Lihat ke Halaman Asli

Diriku

Diperbarui: 4 Oktober 2022   02:01

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilmu Sosbud dan Agama. Sumber ilustrasi: PEXELS

Hallo semua! Namaku Siti Zakiatul Qisti, dan nama kecilku adalah Kia. Dari lahir sampai zaman MTs aku dipanggil Kia, namun sejak kelas 9 MTs nama panggilanku berubah menjadi Ciya, kenapa bisa berubah? Akupun lupa karena apa, tetapi aku tidak keberatan nama panggilanku berubah. Karena setiap aku bertemu dengan orang baru atau berada dilingkungan baru aku selalu memberitahu "kalian bisa panggil aku Kia atau Ciya".

Aku anak ke-3 dari 3 bersaudara, kakak pertamaku laki-laki dan kakak keduaku perempuan. Saya dan kakak perempuanku berbeda 2 tahun, kami seperti orang kembar. karena sejak kecil kami selalu bersama dan mamaku selalu membelikan barang-barang yang sama sehingga, secara tidak langsung kami seperti orang kembar. 

Kini aku dan kakak perempuanku LDR, dan ini sangat berat sekali untuk dilalui, saya harus berjauhan dengan kakak dan keluargaku. Alhamdulillah nya, saya berada di perantauan tidak benar-benar sendiri, karena kakak laki-lakiku bekerja didaerah Ciputat juga. Walaupun tidak setiap hari bertemu, setidaknya ada waktu untuk bertatap muka dengan kakakku. Biasanya seminggu 2 kali aku bertemu dengan kakakku.

Ketika membicarakan tentang diri sendiri, saya selalu bingung ketika ditanya "apa hobimu?" karena saya sendiri juga tidak tahu apa hobiku. Karena saya tipe orang yang random dan juga mudah bosan. Tetapi, sejak SD saya sangat gemar dengan olahraga, seperti bulu tangkis, tenis meja, dan voli. Dan saya pernah mendapat juara 3 tenis meja tingkat Kecamatan. Menginjak ke MTs saya hanya melanjutkan voli saja, dan itupun saya belum bisa mendapat juara tingkat manapun. 

Ketika MTs kegemaranku bertambah, saya sangat menyukai Pramuka. Dan saya banyak sekali mengikuti kegiatan dan perlombaan dalam Pramuka, walau tidak banyak mendapat juara dalam Pramuka tapi saya sangat menikmati itu, karena banyak sekali pelajaran yang bisa diambil dari kegiatan Pramuka. 

Ketika SMA saya benar-benar tidak memiliki kegiatan yang mengesankan karena corona virus. Jadi, saya tidak bisa menjamin jika itu adalah hobiku, tetapi saya sangat senang sekali ketika melakukan nya. Mungkin ini termasuk salah satu hobiku, membaca hal yang belum aku tahu dan menonton film.

Saya adalah tipe orang tidak enakkan terhadap siapapun, tidak mudah untuk membuka diri, butuh waktu yang lumayan panjang agar bisa akrab dengan orang lain, dan ketika aku memiliki masalah saya sangat sulit untuk menceritakan kepada orang lain atau biasa orang menyebutnya adalah curhat. Saya lebih sering memendamnya sendiri, pusing sendiri, capek sendiri. Dan ini adalah salah satu alasanku ingin menggapai cita-citaku.

Dari TK sampai MTs aku mempunyai cita-cita yang sama, saya ingin menjadi Dokter. Menjadi seorang Dokter adalah hal yang paling sering saya bicarakan ke keluargaku "kalau sudah besar nanti Ade mau jadi Dokter". Pada saat itu, di pikiranku menjadi Dokter sangat penting, karena sangat dibutuhkan oleh banyak orang. 

Namun, setelah menginjak SMA dan saya mengambil jurusan IPS dan mempelajarinya lebih dalam cita-citaku berubah. Saya ingin menjadi Psikologi dan Pebisnis. Karena saya merasa lebih tertarik dengan Psikologi dan menjadi Pebisnis. Ketika saya mengambil jurusan IPS dan melihat semua hal dari segala sisi saya merasa "wah, IPS ini adalah aku banget". Hingga akhirnya saya memasuki jenjang Universitas.

Pada awal pengisian akun LTMPT jalur SNMPTN saya benar -- benar antusias sekali karena ingin masuk PTN, khusus nya PTN UIN JAKARTA. Saya ingin mengambil prodi psikologi, namun karena bukan rezekinya, pihak sekolah mengalami kendala yaitu tidak bisa di input karena server nya bermasalah. 

Dengan berat hati saya harus tertinggal jalur SNMPTN. Kemudian, guru saya menyarankan untuk mengikuti jalur SPAN-PTKIN yang dimana saya bisa masuk ke UIN JAKARTA, setelah saya setuju dengan mengikuti jalur SPAN-PTKIN ada hal lain yang baru saya ketahui, bahwa jalur ini hanya untuk prodi yang berbau Islam. 

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline