Lihat ke Halaman Asli

halub©

Puisi, Cermin, Cerpen, dan Refleksi.

Tali, Bendera Usang, Terhempas Angin

Diperbarui: 22 Desember 2023   21:43

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Source: pngtree

Bulan Agustus telah berlalu. Semangat memperingati di bulan itu, redup, dan menghilang. Kemungkinan Agustus tahun depan akan dipanggil lagi. Terpaan angin, membawa kenangan silam.

Bersama yang tak selamanya, katanya hari pahlawan penting untuk diperingati. Walaupun jalur culun selalu diperbarui. Masuk sekolah favorit lewat jalur bawah meja.

Gelar akademis yang tinggal beli, rekayasa sungguhan. Tapi ingat, nanti kita di bulan Agustus harus lho ya memperingati hari pahlawan. Agar tertular jiwa jiwa dan mental patriotisme dari dalam yang terdalam.

Patriot membela yang bayar walaupun tak benar. Menghajar yang benar karena tak bayar. Ingat ya, nanti di bulan Agustus itu lho, kita tebus kebusukan jiwa kita dengan upacara formalitas.

Lalu, nanti menggila lagi dong, kan mumpung masih hidup. Bendera itu usang, demikian talinya, kecil pudar, ditambah hempasan angin. Memilukan hati, mata yang memandangnya.

Sesukar ini kah, menjadi waras dan sadar. Mengembalikan syaraf malu. Wanita yang karakternya ganjen, setiap keluar rumah dandan menor, mandi parfum, pakai lensa. Sebenarnya jiwa jiwa lacur itu turunan dan budaya siapa?

Tak mungkin warisan nenek moyang. Atau hentakan budaya barat yang rusak, anjuran bebas bergaul tanpa ada batasan dan hambatan. Aduh maju sekali peradaban negeri ini.

Peradaban gatal, lacur, culas, dengki, kepala batu pada ketentuan norma dan kesakralannya.

Cls, 221223, halub 14.05 #Gerimis30Hari #Gerimis_Des23_22
@gerimis30hari
@ellunarpublish_




BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline