Lihat ke Halaman Asli

Akhlis Purnomo

TERVERIFIKASI

Copywriter, editor, guru yoga

Hakidashisara: Mengelola Amarah dengan Menulis demi Kesehatan

Diperbarui: 27 April 2024   01:18

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ingin marah tapi tidak bisa? Coba metode hakidashisara dari Jepang. (Foto: pexels.com)

SIAPA yang pernah merasa marah terhadap seseorang yang kita anggap sudah menghina/ menyinggung harga diri kita tetapi tidak bisa meluapkan emosi kita pada orang tersebut?

Mungkin Anda adalah salah satu dari banyak orang yang sekarang menyimpan kemarahan dalam hati dan pikiran Anda.

Bisa jadi Anda menemukan orang yang menghina Anda ini dalam lingkungan kerja, sekolah/ kuliah, pergaulan antartetangga, atau juga hubungan dalam keluarga sendiri.

Akibat Menahan Amarah 

Menahan kemarahan sendiri bisa memicu dampak buruk pada kesehatan kita. Menurut hasil sebuah studi ilmiah oleh Mayo Clinic tahun 2008, memiliki dendam yang dipicu oleh kemarahan di masa lalu yang belum dilupakan sampai bertahun-tahun lamanya bisa menurunkan kesehatan secara umum, baik kesehatan fisik maupun mental.

Memaafkan seseorang bisa memberikan efek positif bagi tubuh dan pikiran terutama pada kondisi jantung dan sistem syaraf. 

Pada orang-orang yang memiliki dendam atau amarah yang tertahan, tekanan darah dan detak jantung mereka relatif lebih tinggi.

Tak cuma itu, otot-otot tubuh mereka juga lebih tegang dan mereka merasa lebih lemah dalam mengendalikan hal-hal dalam hidup ini.

Namun, hal itu berubah setelah mereka diinstruksikan untuk membayangkan bahwa mereka memaafkan orang yang telah menyakiti mereka.

Setelahnya, mereka ini merasa lebih rileks dan positif. Akhirnya perubahan itu pun terjadi. Tubuh lebih sehat karena tekanan darah dan detak jantung kembali ke normal.

Memaafkan juga membuat kondisi psikologis kita lebih baik, menurut ilmuwan.

Cara Melampiaskan Amarah Tanpa Berkonfrontasi

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline