Lihat ke Halaman Asli

VIKTORINUS REMA GARE

Apa adanya,jujur,bertanggung jawab dan pekerja keras

Guru yang Berkharisma

Diperbarui: 31 Maret 2021   06:59

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi Guru Berkharisma (Sumber :belitongekspres.co.id)

Guru adalah profesi yang dipilih karena panggilan hati. Hati yang mengabdi tanpa tendensi untuk keuntungan diri. Memanusiakan manusia adalah tugas termulia dalam menuaikan panggilan jiwanya.

Guru adalah aktor dan aktris dalam panggung kehidupan nyata. Sebagai  aktor dan aktris  dalam   menghayati dan memainkan  peran sebaik-baiknya yang terberi, baik  sebagai guru , sahabat maupun  orang tua,akan menghadirkan sesuatu yang berkesan bagi penonton dalam diri peserta didiknya. Perasaan terkesan pada guru menyebabkan anak didik antusias dan bersemangat dalam mengikuti setiap proses disetiap pembelajarannya.

Pendekatan dalam proses pembelajaran hendaknya mengutamakan nilai-nilai humanistik. Pendekatan humanistik dimaksud adalah pendekatan kasih sayang. Guru sebagai sosok yang pantas digugu dan ditiru, penting baginya untuk menempuh pendekatan yang disertai dengan kelembutan terhadap anak didiknya. 

Guru yang baik adalah guru yang melandasi interaksinya dengan siswa diatas nilai-nilai cinta dan kasih sayang. Karena dengan cintalah akan lahir keharmonisan. Pendekatan ini sangat tepat diterapkan diera globalisasi ini, mengingat banyak anak didik kurang mendapat perhatian orang tua di rumah yang dikarenakan kesibukkan orang tua dengan dunia kerjanya sedangkan anak sibuk dengan dunianya. 

Dengan pendekatan kasih sayang dimungkinkan peserta didik  menganggap guru sebagai tempat mengadukan segala persoalan yang mereka hadapi, sehingga pelarian negatif dapat  diantisipasi,seperti minum minuman keras,narkoba,pergaulan bebas dan kemerosotan moral lainnya.

Peserta didik selain sebagai makluk individu juga sebagai makluk sosial yang selalu berhubungan dengan manusia lain, baik dilingkungan keluarga, lingkungan masyarakat, maupun sekolah. Oleh karena itu, seorang guru perlu memperlakukan peserta didik sesuai dengan kedudukannya. 

Guru perlu menyadari bahwa keberhasilan dan prestasi belajar peserta didik tercapai bukan semata-mata disebabkan oleh kecerdasan, namun dipengaruhi oleh hubungan sosialnya dengan guru. Peserta didik pada pembawaan  guru yang ramah dan dapat diajak bicara akan menumbuhkan motivasi belajar pada materi yang diajarkan, sehingga berimplikasi positif pada keberhasilan proses belajarnya.

Guru adalah orang tua di sekolah sekaligus sehabat berbagi problema. Seorang guru hendaknya memiliki kepekaan berpikir,pengetahuan psikologis tentang peserta didik serta mampu berkomunikasi  bersahabat tanpa menimbulkan rasa menggurui. Selain itu, guru harus mampu mengikuti perkembangan gejolak  remaja masa kini, sehingga pembinaan terhadap anak didiknya relevan dengan zamannya.

Di era globalisasi ini, guru harus hadir dengan mengedepankan emosi dari sisi hati sehingga mampu merevitalisasi kembali penanaman sikap santun dan keramahan di sekolah sebagai lembaga rekayasa sosial ditengah mewabahnya kekeringan sosial dan krisis kesantunan moral.

Guru harus mengajar muridnya dengan hati bukan emosi. Sikap cinta dan kasih sayang seorang guru tercermin melalui kelembutan, kesabaran, penerimaan, kedekatan, keakraban, serta sikap-sikap positif lainya dalam berinteraksi dengan lingkungannya, khususnya dengan para siswa.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline