Lihat ke Halaman Asli

Sofiyanto

Komunikasi dan Penyiaran Islam

Rektor Unsiq Wonosobo Mengingatkan Mahasiswa untuk Senantiasa Menerapkan dan Melestarikan Sistem Demokrasi Berketuhanan

Diperbarui: 28 April 2021   09:09

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dok; Unsiq Wonosbo

Wonosobo - Rektor Universitas Sains Al-Qur'an (Unsiq) Jawa Tengah di Wonosobo, Dr. KH Muchotob Hamzah, M.M mengajak dan mengingatkan mahasiswa agar senantiasa menerapkan dan melestarikan sistem Demokrasi ber ke-Tuhanan.

Himbauan tersebut disampaikan Rektor dalam kegiatan Pelantikan Bada Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa Universitas Sains Al-Qur'an Jawa Tengah di Wonosobo Masa Bakti 2021-2022 dan Halaqoh Bersama KH. Muzamil ketua PWNU Jawa tengah, Selasa (27/4) di Aula Al-'Ala Kampus I Unsiq, Wonosobo.

"Estafet kepemimpinan bisa terpilih secara demokratis itu tidak gampang karena setiap manusia punya wacana-wacana lainnya. Meskipun sudah terpilih secara demokrasi tetapi tetap saja ada yang menyimpang-menyimpang, Sering kita dengan slogan  "Vox populi vox dei atau Suara Rakyat Suara Tuhan" tapi sering kali tetap saja menyimpang karena manusia punya kepentingan pribadi atau yang lain. Maka perlu diterapkan dan meletarikan demokratis ber ketuhanan yang berdasarkan ajaran Allah SWT yaitu Al-Qur'an dan Hadist." kata Rektor yang biasa dipanggil 'Abah' dihadapan Peserta Pelantikan yang disiarkan secara Live Streaming.

Dok; Unsiq Wonosbo

Beliau menambahkan, paling utama adalah bersyukur, mekanisme estafet kepemimpinan organisasi mahasiswa berjalan dengan lancar walau sebelumnya terhalang oleh pandemi Covid-19 dan masalah kursial yang menyebabkan tidak tepat waktu.

Rektor Unsiq menyampaikan, dalam islam ada metode yang opsional-opsional kepemimpinan. Pertama yaitu Magang atau Mencalonkan Diri, ini cara yang ditempuh Nabi Yusuf A.S Ketika beliau melihat keaddaan di Mesir waktu itu ternyata tokoh politiknya itu tidak mampu mengantisipasi terjadinya paceklik 7 tahun. Maka beliau memberanikan diri menyatakan pada sang raja "Jadikan Aku Menteri Menteri Ekonomi, sebagai bendahara negara, saya adalah orang yang tau pernasabannya dan pengumpulannya serta saya adalah orang yang terpercaya".

"Ini adalah satu opsi untuk kalian mencalonkan diri dalam berbagai peluang-peluang seperti Badan Eksekutif Mahasiswa dan Dewan Perwakilan Mahasiswa ini."imbuhnya.

Metode kedua adalah mencalonkan, dengan berpegang hadist Nabi,Ketika Abu Dzar al-Ghifari minta kepada Nabi

: : : . :

Suatu hari, Abu Dzar berkata, "Wahai Rasulullah, tidakkah engkau menjadikanku (seorang pemimpin)? Lalu, Rasul memukulkan tangannya di bahuku, dan bersabda, 'Wahai Abu Dzar, sesungguhnya engkau lemah, dan sesungguhnya hal ini adalah amanah, ia merupakan kehinaan dan penyesalan pada hari kiamat, kecuali orang yang mengambilnya dengan haknya, dan menunaikannya (dengan sebaik-baiknya)." (HR Muslim).

"Metodologi ini atau metode ini bisa kita pilih selama hati kita bisa menjadikan keikhlasan untuk berjuang sebagai suatu pondasi didalam Langkah hidup termasuk para mahasiswa yang ada di BEM atau DPM ini." Katanya.

Beliau berpesan, Saudara yang terpilih hendaknya bersyukur masih ada orang yang memilih, yang tidak terpilih pun bersyukur karena banyak orang yang ingin menyalonkan diri tapi tidak bisa mencalon. Jadi tidak usah putus asa tiap Langkah kita yang mungkin dianggap belum berhasil, karena hakekatnya kita berkaca pada tuntunan islam kita.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline