Lihat ke Halaman Asli

Kinerja Mentan 2014-2015 dan Renja 2016

Diperbarui: 22 November 2015   20:40

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

BAB. 4
PENCAPAIAN KINERJA
KEMENTERIAN SEKTOR
PROGRAM KERJA PRIORITAS

 1. BIDANG PERTANIAN / PANGAN. MENTERI : AMRAN SULAIMAN

A. Target dan Program Kerja 2014-2015 ( 1 Tahun )

Target besar pemerintahan adalah untuk mencapai swasembada pangan dalam waktu tiga tahun. Beberapa langkah pun dilakukan seperti pembangunan irigasi, pengontrolan pupuk dan benih agar dapat memenuhi kebutuhan pokok dari hasil produksi sendiri. Dalam bidang pangan / pertanian Indonesia menghadapi lima persoalan besar yang sangat berpengaruh terhadap pencapaian produktivitas pangan. Kelima persoalan tersebut menjadi target penataan untuk mencapai swasembada pangan yang dicanangkan tercapai tiga tahun kedepan. Persoalan pertanian tersebut, antara lain, irigasi, benih, pupuk, alat mesin pertanian serta penyuluh lapangan. Irigasi, kondisinya cukup parah.

Sebab 52 persen dari jaringan irigasi di Indonesia rusak. Bahkan ada disatu provinsi jaringan irigasi yg rusak mencapai 82 persen. Persoalan benih, ialah tidak terserapnya benih yang ada. Tingkat keterserapan benih hanya 20 persen. Persoalan pupuk juga sangat krusial. Sebab apabila pupuk tidak ditata dan petani terlambat mendapatkan pupuk, potensi penurunan produksi padi mencapai 4 juta ton. Untuk meningkatkan produksi pertanian, Kementerian pertanian juga melakukan pengadaan alat mesin pertanian. Pemerintah telah menyediakan 60.000 alat mesin pertanian, berupa traktor, dan lainnya.

Ini adalah pengadaan mesin pertanian terbesar dalam sejarah Indonesia. Pengadaan alat mesin pertanian ini juga diharapkan meningkatkan minat anak muda untuk menekuni pertanian. Seperti diketahui jumlah petani semakin hari semakin berkurang. Saat ini 500 ribu KK petani berpindah menjadi non petani dalam setahun. Persoalan terakhir ialah penyuluh lapang pertanian. Dalam setahun, akibat kurangnya penyuluh lapangan kita kehilangan peluang produksi 3 juta ton gabah kering giling.

B. Yang telah dikerjakan selama 1 Tahun ( 2014-2015 ).

Sesuai dengan target Nawacita 2015-2019, saat ini telah direalisasikan pembangunan/ rehabilitasi jaringan irigasi tersier 1,56 juta ha atau 52% dari target 3,0 juta ha; pembangunan 1.000 Desa Mandiri Benih sudah 100% dan pada tahun 2016 dimantapkan, penyiapan 1.000 Desa Organik, serta cetak sawah 23.000 ha.

1. Produksi pangan strategis meningkat tinggi.

Sejak Oktober 2014 hingga kini Pemerintah fokus mewujudkan kedaulatan pangan dengan mengembangkan pangan strategis, yaitu: padi, jagung, kedelai, cabai, bawang merah, daging sapi, dan gula. Capaian kinerja produksi pangan 2015 meningkat signifikan. Produksi padi, jagung, dan kedelai meningkat sekaligus dalam waktu bersamaan yang belum pernah terjadi selama ini dan berkontribusi terhadap nilai tambah ekonomi Rp 29,94 triliun.
Produksi Padi, Jagung, dan Kedelai
Tahun 2014-2015

No. Komoditas Produksi (000 ton)
ATAP 2014 ARAM 2015
1 Padi 70.846 75.551
2 Jagung 19.008 20.667
3 Kedelai 955 999

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline