Lihat ke Halaman Asli

Ahmad ZakySolakhudin

Seorang pujangga pencari sesuap nasi

Pukul Syaraf- Ternak Ayam Bangkok (Analisis Usaha)

Diperbarui: 18 Januari 2021   02:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bisnis. Sumber ilustrasi: PEXELS/Nappy

"kukuruyuk......" Ayam Bangkok sudah sangat familiar dikalangan pecinta ayam aduan di hamper seluruh penjuru tanah air. Sesuai dengan namanya "Bangkok"  ayam ini berasal dari negeri seribu pagoda, yak benar Thailand, postur tubuh dan memiliki sifat petarung dan tak mau mengalah ini telah diakui memiliki kualitas yang bagus untuk aduan, seperti ayam liar yang sanggup bertarung untuk mempertahankan daerah kekuasaanya.

Tingginya penghobi unggas terhadap jenis ayam Bangkok menjadikan peluang bisnis yang semakin terbuka. Umumnya ternak ayam Bangkok dikhususkan untuk meneruskan garis keturunan ayam Bangkok yang berprestasi.

Ayam Bangkok dibagi menjadi 7 kelompok sesuai dengan warna bulu yang melekat pada tubuhnya. Berikut jenis-jenis ayam Bangkok, antara lain :

  • Ayam Bangkok Putih      : memiliki dasar warna bulu putih
  • Ayam Bangkok Wiring     : memiliki dasar warna hitam lengkap dengan ekok berwarna kuning kemerahan
  • Ayam Bangkok Wangkas : sama dengan ayam Bangkok wiring
  • Ayam Bangkok Jali           : memiliki warna blirik atau bisa disebut campuran berbagai warna
  • Ayam Bangkok Klawu     : memiliki warna dasar abu abu
  • Ayam Bangkok Blorok    : memiliki warna bulu bertotol dari berbagai kumpulan warna
  • Ayam Bangkok Jragen    : memiliki warna hitam pekat

Untuk memulai bisnis ayam Bangkok, pastikan kita melakukan analisis terlebih dahulu mengenai potensi, keuntungan dan resiko yang ada. Mulai dari perencanaan tentang pemasaran produk, target konsumen, serta peralatan yang diperlukan dalam usaha budidaya.

Kemudian jika perencanaan sudah ditentukan apabila kita tidak punya modal bagaimana bisa bisnis ternak ini berjalan. Jika dapat dikira kirakan dibutuhkan modal awal kurang lebih sekitar 10 juta rupiah untuk kadang dan pembelian peralatan, antara lain ayakan, terpal, timba, selang, timbangan, wadah pakan dan minum. Akan tetapi biaya tersebut bisa diminimalisir dengan pembuatan sendiri.

Setelah menetapkan modal yang harus dipenuhi kemudian kita beranjak ke biaya perawatan, variable & operasional. Menjalankan sebuah usaha tak luput dari pengurangan investasi awal untuk biaya biaya yang diperlukan ketika usaha berjalan. Untuk biaya variabel tidak lepas dari kebutuhan listrik, pakan, vaksin, air dan sebagainya. Sedangkan untuk operasional untuk perawatan yang dilakukan oleh karyawan atau pekerja

Proses terakhir yang ditunggu-tunggu yakni menghitung pendapatan/ keuntungan. Keuntungan yang diperoleh dari ternak ayam Bangkok cukup menggiyurkan. Dengan sasaran penghobi, maka harga ayam ini cenderung gelap, jika berprestasi maka hujan uang dapat anda rasakan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline