Lihat ke Halaman Asli

Dr. Yupiter Gulo

TERVERIFIKASI

Dosen, peneliti, instruktur dan penulis

Mana yang Lebih Utama, Dari Dalam atau Dari Luar?

Diperbarui: 20 Juni 2018   16:05

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ilustrasi: gumtree.co.za

Dikhotomi dari luar atau dari dalam merupakan keniscayaan dalam kehidupan manusia. Sama halnya dengan adanya siang atau malam, baik atau buruk, laki-laki atau perempuan. Keduanya saling meniadakan dan tidak bisa hadir dalam waktu yang bersamaan. Pilih dari dalam berarti yang dari luar ditiadakan. Ketika seseorang memiliki jenis kelamin perempuan maka pada saat itu juga tidak bisa mengklaim bahwa dia berjenis kelamin laki-laki. Pada saat malam menjelang maka siang hari menghilang.

Kalau demikian, mana yang lebih penting, yang berasal dari dalam atau yang datang dari luar?  Yang dimaksudkan adalah kekuatan mana yang memberikan kehidupan, apakah yang datang dari dalam diri seseorang atau yang bersumber dari luar kehidupan seseorang ?

Ada pesan bijak yang mengatakan bahwa "apabila telur dipecahkan dengan kekuatan yang datang dari luar maka dipastikan akan hancurlah telur itu dan kehidupan tidak akan muncul dari dalamnya, tetapi apabila telur itu dipecahkan dengan kekuatan yang datang dari dalam maka yang akan muncul adalah sebuah kehidupan". 

Pesan bijak yang sangat sederhana ini tetapi memiliki makna yang sangat mendasar. Yaitu, sebuah telur tidak dapat dipaksakan menetas dengan kekuatan dari luar, tetapi telur akan menetas pada waktunya dengan kekuatan yang datang dari dalam telur itu sendiri, hingga mampu memecahkan dinding telur dan akan keluar "anak yang hidup".

Kata kuncinya adalah anak yang hidup keluar dari telur, memiliki kehidupan yang menjadi awal dimulai perjalanan hidup di dunia yang penuh dengan tantangan dan rintangan untuk membentuk hidup dan kehidupan yang semakin kuat dan matang.  

Hidup hanya bisa bertumbuh bila dimulai dari dalam dan bukan dari luar. Kekuatan yang datang dari luar, selamanya akan menjadi faktor yang menguji kekuatan dan kematangan hidup. 

Kemungkinannya memang ada dua, yaitu tantangan dan rintangan bisa saja melemahkan dan bahkan mematikan kehidupan itu, atau dan ini yang diharapkan, yaitu hidup semakin kuat, bertumbuh dan berkembang menjadi kehidupan yang baik dan berhasil.

Keasadaran dan pemahaman yang betul tentang hal itu harus dialami oleh setiap orang. Sebab, banyak orang yang gagal, terpuruk bahkan lebih fatal lagi hidup sampai hancur lebur berkeping-keping, kemudian mencari kambing hitam dan menyalahkan pihak lain, orang lain dan kekuatan dari luar yang lainnya, dan merasa tidak melakukan kesalahan apa-apa dalam kegagalan itu. 

Yang terjadi sesungguhnya adalah bahwa seseorang tidak mampu memperkuat dan mengembangkan sumber kehidupan yang ada didalam dirinya sendiri, dan berharap kekuatan dari luar yang menghidupkannya. Ini tidak benar dan selamanya tidak akan menolong sesorang untuk menjadi lebih kuat dan berhasil.

Bila meenggunakan cara berpkir strategis, maka yang mau dikonkritkan adalah bahwa Kekuatan atau Streng dan Kelemahan atau Weakness sumbernya datang dari dalam diri seseorang dan bukan dari luar. 

Seseorang harus memahami dan mengenal serta mampu mengidentifikasi aspek-aspek apa saja yang menjadi kekuatannya dan Kelemahan yang dimiliki. Semakin seseorang memahami dirinya secara benar maka dia mampu mengenali apa yang menjadi kekuatan dan kelemahan yang dimilikinya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline