Lihat ke Halaman Asli

R.A. Vita Astuti

IG @v4vita | @ravita.nat | @svasti.lakshmi

"Rurouni Kenshin: The Beginning" Anti Klimaks

Diperbarui: 1 Agustus 2021   21:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Foto: api.duniagames.co.id

Selesai menonton sekuel terakhir dari film seri Rurouni Kenshin, saya merasakan kekosongan yang tidak nyaman. Mungkin saya terlalu antusias dan punya ekspektasi tinggi sehingga benar-benar menonton di hari rilis "Rurouni Kensihin: The Beginning" (2021) di hari Jumat, 30 Juli 2021.

Kehebohan saya terbukti di tulisan-tulisan ini, silakan klik: Pertarungan Pedang Terbaik dan klik ini Kaoru atau Tomoe, juga klik ini Alur Cerita Jepang. Tontonan sekuel terakhir tidak saya rasakan seheboh tulisan-tulisan tersebut. Namun tulisan sebelumnya membuktikan bahwa tidak ada yang baru di "The Beginning".

Cerita terasa kosong karena tanpa surprise.

"Rurouni Kensihin: The Beginning" menjawab semua misteri di empat sekuel sebelumnya. Pertanyaan utama adalah bagaimana luka silang Samurai X di pipi kiri Kenshin terjadi. Kalau kita sudah menonton sekuel sebelumnya, icip-icip jawaban itu sebenarnya sudah ada. Bahwa, satu silang dari calon suami Tomoe dan silang berikutnya dari Tomoe sendiri. 

Alur cerita sangat lambat. Bahkan saya merasa dipanjang-panjangkan sehingga genre action harus diganti menjadi genre drama - roman yang dominan. Film ini lebih feminin dengan pengaruh Tomoe yang dominan, misal adegan memasak, merangkai bunga, menanam sayuran. 

Termasuk poster-posternya sangat bergenre roman. Saya tidak berharap begini, Kenshin adalah pertarungan samurai dengan genre action. Saya kecewa.

"The Beginning" hanyalah proses bagaimana luka silang itu terjadi. Bukan jawaban karena semua sudah terjawab. Mungkin karena saya suka misteri yang membutuhkan jawaban sehingga film terbaru ini tidak begitu menarik perhatian saya. Semua sudah jelas, so what?

Tapi saya ingin mengapresiasi apapun yang ada. Takeru Satoh sebagai Kenshin dan awak film sudah bersusah payah membuat film ini sebegitu rupa - terutama kembali ke era Meiji yang cukup mahal setting, properti dan kostumnya.

1. Pertarungan Pedang
Satu kekaguman saya adalah di opening ketika Kenshin disekap dan akhirnya melawan puluhan orang. Foto di atas menunjukkan keahlian Kenshin yang belum ada di sekuel sebelumnya. Dia mencuri pedang dari salah satu lawannya dengan mulut karena tangannya terikat di belakang dan tetap bisa membunuh dan mengalahkan semua lawannya dengan gigitan pedang katana tersebut. Luar biasa.

2. Pertarungan Mental
Saya anggap ini film drama, banyak percakapan yang muncul daripada pertarungannya. Lebih banyak konflik antar peran yang memunculkan perdebatan. Termasuk dua pertanyaan Tomoe yang tidak bisa dijawab saat itu juga oleh Kenshin: "Apakah Kenshin akan membunuhnya bila dia menyerangnya dengan pedang?" dan yang kedua "Akankah Kenshin berniat membunuh selamanya?"

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline