Lihat ke Halaman Asli

Veronika Gultom

TERVERIFIKASI

https://vrgultom.wordpress.com

Percaya Diri dan Bermental Baja dalam Menghadapi Senior yang Pola Pikirnya Tertutup

Diperbarui: 2 Agustus 2021   01:04

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi senioritas terhadap anak baru | Sumber: www.soupstock.in

Jika tidak ada para "senior" di suatu tempat, bagaimana jadinya orang-orang yang baru saja tiba di situ? Artinya mereka harus merintis dari nol.

Seorang fresh graduate, bagaimana pun juga masih membutuhkan bimbingan. Mereka mungkin lebih segar secara teori, namun secara praktek, masih butuh bimbingan. 

Teori di perkuliahan dan di tempat kerja bisa saja sama, namun implementasinya pasti berbeda. 

Di perkuliahan, implementasi teori-teori yang diterima dari pengajaran dosen hanya sebatas tugas-tugas (assignment), membuat karya sebagai bagian dari tugas akhir/skripsi, atau praktek kerja di suatu lembaga.

Di perkuliahan, kita tidak berhadapan dengan macam-macam orang dan macam-macam masalah yang menyebabkan teori itu tidak dapat begitu saja diimplementasikan. Kadang-kadang solusinya sepele tetapi harus berbelit-belit dulu. 

Nah di situlah kita semua perlu belajar (lagi). Dan bimbingan senior sangat dibutuhkan karena mereka lebih berpengalaman menghadapi orang-orang terkait dan sudah lebih dulu menghadapi masalah-masalah yang menghadang. Mengikuti bimbingan senior adalah hal yang penting, sekalipun Anda seorang yang berprestasi di sekolah.

Pengalaman saya sebagai programer--- profesi pertama yang saya tekuni, saya tahu bagaimana membuat program komputer, tetapi saat itu saya tidak tahu apa yang harus dibuat. 

Maka, pekerjaan saya tergantung kepada senior yang bertugas membuat design system. Itu pun saya hanya membuat sesuai design saja karena saya belum mengerti bagaimana sistem itu nantinya akan dipakai. 

Ketika program keseluruhan selesai dibuat dan tiba saatnya implementasi, ternyata ada banyak masalah yang memang tidak disebutkan dalam design yang menjadi acuan pekerjaan saya. 

Masalah-masalah itu hanya dapat dimengerti oleh orang yang sudah berpengalaman saja. Bahkan kadang-kadang permasalahannya bukan pada hasil kerja itu sendiri, tetapi bisa juga pada manusianya. Misalkan orang-orang yang menentang implementasi sistem karena takut pekerjaannya digantikan oleh komputer.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline