Lihat ke Halaman Asli

Yonathan Christanto

TERVERIFIKASI

Karyawan Swasta

"Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini", Surat Cinta untuk Keluarga yang Terasa Hangat dan Personal

Diperbarui: 3 Januari 2020   20:33

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Film NKCTHI (sumber: wartakota.tribunnews.com / Visinema Pictures)

"Dunia itu berputar bukan hanya untuk kamu. Jadi, jangan egois"- NKCTHI

Setiap keluarga pasti memiliki cara masing-masing untuk saling menyampaikan rasa kasih sayangnya. Namun setiap keluarga juga memiliki rahasia, persis seperti apa yang menjadi tagline pada poster film ini.

Semua cara tersebut tak lain dilakukan demi terciptanya kedamaian dan kebahagiaan dalam keluarga. Meskipun mungkin beberapa di antaranya mengharuskan kebenaran harus tertutupi agar kebahagiaan tersebut bisa hadir di tengah-tengahnya.

Nanti Kita Cerita Tentang Hari atau NKCTHI lantas mencoba menangkap fenomena konflik batin nan emosional dalam keluarga tersebut pada sebuah medium gambar bergerak yang mempesona sekaligus memiliki makna yang dalam dan terasa personal.

Visinema dan Angga Dwimas Sasongko lantas memberikan para penonton sebuah sajian bergizi di awal tahun sekaligus film pembuka tahun yang begitu indah, sederhana namun juga sarat makna.

Film ini diangkat dari graphic book best seller karya Marchella FP. Di mana sebelum berbentuk sebuah buku, NKCTHI sudah lebih dulu aktif di Instagram dengan membagikan banyak quotes inspiratifnya sekaligus menghidupkan diskusi harian kepada para followers-nya.

sumber: Kompas.com / Visinema Pictures

Di film, NKCTHI kemudian mencoba 'menghidupkan' pesan-pesan inspiratif tersebut dan saling mengaitkannya satu sama lain hingga membentuk satu cerita utuh dalam wujud keluarga Narendra (Donny Damara) dan istrinya, Ajeng (Susan Bachtiar). Beserta ketiga anaknya yang kini memasuki fase dewasa yaitu Angkasa (Rio Dewanto), Aurora (Sheila Dara) dan Awan (Rachel Amanda).

Menjadikan konflik dalam keluarga sebagai basis utama penceritaan tentu saja berpotensi menghadirkan kebosanan dalam penceritaannya. Apalagi jika keluarga yang ditampilkan adalah gambaran keluarga baik-baik saja, relate dengan kondisi keseharian dan memiliki konflik inti yang sejatinya cukup 'tricky' apabila didramatisasi.

Walaupun digambarkan berada pada kalangan menengah atas, namun keluarga Narendra digambarkan layaknya keluarga kita masing-masing dengan segala lika-liku dan naik turunnya kehidupan keluarga. Lengkap dengan problematika mengenai visi orangtua yang kadang berseberangan dengan keinginan anak.

Anak bontot yang merasa kebebasannya dikekang, anak tengah yang merasa kurang disayang, juga anak pertama yang merasa diberikan beban hidup yang terlalu berat, menjadi contoh bagaimana problem antar saudara kandung menjadi salah satu penggerak utama film ini. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline