Lihat ke Halaman Asli

Mencegah Diare dengan Makan Yoghurt

Diperbarui: 17 Juni 2015   18:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Parenting. Sumber ilustrasi: Freepik

Musim hujan sudah tiba! Ya, belum merata sih, seperti di area tempat tinggal saya, hujan hanya turun lima menit di malam hari. Padahal saya penggemar hujan walau jarang hujan -hujanan. Suara hujan turun dan aroma dari tanah yang dibasahi air hujan itu memberikan sensasi luar biasa belum lagi udara yang panas bisa berubah lebih adem.

Secara kita tinggal di negara 2 musim begini, pergantian musim kudu dipersiapkan agar badan tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang gak - gak.

Penyakit yang jelas banget sering muncul saat pergantian ke musim hujan dan nantinya pergantian ke musim kemarau adalah diare. Duh, ini penyakit yang bener - bener super ribet. Datang tak diundang *yaiyalah,mana ada penyakit yang diundang?* dan bisa bikin segala rencana berantakan.

Secara saya hobinya makan apa saja dan dimana saja yang penting enak, maka kudu mempersiapkan pergantian musim ini dengan cara bijaksana *ahemm*. Saya baca- baca deh gimana supaya terhindar dari yang satu ini. Ternyata simple aja, dengan minum yoghurt.

Hmmm, tunggu dulu. Yoghurt kan dari susu. Bukankah susu memperparah urusan 'ke belakang' terutama untuk mereka yang gak bisa menerima laktosa di dalam tubuh?

Ternyata, kultur bakteri yang ditambahkan di dalam susu saat pembuatan yoghurt, membuat yoghurt memiliki nilai plus - plus. Tubuh kita terdiri dari banyak bakteri baik. Bakteri baik ini kudu dijaga kelangsungan hidupnya  bukan dengan cara membasminya. Yoghurt membantu menjaga keseimbangan baik bakteri di dalam tubuh dan  mengembalikan populasi bakteria tersebut dengan cara lebih cepat.

Apakah semua yoghurt beneran bisa membantu mencegah terjadinya diare? Hmmm, ada syarat dan ketentuan disini. Syarat dan ketentuannya cuma harus ada tulisan bakteria hidup atau probiotik di dalam yoghurt. Secara bakteri ini biasa ditambahkan saat proses fermentasi dan hilang saat proses pemanasan. Beberapa pembuat yoghurt biasanya menambahkan probiotik setelah proses selesai.

Mengkonsumsi yoghurt ini selain bisa untuk pencegahan dari diare juga bisa untuk mengobati. Saya pribadi sih, lebih baik mencegah daripada mengobati. Secara kalau udah kena, bisa berabe urusan makan - makan. hehehe.

Selain itu, yoghurt ini dapat dikonsumsi oleh siapapun, dari anak kecil hingga orang berumur. Saya pribadi melihatnya, rasa asam - manis dari yoghurt membuat produk ini lebih disukai anak kecil dibandingkan susu yang hambar rasanya (kecuali susu yang diberikan gula).

Dalam keadaan dingin, yoghurt jauh lebih enak dibandingkan saat dalam keadaan suhu ruangan. Karena adanya bakteri probiotik di dalam yoghurt maka kebanyakan yoghurt kadaluarsa dalam waktu singkat. Ini semua demi menjaga kualitas dan keefektifan dari yoghurt tersebut.

Kalau yang belum terbiasa makan yoghurt gimana? Seperti yang saya tuliskan sebelumnya disini , dengan segala manfaat yang ada plus dengan tambahan mencegah diare, apa masih keukeuh gak mau coba makan  yoghurt?

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline