Lihat ke Halaman Asli

Yana Haudy

TERVERIFIKASI

Ghostwriter

Alasan Mengapa Tarif Tol Trans Jawa Memang Harus Mahal

Diperbarui: 24 Februari 2019   18:11

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Travel. Sumber ilustrasi: PEXELS/Jcomp

Jakarta dan Surabaya sudah terhubung langsung oleh  Trans Jawa sepanjang 1167 kilometer.

Bagi orang yang biasa bepergian lewat jalur darat, apalagi yang nyetir, keberadaan tol Trans Jawa  menguntungkan. Jarak tempuh lebih cepat, nyetir tidak perlu lama-lama, dan bensin lebih hemat. Bensin hemat tapi bayar tolnya mahal, jadi gak hemat dong.

Menurut beberapa kalangan, tarif tol Trans Jawa mahal makanya sepi. Truk enggan lewat karena biaya angkutan jadi tambah mahal. Belum lagi rest areanya juga sepi karena tingginya harga makanan-minuman yang disebabkan harga sewa tempatnya mahal.

Memang kalau dibandingkan tol Cikampek atau tol JORR (Jakarta Outer Ring Road) tol Trans Jawa memang sepi. Tapi saya sering lewat tol Trans Jawa dan tidak pernah sepi dalam artian banyak mobil, bus, dan truk lewat sana, bukan hanya beberapa kendaraan saja yang lewat. Rest area pun selalu ramai, kecuali diatas jam dua belas malam hingga subuh.

Halah, Malaysia saja akan menggratiskan jalan tol, kenapa Indonesia malah mahal?

Kita tidak tahu apa alasan Malaysia mau membiarkan masyarakatnya lewat jalan tol secara cuma-cuma, sebab memang tak ada berita berimbang yang mengulas hal itu, kecuali kita membaca media massa terbitan Malaysia langsung.

Sementara itu, ada alasan masuk akal kenapa tol Trans Jawa memang tarifnya harus mahal. Diantaranya adalah :

  1. Supaya kendaraan tidak menumpuk di tol sehingga tempat kuliner dan wisatai kota-kota pantai utara (juga selatan) Pulau Jawa tetap banyak pengunjungnya. Para sopir truk yang muatannya tidak cepat busuk juga bisa memilih lewat jalur non-tol sehingga "kebiasaan" mampir di warung-warung tetap bisa dilakukan. Kalau tarif tol murah, semua orang akan memilih lewat tol sehingga jalan tol malah jadi ramai dan macet. Kalau macet apakah masih bisa dibilang bebas hambatan?
  2. Lebih hemat untuk keluarga ekonomi menengah yang akan mudik. Bila ada lima anggota keluarga dan harga tiket pesawat masing-masing Rp1jt, maka butuh Rp5jt hanya untuk tiket. Sedangkan bila menggunakan mobil hanya butuh sekitar Rp2jt untuk bayar tol, bensin, dan makan dan jajan di rest area.
  3. Jalan tol adalah "jalan pintas" untuk orang yang menginginkan waktu tempuh lebih cepat. Ibarat first class di pesawat yang pelayanannya prima, jalan tol juga mahal karena menawarkan akses antar kota antar propinsi yang cepat dan bebas hambatan.

Yang jadi soal adalah apakah orang-orang dan lembaga yang teriak bahwa tarif tol Trans Jawa mahal pernah melewati jalan itu langsung atau tidak.

Kalau buat orang berduit tol Trans Jawa memang tidak terlalu ngaruh karena mereka mengutamakan pesawat untuk bepergian. Tiket pesawat yang mahal sudah pasti tidak masalah.

Sementara orang ekonomi pas-pasan biasanya memlih kereta ekonomi, kalau rumah mereka dekat dari stasiun. Kalau di kota-kota yang jauh dari stasiun, ada yang memilih naik bus karena begitu turun dari bus tinggal naik angkot atau ojek, tidak perlu jauh-jauh lagi sewa mobil atau taksi. Berarti mereka menerima jika tarif bus yang lewat Trans Jawa naik.

Keluhan soal tarif tol Trans Jawa yang mahal didengar kementerian perhubungan. Sang menteri bersama presiden sedang mengkaji penurunan tarif tol khusus angkutan logistik. Sementara besarnya penurunan tarif masih dibicarakan supaya investor tak rugi sekaligus tidak membebani masyarakat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline