Lihat ke Halaman Asli

Memilih Pemimpin

Diperbarui: 22 Februari 2019   14:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Sosbud. Sumber ilustrasi: KOMPAS.com/Pesona Indonesia

Satu hal yang biasa ketika pelaksanaan Pemilu selalu saja ada yang Golput atau Golongan Putih, sebuah sebutan untuk mereka yang tidak ikut memilih dalam Pemilu, dengan berbagai alasannya. Ada yang beralasan sibuk, tidak ada waktu. Ada yang karena menganggap Pemilu (Demokrasi) tidak syariat Islam. Ada yang apatis melihat semua kandidatnya, karena menurutnya semua kandidat sama buruknya. Dan alasan-alasan lainnya.

Padahal Rasulullah saw bersabda,

"Jika ada tiga orang bepergian, hendaknya mereka mengangkat salah seorang di antara mereka menjadi pemimpinnya." (HR Abu Dawud dari Abu Hurairah).

Jadi kalo dalam urusan perjalanan biasa saja, Rasulullah saw menyuruh kita mengangkat seorang pemimpin, apalagi dalam urusan bernegara. Sangat penting. Yang menjadi pertanyaan mungkin, pemimpin yang bagaimana?  Atau kriterianya apa saja untuk memilih pemimpin itu?

Pembaca yang budiman, Pemilu, dalam hal ini Pilpres tinggal hitungan hari, kandidat sudah ditetapkan oleh KPU, Joko Widodo sebagai petahana dan Prabowo Subianto. Karena sudah jelas siapa yang harus dipilih untuk memimpin negeri dengan lebih dari 200 juta jiwa ini, mari kita memilih yang terbaik di antara keduanya. Memilih yang paling pantas untuk menakhodai negeri ini untuk lima tahun ke depan.

Penulis tidak dalam posisi cenderung ke salah satu kandidat, tapi mari kita bersikap logis, gunakan semua informasi yang ada tentang dua kandidat ini. Sekarang eranya informasi terbuka lebar dan tersebar luas, kita menginginkan informasi apapun semua bisa kita dapatkan, baik itu dengan searching di Google atau di medsos-medsos. Tentu kita harus bersikap arif, bijaksana dalam memilih dan memilah berita, mana yang benar dan mana yang bohong (hoax).

Untuk menilai Petahana mungkin kita bisa gunakan informasi kinerjanya selama lima tahun ke belakang, baik kinerja di bidang ekonomi, keamanan, sosial, perdagangan, pertanian, dan sebagainya. Juga perlu melihat kondisi masyarakat selama kepemimpinannya lima tahun. Kondisi ekonominya, kondisi sosialnya. Dan yang tak kalah penting bagaimana kondisi kemanan Negara, apakah situasinya lebih baik atau lebih buruk dari kepemimpinan presiden sebelumnya.

Untuk menilai Prabowo sebagai penantang, sepertinya sama saja, kita bisa gunakan informasi yang ada tentang track record kehidupannya, karena beliau bukan orang baru. Semua data tentang dia bisa kita dapatkan di internet.

Penulis hanya ingin sekedar memberi sedikit patokan saja dalam memilih. Dalam literature Islam, tugas pemimpin (ulil amri) itu Cuma dua, yaitu Hirosatud Diin (menjaga agama) dan Siyatud Dunya (mengatur urusan dunia).

Sementara Siyatud Dunya atau mengatur urusan dunia itu cuma dua hal saja, yaitu:  urusan logistik dan keamanan. Dan ini terdapat dalam firman Allah swt di surat Quraisy, surat ke 106 ayat terakhir,

"yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan rasa lapar dan mengamankan mereka dari rasa ketakutan."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline