Lihat ke Halaman Asli

Stephanie Maureen

Mahasiswa Teknologi Pangan-Universitas Atma Jaya

Tauco, Si Penyedap Penangkal Radikal Bebas

Diperbarui: 14 Januari 2022   15:45

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Alam dan Teknologi. Sumber ilustrasi: PEXELS/Anthony

Sering kali terdengar di telinga kita iklan-iklan produk kecantikan maupun produk pangan yang menjadikan kata antioksidan atau radikal bebas sebagai tagline-nya. 

Biasanya mereka menyebutkan produk ini memiliki kadar antioksidan yang tinggi sehingga mampu untuk menangkal radikal bebas. Apakah anda tahu sebenarnya apakah itu radikal bebas? Radikal bebas merupakan ketidakstabilan atom atau molekul pada tubuh kita yang mengakibatkan rusaknya sel-sel pada tubuh. 

Umumnya radikal bebas diakibatkan oleh polusi udara dan masuknya bahan kimia yang beracun ke dalam tubuh. Beberapa akibat dari radikal bebas adalah kanker, alzheimer, kerusakan jaringan dan DNA, timbulnya stress oksidatif, dan penuaan dini.

Radikal bebas diketahui dapat ditangani dengan mengonsumsi suplemen, vitamin, buah-sayur, dan bahan pangan yang mengandung antioksidan yang tinggi. 

Salah satu produk pangan konvensional yang sudah diteliti dapat menangkal radikal bebas adalah tauco. Tauco merupakan produk asal cianjur yang terbuat dari fermentasi kacang kedelai yang digunakan sebagai bumbu atau penyedap rasa masakan. 

Tauco diketahui memiliki kadar antioksidan yang tinggi sehingga tauco dapat diketagorikan sebagai pangan fungsional. Rasa yang gurih dan manis menjadikan tauco banyak digemari sebagai bahan tambahan untuk menyedapkan makanan, beberapa contoh masakan yang menggunakan tauco adalah ayam bumbu tauco, sauto (soto tauco), dan tahu masak tauco.

Proses pembuatan yang mudah dan rasa yang enak membuat tauco menjadi salah satu makanan fermentasi favorit di Indonesia. Pembuatan tauco hanya memerlukan bahan kacang kedelai, ragi tempe, tepung ketan, tepung beras, garam, gula aren, dan air. 

Proses pembuatan tauco dimulai dari kacang kedelai yang dicuci bersih hingga kotoran dan benda asing hilang. Kemudian direndam selama 24 jam, setelah dilakukan perendaman kulit dari kacang kedelai dikupas hingga bersih. 

Pengupasan kulit kacang kedelai dapat dilakukan secara manual maupun menggunakan alat pengupas, setelah kulit kacang kedelai bersih dikupas, kacang kedelai direbus selama 2 jam kemudian didinginkan selama 1 jam hingga mencapai suhu ruang.

Campurkan tepung beras, tepung ketan dan ragi tempe dan aduk hingga merata. Kacang kedelai yang sudah kering dan dingin diratakan di atas tampah, kemudian campuran tepung dan ragi ditaburkan diatas kacang kedelai yang berada diatas tampah kemudian ditutup dan didiamkan hingga terfermentasi selama 3 hari. 

Setelah 3 hari hasil fermentasi dijemur dan gumpalan-gumpalan yang terbentuk dihaluskan, kemudian larutkan garam dengan air dan masukan kedelai terfermentasi tersebut kedalam wadah yang berisi larutan garam, tutup dan tunggu hingga 4 minggu. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline