Lihat ke Halaman Asli

Yoga Prasetya

Penjelajah

Kejutan dari Murid untuk Gurunya

Diperbarui: 4 Februari 2021   07:19

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Canva/Yoga Prasetya

"Mengapa kamu tampak bahagia, Al?" tanya Kays.

"Hari ini, kita akan membuat rencana spesial untuk Pak Yogs, guru bahasa Indonesia paling ganteng se-antariksa. Hehehe," ucap Aliyah.

***
4 Februari 2021

Seorang guru muda terlihat melangkahkan kaki dengan terburu-buru. Dia telat masuk ke kelas 8E karena baru saja membina lomba baca puisi tingkat nasional di perpustakaan. Sampai di depan pintu kelas, dia melihat anak-anak perempuan berkelahi.

"Eh... Eh... Eh... Setop! Amanda! Verda! Apa yang sedang kalian lakukan!" kata guru itu sembari melerai mereka.

Mereka tidak menjawab. Malahan Amanda dan Verda kini menangis lalu diam membisu. Siswa lainnya di kelas 8E ikut diam dan menatap si guru.

Pak Yogs yang jadi salah tingkah hanya bisa garuk-garuk kepala. Ada apa dengan kelas ini? Padahal, kelas 8E dikenal sebagai kelas paling disiplin dan rajin. Ya, di sekolah ini, antara murid laki-laki dan perempuan, kelasnya dipisah. Kecuali kelas khusus, seperti tahfiz, bilingual, dan olimpiade.

Hari ini seharusnya si guru menyampaikan materi baru tentang teks persuasi. Dia sudah menyiapkan materi ajar, mulai dari identifikasi teks persuasi hingga menyimpulkan isi teks persuasi. Namun, sepertinya kelas ini belum siap untuk pembelajaran.

Di tengah kesenyapan kelas, Azka, salah satu siswi yang duduk di bangku kiri paling belakang mendadak berdiri. Dia tampak pucat dan tatapan matanya kosong berjalan menuju arah pintu.

"Nduk Azka, mau ke mana?" tanya si guru.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline