Mohon tunggu...
Evin
Evin Mohon Tunggu... Tutor - Writer

Tertarik pada konten yang menarik

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Cara Melestarikan Permainan Tradisional dari Serangan Gadget

5 Mei 2024   09:00 Diperbarui: 5 Mei 2024   09:27 175
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Sumber: unsplash.com/@bornil

Di era digital yang serba cepat ini, hiruk pikuk permainan modern seolah menggeser keberadaan permainan tradisional. Anak-anak kini lebih asyik menundukkan layar gadget daripada berlarian di bawah teriknya sinar matahari, bermain bersama teman sebaya. Perlahan, permainan tradisional yang sarat nilai budaya mulai terlupakan.

Namun, bukan berarti warisan budaya ini harus punah ditelan zaman. Kita, sebagai pewaris budaya bangsa, memiliki tanggung jawab untuk melestarikan permainan tradisional. Upaya pelestarian ini bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga seluruh elemen masyarakat.

Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk melestarikan permainan tradisional:

1. Mengenalkan Permainan Tradisional kepada Generasi Muda

Langkah pertama yang krusial adalah mengenalkan permainan tradisional kepada anak-anak. Orang tua dan komunitas dapat mengambil peran aktif dalam hal ini. Caranya bisa dengan:

  • Mengajak anak bermain permainan tradisional: Luangkan waktu untuk bermain bersama anak, ajarkan mereka cara bermain permainan tradisional seperti lompat tali, kelereng, congkak, atau permainan tradisional lainnya.
  • Mengadakan festival: Ajak anak-anak untuk berpartisipasi dalam festival atau perlombaan permainan tradisional. Hal ini dapat membangkitkan minat dan semangat mereka untuk bermain permainanleluhur ini.
  • Membuat konten edukasi: Manfaatkan media sosial semacam Instagram, Tiktok, Youtube atau platform online lainnya untuk membuat konten edukasi tentang permainan tradisional ini. Kontennya dapat berupa video tutorial, artikel informatif, atau infografis yang menarik.

2. Melibatkan Berbagai Pihak

Upaya pelestarian permainan tradisional tidak bisa dilakukan sendirian. Diperlukan kerjasama dari berbagai pihak. Pemerintah dapat berperan dalam melestarikan permainan tradisional dengan memasukkannya dalam kurikulum pendidikan, menyediakan ruang publik untuk bermain, dan mengadakan festival permainan tradisional tingkat daerah maupun nasional.

Di lingkungan sekolah, dapat juga mengadakan kegiatan ekstrakurikuler yang berfokus pada permainan tradisional. Selain itu, sekolah juga dapat menyelenggarakan festival atau perlombaan antar sekolah.

Selain itu, masyarakat dapat berperan aktif dalam melestarikannya dengan mengajarkan permainan tradisional kepada anak-anak di lingkungan sekitar, mengadakan permainan warisan ini di acara-acara komunitas, dan mendukung festival atau perlombaan tersebut.

3. Menginovasi Permainan Tradisional

Permainan tradisional tak lekang oleh waktu. Namun, agar tetap menarik di era digital yang serba cepat ini, permainan tradisional perlu diinovasi tanpa menghilangkan nilai-nilai budaya yang terkandung di dalamnya. Inovasi ini ibarat meniupkan angin segar, membuat permainan tradisional semakin seru dan diminati oleh generasi muda.

Caranya dengan:

  • Membuat variasi baru: Contohnya, permainan engklek dapat dimodifikasi dengan menggunakan pola yang lebih rumit atau menggunakan media yang lebih modern seperti papan dan koin.
  • Menggabungkannya dengan teknologi: Contohnya, permainan tradisional ular tangga dapat dibuat versi digital dengan aplikasi smartphone.
  • Mengembangkan permainan tradisional menjadi media pembelajaran: Permainan tradisional dapat dimanfaatkan untuk mengajarkan berbagai mata pelajaran, seperti matematika, bahasa, dan sejarah.

4. Memanfaatkan Media Massa

Media massa dapat berperan dalam mempromosikan dan melestarikan permainan tradisional dengan cara menyiarkan acaranya. Televisi, radio, dan media online dapat menyiarkan acara yang membahas tentang traditional games ini, seperti sejarah, cara bermain, dan manfaatnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun