Lihat ke Halaman Asli

Hendra Wardhana

TERVERIFIKASI

soulmateKAHITNA

Soto Gerabah Wakanda, Tersembunyi di Belakang Rumah Nh. Dini

Diperbarui: 22 Februari 2023   13:27

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sarapan soto gerabah di belakang rumah Nh. Dini pada Minggu (19/2/2023) (dok.pribadi).

Padang Ilalang itu membatasi halaman belakang rumah dengan sungai. Di sana saat ilalang dibabat, Nh. Dini untuk pertama kali melihat rupa orang Jepang yang datang sebagai penjajah.

Lewat belakang rumah pula, Nh. Dini bersama ibu dan para kakaknya berjalan membelah malam, menyeberang jembatan menuju kampung Batan untuk mengungsi saat pertempuran meletus di dekat Sekayu.

Lain hari ketika hujan deras mengguyur tanpa henti, sungai meluap menggenangi padang ilalang.  Sebuah kolam dadakan pun muncul di belakang rumah. Ikan-ikan dari sungai terjebak di sana. Dengan gembira, Dini kecil bersama kakak-kakaknya dan sang ayah memanennya sebagai lauk.

***

Kini, padang ilalang itu tak dijumpai lagi. Sementara rumah Nh. Dini masih berdiri di kampung Sekayu yang telah semakin padat. Terhimpit oleh pertumbuhan kota Semarang serta rumah-rumah yang berjejalan di kanan kiri lorong jalan sempit.

Padang ilalang di belakang rumah Nh. Dini telah berubah. Digantikan luasan tanah yang ditumbuhi rumput dan beberapa pohon. Mengambil beberapa petak, di atasnya berdiri pula bangunan rumah kos bercat merah muda. Sedangkan di sisi yang menjorok ke arah lorong jalan Sekayu telah ada kedai soto.

Kedai Soto Gerabah Wakanda menempati bekas garasi di sisi samping belakang rumah Nh. Dini (dok.pribadi).

Ibrahim di kedai Soto Gerabah Wakanda (dok.pribadi).

Di kedai itu, pada Minggu (19/2/2023) pagi saya menikmati sarapan usai bertamu ke teras rumah Nh. Dini dan berbincang agak lama dengan kemenakan sang sastrawati, Oeti Adiyati. Beliau adalah putri Heratih, kakak tertua Nh. Dini.

Tempat yang menjadi kedai soto merupakan bekas garasi di sisi kiri belakang rumah Nh. Dini yang menuju halaman belakang di mana dahulu terdapat padang ilalang. Oleh Ibrahim, garasi itu sekarang dimanfaatkan sebagai tempat meracik dan menyuguhkan soto khas Semarang.

Ibrahim berasal dari Pedurungan, Semarang Timur. Bersama sang istri yang bekerja di sebuah mal, sudah 7 tahun Ibrahim menempati rumah kos di belakang rumah Nh. Dini.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline