Lihat ke Halaman Asli

Tonny Syiariel

TERVERIFIKASI

Travel Management Consultant and Professional Tour Leader

Bali Kembali Menyambut Wisatawan Mancanegara

Diperbarui: 7 Februari 2022   07:15

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Penerbangan internasional ke Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Denpasar, Bali kembali dibuka| Sumber: SHUTTERSTOCK/Denis Moskvinov via Kompas.com

Pesawat Garuda dengan nomor penerbangan GA-881 akhirnya mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali pada Kamis, 3 Februari 2022. Disambut water salute, pesawat Airbus A330-300 itu seakan menandai dibuka kembalinya Pulau Dewata untuk penerbangan internasional mulai Jumat, 4 Februari 2022. Dan sekaligus bersiap menyambut kembalinya wisatawan mancanegara.

Berita buka-tutup sebuah bandara bagi maskapai penerbangan internasional telah mewarnai industri penerbangan global selama dua tahun terakhir. Hal ini tidak terlepas dari angka kasus covid-19 yang masih sangat fluktuatif. Bandara Ngurah Rai sendiri telah ditutup bagi penerbangan internasional selama hampir dua tahun.

Bali sejatinya telah membuka bandaranya untuk penerbangan internasional dari beberapa negara pada Oktober 2021 lalu. Misalnya, dari Selandia Baru, Jepang, UEA, dan lain-lain. Namun, tidak ada satu pun maskapai penerbangan internasional yang mendarat di Ngurah Rai. Sampai akhirnya Garuda yang memulainya pada Kamis sore lalu.

Pesawat Garuda dari Tokyo mendarat di Bali. Sumber: Garuda/www.bumntrack.co.id

Penerbangan perdana Garuda dari Narita-Tokyo ke Ngurah Rai- Bali itu sendiri merupakan kolaborasi antara KBRI Tokyo, Garuda Indonesia, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif dan Bali Tourism Board. Dalam penerbangan khusus itu, Garuda hanya membawa 12 penumpang.

Enam di antaranya adalah warga negara Jepang yang datang dengan visa bisnis. Sedangkan yang lain adalah warga negara Indonesia. Menariknya, keenam warga Negeri Sakura itu sebetulnya bukan wisatawan biasa. Mereka adalah Travel Agents yang datang mengikuti Familiarization Trip yang disponsori berbagai pihak terkait.

Wisatawan Jepang yang baru tiba dengan Garuda dari Narita, Tokyo. Sumber: Kemenparekraf / www.paradiso.co.id

Tentu saja usai Familiarization Trip yang kerap disebut juga Inspection Trip tersebut, para Agen Perjalanan Wisata itu diharapkan bisa menceritakan pengalaman perjalanan dan meyakinkan calon wisatawan Jepang untuk berlibur ke Bali. Selama mengikuti prokes dengan baik, Bali jelas sangat layak menjadi destinasi wisata favorit.

Industri pariwisata Bali memang masih terpuruk. Kedatangan wisatawan domestik (wisdom) selama ini sudah sangat membantu. Tetapi, Bali tetap membutuhkan wisatawan mancanegara (wisman) untuk menggerakkan semua roda bisnis pariwisata di pulau itu. Dari industri hotel, transportasi, biro perjalanan wisata, restoran, hingga objek wisata.

Pada tahun 2019, misalnya, Bali menerima sekitar 6.3 juta wisman. Tetapi, angka ini merosot ke hanya sekitar 1 juta wisatawan di tahun 2020. Itupun sebagian besar tiba di triwulan pertama tahun 2020. Dan angka ini kian anjlok drastis ke cuma 45 wisman pada tahun lalu.

Wisatawan mancanegara di Bali. Sumber: dokumentasi pribadi

Kegagalan Bali menggaet kedatangan maskapai penerbangan internasional sejak Oktober lalu ditengarai berkaitan dengan aturan karantina yang ketat. Namun, harus diingat pula, negara-negara lain pun memang masih membatasi perjalanan internasional bagi warga negaranya. Sebagian bahkan mengeluarkan Travel Warning untuk perjalanan ke negara-negara tertentu.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline