Lihat ke Halaman Asli

TJIPTADINATA EFFENDI

TERVERIFIKASI

Kompasianer of the Year 2014

Ditraktir Makan Enak oleh Cucu

Diperbarui: 19 Januari 2021   21:56

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

ket.foto : Oma dengan cucu kami Dea Karina Puteri Effendi./dokpri

Rasanya Gimana Tuh 

Tidak henti hentinya kami  memanjatkan ucapan syukur sejak dari buka mata disubuh hari,s ebelum sinar mentari menyeruak di sela jendela hingga larut malam dan tiba waktunya untuk beristirahat selalu kami isi dengan ucapan syukur. 

Walaupun tidak semua "maunya saya" dapat diwujudkan, tapi ada begitu banyak hal yang patut disyukuri ketimbang mengisi hidup kita dengan keluh kesah melulu. 

Dan kami berdua sudah membuktikan bahwa siapa yang tahu menyukuri karunia Tuhan akan semakin banyak lagi mendapatkan berbagai kegembiraan hidup.

Kalau masalah diundang makan oleh anak mantu sudah tidak terhitung lagi kalinya. Tapi kali ini kami ditraktir makan enak oleh salah seorang cucu kami Dea Karina Putri Effendi.

Dea lulus sebagai Master of degree di bidang bisnis dan langsung mendapatkan pekerjaan. Karena semua cucu kami sejak masih di SMA sudah dibiasakan bekerja part timer dengan tujuan bila kelak lulus sudah menjadi Sarjana siap pakai. Baik cucu kami yang ada di Western Autralia maupun yang tinggal di Wollongong, semuanya sejak masih di SMA sudah kerja paruh waktu.

Cucu dari putera kedua kini kuliah di Fukuoka Jepang karena mendapatkan bea siswa dan sementara itu ia juga berkerja paruh waktu di restoran Jepang dan sudah 2 tahun berada di negera Sakura ini

Kebahagiaan Yang Tak Ternilai 

Beberapa hari yang lalu Dea menemani kami untuk merawat gigi di Klinik Khusus yang berlokasi di Curambine. Setelah urusan  perawatan gigi selesai dan kami akan kembali ke rumah masing masing, Dea mengatakan kepada kami "Grandpa dan Grandma, hari ini makan enak di restoran ya. Dea yang traktir." Sambil memberikan sejumlah uang, karena Dea tidak bisa ikut makan siang bersama. 

Untuk sesaat kami terpana. Karena dulu, kakaknya Kevin yang sering mengundang kami makan. Dan kali ini adiknya yang memberikan sejumlah uang kepada grandmanya untuk makan siang. Bagi kami hal ini merupakan  sebuah kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan.

Di traktir oleh cucu sungguh menghadirkan  rasa syukur yang luar biasa. Bukan masalah karena mendapatkan makan siang gratis, tapi rasa syukur yang hadir karena mendapatkan kasih sayang dari anak mantu dan cucu cucu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline