Lihat ke Halaman Asli

Venusgazer EP

TERVERIFIKASI

Just an ordinary freelancer

Keunikan Desa Wisata Denai Lama yang Bakal Bikin Kamu Balik Lagi

Diperbarui: 13 November 2022   00:03

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gunungan hasil bumi (foto:venusgazer)

Serius, bakal bikin balik lagi? Siapa pun pasti ingin balik lagi ke destinasi yang mampu memberikan impresi yang luar biasa. Saya jamin Desa Wisata Denai Lama masuk dalam daftar destinasi wisata yang layak untuk kamu kunjungi berkali-kali.

Desa Wisata Denai Lama masuk wilayah Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara. Jaraknya lebih kurang 40 kilometer dari Kota Medan. Jika naik sepeda motor satu jam juga sampai. Kalau bingung arahnya tinggal buka Google Maps, beres.

Ada beberapa opsi rute yang bisa kita pilih. Kalau saya lebih suka mengambil rute yang melalui jalan menuju Bandara Internasional Kuala Namu. Lalu-lintas kendaraannya tidak terlalu ramai. Disamping waktu tempuhnya juga lebih pendek.

Jalan menuju Desa Wisata Denai Lama, lewat rute manapun, semuanya hotmix dan cukup lebar. Papasan 2 mobil bukan masalah. Recommended banget buat komunitas pecinta otomotif dan sepeda. Bahkan di beberapa ruas jalan terdapat jalur khusus pengguna sepeda. Touring ke sana sudah pasti seru. Oh ya, bengkel maupun SPBU/Pertamini lokasinya juga mudah diakses karena lokasinya tidak terlalu jauh dari Desa Denai Lama.

Sebenarnya bukan hanya infrastruktur yang mudah. Pemandangan menuju Desa Denai Lama sungguh elok. Pemandangan yang jarang ditemukan bagi yang tinggal di perkotaan. Saya sendiri suka menyempatkan rehat sejenak ditepi jalan. Mengamati aktivitas petani sembari menghirup segarnya udara yang datang bersama semilirnya angin.

Potensi wisata apa yang dimiliki Desa Wisata Denai Lama sehingga begitu mempesona untuk dikunjungi?

Agrowisata dan Wisata Kuliner Paloh Naga

Wisata berbasis pertanian ini berada di tengah areal persawahan seluas 35 hektar. Terdapat panggung terbuka yang biasa digunakan sebagai pentas budaya. Pada Sabtu dan Minggu dibuka Pasar Tradisional Paloh Naga (PTPN) yang menjajakan makanan tradisional dan kerajinan hasil olahan warga desa. Harga-harga yang ditawarkan juga ramah kantong. Bukan harga makanan di tempat wisata yang bisa bikin kaget.

salah satu sudut Paloh Naga (foto: venusgazer)

Satu yang unik di PTPN ini adalah uang rupiah kita tidak berlaku. Kita jika ingin berbelanja kita harus menukarkan lebih dulu dengan Kepeng. Mata uang Paloh Naga yang terbuat dari kayu. Nilai Satu kepeng sama dengan 3 ribu rupiah.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline