Lihat ke Halaman Asli

Sri Rahayu

Menyukai literasi

Ratapan Angin Dieng

Diperbarui: 29 Juni 2022   22:32

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Pagi berbalut rinai hujan semakin mencekam jiwa

Kabut tebal masih ada disana

Menambah rasa yang makin gundah gulana

Kupejamkan mata

Larut dalam sebuah makna kehidupan dan cinta terlarang

Antara bahagia, lara dan air mata

Sayup terdengar lagu duka lara dinyanyikan

Dedaunan adalah saksi bisu sebuah penghianatan

Rayuan setan mampu menggoyahkan arti kesetiaan

Mendobrak benteng kukuh pertahanan

Kala yang tersakiti mulai menyadari

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline