Lihat ke Halaman Asli

Tonny Syiariel

TERVERIFIKASI

Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Adu Strategi di Pameran Pariwisata Internasional

Diperbarui: 30 September 2022   00:34

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Bolsa Turismo de Lisboa (BTL) 2022, pameran pariwisata terbesar di Portugal diselenggarakan pada Maret 2022 lalu. Sumber: KBRI Lisabon via Kompas.com

Deretan pameran pariwisata internasional itu bak 'bucket list' yang sulit dilewatkan. Baik bagi Tour Operator, Wholesaler, MICE Specialist, Destination Management, maupun Tourism Board dari berbagai negara. 

Di sinilah arena pertemuan antara Seller dan Buyer! Persaingan pun tidak terhindarkan. Bukan hanya antar sesama Tour Operator / Travel Agents, tetapi kerap juga terjadi kompetisi antar negara. Dan peran para Seller kian menentukan kala berjuang meyakinkan para Buyer agar mau memboyong turisnya ke Indonesia. 

Pameran pariwisata internasional memang sangat penting bagi industri pariwisata. Bagi negara yang hendak mengembangkan industri jalan-jalan ini, inilah salah satu panggung ideal untuk membangun Destination branding di hadapan ribuan Trade Visitors (Buyer) alias pelaku wisata yang paling dicari selama berlangsungnya sebuah pameran wisata. 

Sementara itu, bagi Hotelier, Tour Operator/ Travel Agents, Destination Management Company (DMC) dan Exhibitor lain, pameran semacam ini juga dimanfaatkan untuk beberapa tujuan sekaligus. 

Mulai dari menjaga relasi dengan semua mitra bisnis (baca: Buyer) yang sudah ada; mengembangkan jejaring ke key players lainnya (pemain kunci di industri); hingga mengincar peluang mendapatkan Sales Leads (potensi bisnis baru).   

Sebuah pertunjukan tarian tradisional di pavilion Indonesia di ITB Berlin 2019. Sumber: press.messe-berlin.com

ITB (International Tourismus Borse) Berlin, misalnya, adalah salah satu bursa pariwisata terbesar di dunia. Pada pagelaran di tahun 2019, ITB Berlin sukses menarik 10,000 exhibitor dari 180 negara. Hasilnya, di ajang bergengsi ini pula, ITB Berlin 2019 berhasil mencatat rekor kunjungan sebanyak 160,000. Termasuk di antaranya 113,500 Trade Visitors.

Selain ITB Berlin, pameran berskala global lainnya yang rutin masuk agenda tahunan pelaku usaha pariwisata, antara lain BIT Milan, IFTM Top Resa- Paris, IBTM World- Barcelona, MITT - Moscow, World Travel Market (WTM)- London, Arabian Travel Market (ATM)- Dubai, ITB Asia- Singapore dan sebagainya.

Betapapun, dari semua event berskala besar itu, ITB Berlin tetap diakui sebagai platform promosi yang paling berpengaruh di dunia. Sejak pertama kali diselenggarakan pada tahun 1966, ITB Berlin terus berkembang hingga memunculkan pameran sejenis di China, India dan Singapore. Tetapi, ITB Berlin 2020 terpaksa dibatalkan akibat pandemi. Begitu pun edisi 2021- 2022 yang hanya berlangsung secara virtual.

Pameran akbar ITB Berlin berlangsung di Messe Berlin. Sumber: www.press.messe-berlin.com

Dengan profil seperti ini, ITB Berlin pun menjadi pentas penting di mana setiap negara berusaha menarik perhatian pasar pariwisata Eropa yang sangat besar. Demikian pula dengan Indonesia yang selalu tampil 'all out' dengan berbagai kreativitas yang mengagumkan.

Pada ITB Berlin 2019, yang berlangsung pada tanggal 6- 11 Maret 2019, pavilion Indonesia yang menempati lahan seluas 609 meter persegi tampil spektakuler dengan dekorasi perahu Phinisi. 

Sejumlah kegiatan juga disiapkan antara lain, spa corner, karnaval, tarian tradisional, dan lain-lain. Dan hebatnya, sehari sebelum pameran, badan bus-bus wisata yang wara-wiri di kota Berlin memasang logo Wonderful Indonesia.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline