Lihat ke Halaman Asli

Topik Irawan

TERVERIFIKASI

Full Time Blogger

Jiwa Kubur Tradisi Bersih-Bersih Pemakaman Jelang Bulan Puasa

Diperbarui: 13 April 2021   01:47

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Gotong royong bersihkan pemakaman menjalang pelaksanaan puasa Ramadan(dokpri)

Asap putih mengepul ke udara, semak belukar dibabat, samah berserak dibersihkan, jalan menuju pemakaman dipenuhi orang orang yang membawa peralatan, mulai dari sabit, cangkul, parang hingga ember serta sapu lidi. Warga desa Rajawetan berbondong bondong menuju Pajaratan, tempat pemakaman umum yang terletak di sebelah barat desa. Jelang bulan puasa ada tradisi bersih bersih areal pemakaman, secara bergotong royong warga kompakan membersihkan makam.

Ada dua areal pemakaman di desa Rajawetan yakni Pajaratan Kulon dan Wetan, dua duanya dipadati warga untuk melakukan gerakan kebersihan, kontur pemakaman yang berada di daerah yang lebih tinggi dengan pemandangan gunung Ciremai yang sayangnya sedari tadi tertutup awan.

Kegiatan Jiwa Kubur merupakan agenda rutin tahunan jika waktu berpuasa tiba, beberapa hari menjelang dilaksanakan puasa Ramadan maka berbondong bondong warga desa bersiap untuk membersihkan tempat pemakaman umum. Jiwa bagi warga desa Rajawetan merupakan sebutan bergotong royong dan mengerjakan bersama sama, hal ini memang biasa dilakukan untuk menjaga kebersamaan antar warga.

Dalam beberapa jam kemudian, keadaan Pajaratan Wetan dan Kulon terlihat lebih bersih dan rumput pun telah terpangkas, yang seru dirasakan penulis adalah keguyuban dan rasa kebersamaan khas warga kampung.

Acapkali secara sukarela warga pun membuat penganan untuk mendukung "Jiwa Kubur" maka tak tertolaklah penganan seperti bobongko atau lontong, ada juga pia pia, goreng tempe dan tahu serta tak ketinggalan kopi hitam.

Menurut warga yang bernama Ibu Jumiati, ia merasa senang ikut kegiatan seperti ini, dan ternyata nih bobongko yang dibawa Ibu Jumiati memang pas untuk menemani saat rehat. Bobongko berselimut daun pisang memang pengganjal perut yang spesial banget.

Keunikan kegiatan jiwa kubur adalah saat warga berkumpul untuk menyantap makanan, biasanya pihak pemerintah desa menyiapkan makanan dan setelah jiwa kubur selesai maka rame rame makanan pun disantap bersama sama.

Menunya bikin nambah nih, nasi putih hangat, urap nangka, ikan asin bumbu tepung, sambal, tahu dan tempe goreng. Duh ini menu yang sederhana namun siapa pun nggak bisa menolak kelezatannya.

Menjelang waktu dzuhur, semua membereskan peralatan kebersihan dan kegiatan jiw kubur pun usai, yup begitulah warga desa Rajawetan mengadakan bersih bersih tempat pemakaman umum. Selamat menunaikan ibadah di bulan suci Ramadan, salam dari desa di kaki gunung Ciremai, desa Rajawetan.




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline