Lihat ke Halaman Asli

Lavrov Pulang Lebih Awal dan Batik Para Pemimpin G20

Diperbarui: 16 November 2022   11:25

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Berkemeja batik Presiden FIFA Giovanni Infantino , Justin Trudeau (tengah) dan Rishi Sunak menghadiri makan malam di  KTT G20. | Foto: Kay Nietfeld/dpa

Ada hal yang menarik di KTT G20 Bali, para Kepala Negara memakai batik tradisional Indonesia untuk makan malam  selasa malam.PM Kanada Justin Trudeau dan PM Inggris Rishi Sunak tampak antusiasme dengan penampilan mereka. Begitu juga Sergei Lavrov, Xi Jinping dan Narendra Modi juga mengenakan batik  

Pada jamuan makan malam yang meriah di Taman Budaya Garuda-Wisnu-Kencana, banyak kepala negara yang mengenakan baju batik tradisional Indonesia. 

Sejumlah politisi menampilkan diri dengan penampilan batik tradisional Indonesia, tampak PM Inggris Rishi Sunak bergaya. | AFP


Penampilan Justin Trudeau   dalam kemeja batik  memicu tepuk tangan dari para jurnalis. Begitu juga Perdana Menteri Inggris  Rishi Sunak memicu lebih banyak kegembiraan dengan kemeja merah. 

Bukan itu saja, Elon Musk, yang terhubung melalui video, tampil dengan batik.

 Sergey Lavrov menarik perhatian di G20 namun pulang lebih awal ke Rusia. | REUTERS

Menteri Luar Negeri Sergey Lavrov . Sejak kedatangannya di Bali, telah menjadi perbincangan  dengan rumor tentang kesehatannya - dia dikatakan telah dirawat di rumah sakit karena masalah jantung.Namun   sebuah video yang menunjukkan dia dengan Apple Watch, iPhone dan mode terbaru dari AS .

Karena perang Rusia melawan Ukraina, mata pertemuan 20 negara industri, perhatian  terfokus pada Lavrov, yang hadir menggantikan Vladimir Putin.

Menteri luar negeri Rusia itu tidak menghadiri makan siang resmi para kepala negara namun berpidato pada sesi kerja kedua KTT.

Lavrov kembali ke Rusia pada malam hari sebelum KTT berakhir.
Namun dia mendengarkan kritik tidak nyaman dari perang Ukraina dan setelah  pernyataan bersama tercapai, kepala diplomat Rusia pergi.

Pesawat dengan delegasi Rusia meninggalkan pulau Bali Indonesia pada malam hari dimana  Pertemuan G20 sebenarnya berakhir pada Rabu.

 "Kita harus mengakhiri perang," kata tuan rumah KTT Indonesia Joko Widodo setelah menyapa Lavrov dengan senyum hangat.

Tidak seperti pertemuan menteri luar negeri di Bali pada bulan Juli, Sergei Lavrov tidak menghindari kritik - dia bahkan tetap berada di kamar selama pidato video panjang oleh Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline