesawat MH-370 hancur berkeping-keping di atas ketinggian 10 km di atas laut. * Berikutnya pernyataan beliau : * "Saya yakin pesawat yang dicari itu tidak akan ditemukan, karena pesawat terbang itu meledak berkeping-keping di atas ketinggian 10 kilometer," * "Saya tidak bisa katakan apakah disebabkan dari sayap atau mesin pesawat karena kasihan pada pihak yang membuat komponen tersebut," * "Namun dia (pilot) baru melihat deteksi pada monitor lalu meledak. Mungkin karena itu pilot tidak sempat mengontak dan tidak sempat melaporkan kondisi SOS," * "Kalau spekulasi pesawat berubah arah, kemungkinan besar pilot melihat pada board glass, ada informasi mengenai sesuatu yang tidak beres di pesawat." * "Apabila pesawat itu meledak di ketinggian 10 kilometer maka berkeping-keping dan terlempar tidak satu arah." * Namun beliau menambahkan lebih lanjut, bahwa penjelasan rekaman kejadian yang sebenarnya apa penyebab kejadian pesawat sebenarnya harus menemukan black-box dulu. * Sumber : liputan6 *

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?