Lihat ke Halaman Asli

Vadia Yuvita

Salah satu mahasiswa di Universitas swasta di kota Malang

Merdeka Belajar Transfigurasi untuk Generasi Alpha

Diperbarui: 4 Juli 2021   20:54

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

                                 

Abstrak: Artikel ini membahas tentang apa yang dimaksud dengan merdeka belajar yang sesungguhnya.  Merdeka belajar merupakan program kebijakan baru dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri  Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Anwar Makarim. Pendidikan merdeka belajar merupakan respon terhadap kebutuhan sistem pendidikan pada era Revolusi Industri 4.0. Merdeka belajar adalah sebuah gagasan yang membebaskan para guru dan siswa dalam menentukan sistem pembelajaran. Pendidikan di Indonesia selama ini hanya menekankan pada aspek pengetahuan dari pada aspek keterampilan. Merdeka belajar juga menekankan pada aspek pengembangan karakter yang sesuai dengan nilia -- nilai bangsa Indonesia. Ki Hadjar Dewantara memandang pendidikan sebagai pendorong bagi perkembangan siswa, yaitu pendidikan mengajarkan untuk mencapai perubahan dan kebermanfaatan bagi lingkungan sekitar. Merdeka belajar merupakan salah satu bentuk implementasi nilai -- nilai pembentuk karakter bangsa dimulai dari pembenahan sistem pendidikan dan metode belajar.

Kata kunci: Merdeka Belajar; Nadiem Anwar Makarim; Pendidikan Berkarakter; Ki Hadjar Dewantara.

PENDAHULUAN

Pendidikan merupakan suatu proses untuk mendewasakan manusia dan memanusiakan manusia. Keberhasilan proses pendidikan sangat tergantung dengan beberapa faktor. Faktor - faktor pendidikan itu adalah pendidik, anak didik, materi, metode, dan sarana prasarana. Pendidikan memiliki tujuan untuk mencetak generasi yang cerdas dalam karakter yang berbudi baik. Tidak hanya itu, pendidikan juga mendorong perubahan menuju hal yang lebih baik dari generasi ke generasi. Melalui pendidikan ini, diharapkan dapat melahirkan hal- hal yang inovatif, kreatif serta mencetak generasi yang mampu membawa perubahan. Ki Hajar Dewantara memiliki konsep tentang pendidikan yang didasarkan pada asas kemerdekaan, yang memiliki arti bahwa manusia diberi kebebasan dari Tuhan Yang Maha Esa untuk mengatur kehidupannya dengan tetap sejalan dengan aturan yang ada di masyarakat. Siswa harus memiliki jiwa merdeka dalam artian mereka secara lahir dan batin serta tenaganya. Jiwa yang merdeka sangat diperlukan sepanjang zaman agar bangsa Indonesia tidak didikte oleh negara lain. Ki Hajar Dewantara memiliki istilah sistem among, yakni melarang adanya hukuman dan paksaan kepada anak didik karena akan mematikan jiwa mereka serta mematikan kreativitas nya(Dwiarso,2010). Belum lama ini, menteri Pendidikan dan kebudayaan meluncurkan gerakan baru "Merdeka Belajar" yaitu kemerdekaan dalam berpikir. Dalam perubahan kurikulum pendidikan ini, diharapkan bisa merubah tatanan masa depan untuk pemuda - pemuda Indonesia dalam menyikapi perubahan yang akan datang.

PEMBAHASAN

Merdeka belajar adalah kemampuan berpikir siswa yang kreatif dalam mencari pengetahuan dari berbagai sumber. Siswa bisa bebas memilih belajar dari berbagai sumber belajar dan bebas dari tekanan. Merdeka belajar menjadi salah satu program inisiatif dari menteri pendidikan yang ingin menciptakan suasana belajar yang bahagia, baik bagi murid maupun para guru. Ada empat pokok kebijakan baru "merdeka belajar" Kemendikbud RI yaitu : Ujian Nasional (UN) akan diganti oleh asesmen kompetensi minimum dan survei karakter, ujian sekolah berstandar nasional (USBN) akan diserahkan ke sekolah, penyederhanaan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP), dalam penerimaan peserta didik baru (PPDB), sistem zonasi diperluas (tidak termasuk daerah 3T).

Tujuan dari merdeka belajar adalah agar para guru, siswa serta orang tua bisa mendapatkan suasana yang menyenangkan. Diharapkan dari merdeka belajar guru dan siswa dapat merdeka dalam berpikir sehingga hal ini dapat diimplementasikan dalam inovasi guru dalam menyampaikan materi kepada siswa, tidak hanya itu siswa juga dimudahkan dalam belajar karena siswa dimudahkan dalam berinovasi dan kreativitas dalam belajar. Sejalan dengan konsep mereka belajar yang digagaskan oleh Kemendikbud bangsa Indonesia juga memiliki tokoh pelopor pendidikan, yakni Ki Hajar Dewantara yang sering kita kenal sebagai bapak pendidikan melalui gagasan dan pemikiran beliau pendidikan di Indonesia menjadi lebih terarah dan memiliki pondasi yang lebih jelas. Salah satu tujuan dari pendidikan di Indonesia, yaitu pentingnya generasi yang cerdas dan berkarakter. Fungsi dari program merdeka belajar yaitu : diharapkan bisa membuat suasana kelas menjadi lebih menyenangkan dan bahagia, hal ini tentunya akan mempengaruhi kualitas pembelajaran lebih baik. Suasana belajar yang menyenangkan bukan saja dapat meningkatkan semangat belajar siswa, melainkan juga para guru hingga orang tua pun bisa merasakannya.

img-20210704-204336-60e1bda906310e54000f49b2.jpg

Konsep merdeka belajar ini mendatangkan 10 manfaat yang didapat oleh guru antara lain: mengurangi beban guru, diserahkannya RPP, menciptakan belajar lebih menyenangkan, bebas berekspresi, meningkatkan kompetensi guru, kemerdekaan guru, tidak menuntut siswa menjadi sama, mendukung inovasi guru dalam mengajar, guru penggerak dan penghapus UN. Adapun dampak positif untuk anak didik yaitu : yang pertama dari segi sama rata, kurikulum ini akan sangat membantu peserta didik di wilayah-wilayah terpencil mereka tidak lagi harus ketinggalan dengan murid yang ada di kota maupun daerah yang mumpuni, adanya keseimbangan sama rata dalam segi kualitas belajar, pengambilan nilai tidak serta-merta hanya mengendalikan essay di akhir, kurikulum merdeka belajar ini juga mampu meningkatkan kejiwaan dan mental yang lebih sehat dan itu mempengaruhi proses belajar mengajar. Tekanan secara psikologis bagi siswa akan berkurang karena asesmen dilakukan di berbagai kesempatan dengan kebebasan waktu yang diatur dan dengan beragam cara untuk menunjukkan kompetensi siswa. Dan dampak positif untuk orang tua yaitu : orang tua tidak dibingungkan lagi dengan sekolah yang berjauhan dengan tempat tinggal karena pemilihan sekolah harus berdasarkan zona jarak tempat tinggal dengan sekolah, orang tua bisa lebih menghemat biaya karena tidak ada pungutan, orang tua tidak harus merasakan dengan adanya syarat mutlak bahwa anaknya harus mampu membaca, tulis dan berhitung ketika akan masuk sekolah dasar (SD), orang tua akan lebih mudah mendorong anak sesuai dengan potensi mereka dan bisa memberi peluang besar untuk anak mereka berinovasi dan orang tua juga bisa ikut serta dalam proses belajar mengajar anak di rumah sehingga bisa memantau perkembangan anak lebih baik. Yang terakhir adalah dampak di lingkungan masyarakat yaitu : tidak ada kesenjangan sosial, menekankan karakter anak didik menjadi poin utama untuk menyiapkan generasi bangsa yang siap bekerja dan kompetensi serta berbudi luhur di lingkungan bermasyarakat, dapat meningkatkan mutu sumber daya manusia (SDM) dalam masyarakat yang kaya akan kreativitas dalam pengaktualisasian ilmunya sendiri dan tidak berpikir monoton.

Selain dampak positif, terdapat juga dampak negatif dalam perubahan kurikulum merdeka belajar ini: yang pertama dalam perubahan USBN dan UN terdapat beberapa sekolah yang belum siap dalam membuat sebuah sistem penilaian sendiri karena adanya kekurangan fasilitas dan kuantitas dari guru itu sendiri, selain itu standar penilaian yang digunakan secara nasional dari akibat penghapusan Ujian Nasional (UN) ini juga belum jelas sehingga dapat menjadi sebuah masalah baru, yang kedua dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) ada sisi negatif yang perlu dicermati dengan adanya rencana ini, di mana dengan memberikan kebebasan kepada guru dalam penyusunan akan sangat riskan, hal ini disebabkan guru selama ini sangat tergantung pada petunjuk teknis dan belum secara mandiri dapat membuat RPP tetapi lebih kepada copy paste, yang ketiga dalam zonanisasi dampak negatif dengan adanya sistem zonasi ini adalah timbulnya dampak semangat yang menurun dari si anak ingin masuk sekolah di SMP atau SMA karena tidak dapat masuk sekolah yang mereka inginkan karena adanya sistem zonasi ini.

PENUTUP

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline