Lihat ke Halaman Asli

Yandra Susanto

Guru terbaik adalah yang mampu merubah iblis jadi malaikat, merubah maling jadi ustad

Lemang Hitam: Tradisi Lebaran yang Tak Lekang oleh Waktu

Diperbarui: 30 April 2023   22:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tradisi. Sumber ilustrasi: UNSPLASH

Setiap Lebaran datang, masyarakat Indonesia di masing-masing daerah memiliki tradisinya tersendiri dalam merayakannya. Mulai dari asyiknya malam takbiran yang dirayakan dengan Pawai obor atau lomba menabuh beduk sampai atau dengan cara unik lainnya.

Di daerah kabupaten Solok terutama di Solok bagian selatan, lebaran adalah momen bahagia dengan berbagai perayaan lintas generasi. Di kecamatan Hiliran Gumanti, perayaan Lebaran itu dirayakan tidak hanya dengan berbagai kegiatan tetapi juga kuliner khusus lebarannya.

Secara umum, lebaran di Indonesia identik dengan ketupat. Dimana setiap keluarga akan berusaha menghadirkan juadah ketupat gulai sebagai hidangan khas lebaran, juga akan disajikan untuk tamu yang datang berkunjung.

Nah, di Hiliran Gumanti,kabupaten Solok umumnya. Ketupat bukanlah sajian lebaran satu-satunya.  Melainkan 'Lemang'. Lemang adalah makanan khas daerah yang terbuat dari adonan tepung beras hitam, kelapa dan Gula tebu.

Adonan ini di masukkan kedalam bambu yang di istilahkan dengan 'palamangan'. Bambu yang dipakai adalah jenis bambu tipis beruas panjang yang akrab disebut 'Sariak'. Setelah Sariak diisi dengan adonan, lalu bambu tersebut dipanaskan didekat api yang menyala besar.

Butuh waktu lama untuk menunggu lemang masak di perapian. Batangan bambu berisi adonan tepung beras hitam itu disusun berbaris dihadapan api. Sesekali diputar agar tidak masak sebelah. Warna bambu yang hijau akan berubah keputihan sampai lemang masak. Setidaknya butuh waktu setengah hari untuk semua proses sampai lemang bisa disajikan sebagai hidangan yang siap di santap.

Setelah matang, bambu akan dibelah untuk mengeluarkan isinya. Aroma khas dari lemang akan menggelitik hidung kita, lemang akan dipotong-potong menjadi beberapa irisan dan disajikan. Keren!

Bagi masyarakat Hiliran Gumanti, Nagari Sungai Abu, lemang Hitam bukan hanya sebagai hidangan lebaran biasa, tetapi memiliki nilai filosofi yang dalam sehingga makanan lebaran jenis ini masih ada walau berusia lebih dari ratusan tahun.

Diantara nilai filosofis Lemang adalah.

1. Dibuat dari beras hitam.

Mengingatkan bahwa manusia adalah makhluk yang di ciptakan dari tanah hitam yang busuk, yang memiliki potensi kebaikan dan keburukan.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline