Lihat ke Halaman Asli

Syarif Nurhidayat

Manusia yang selalu terbangun ketika tidak tidur

Merancang Ramadan

Diperbarui: 28 April 2020   01:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tebar Hikmah Ramadan. Sumber ilustrasi: PAXELS

Ramadhan adalah anugerah istimewa bagi umat Islam. Bulan ini menjadi point yang semua nabi selain Muhammad SAW merasa iri. Karena hanya ummat Nabi Muhammad SAW lah yang dianugerahkan bulan ini.

Bulan ini (Ramadhan) dikenalkan para ulama dan penda'i sebagai bulan penuh berkah, rahmat dan ampunan. Keberhakan dan rahmatnya sudah langsung bisa kita rasakan baik secara fisik maupun spirit. 

Coba saja perhatikan, ketika bulan Ramadhan hadir, segala kebaikan tumpah ruah di mana-mana. Itulah makna dasar dari keberkahan, yaitu bertambah lipatnya kebaikan. 

Orang sedekah, orang berjamaan, orang bertadarus, semuanya ringan dan missal. Ini keberkahan dan rahmat yang luar biasa. Sementara ampunan itu sebagai janji yang disampaikan Allah SWT, sudah selayaknya kita yakini dan pegang sebagai kebenaran yang sudah pasti.

Selain itu, pada bulan ramadhan juga selalu disampaikan akan ada pelipatan nialai setiap kebaikan yang dilakukan. Ibadah sunnah akan ditingkatkan kualifikasinya menjadi wajib. Setiap kebaikan dihargai berlipat balasannya oleh Allah SWT.

Di sisi lain, kita juga selalu didengungkan bahwa bulan Ramadhan ini merupakan bulan dimana Allah SWT membuka lebar pintu kebaikan menuju surga dan menutup rapat pintu keburukan menuju nerakan. 

Syetan penggoda dibelenggu sedemikian rupa sehingga manusia merdeka menetapkan pilihan sikap hidupnya. Hal ini coba kita perhatikan. 

Benarlah semua itu, ketika kita menyaksikan pada bulan ini umat islam begitu ringan berangkat berjamaah, begitu semangat melakukan tadarus al qur'an dan seterusnya. 

Semuanya ringan sebagai bukti Allah SWT membuka potensi kebaikan pada bulan ini sangat luas yang akan mengantarkan kepada surge. 

Sebaliknya, pada bulan ini orang akan berpikir ulang untuk melakukan keburukan, karena mereka sedang berpuasa dan berada dalam bulan yang istimewa.

 Secara tidak langsung inilah bukti bahwa syetan telah dibelenggu dan jalan potensi keburukan itu telah ditutup. Hanya orang-orang yang nekat dan ingkar akan kehadiran Ramadhan inilah yang berperilaku buruk. Semoga tidak termasuk kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline