Lihat ke Halaman Asli

SISKA ARTATI

TERVERIFIKASI

Ibu rumah tangga, guru privat, dan penyuka buku

Hidup Penuh Kesyukuran dan Ikhlas Menjalani Takdir, Hikmah dari Buku Karya Sri Rohmatiah

Diperbarui: 2 Februari 2022   11:57

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Dua buku karya Sri Rohmatiah Djalil | Dok.pri olah gambar inCollage

Suatu ketika, saya memperhatikan foto profil whatsapp milik Mbak Sri Rohmatiah - Kompasianer yang tinggal di Madiun, Jawa Timur - yang tidak seperti biasanya. Ya, ada sesuatu yang berbeda.

Selama berteman dengan beliau di satu grup kelas penulisan online, lebih seringnya sih tanpa foto. Lalu, mulailah wanita cantik ini tampil dengan foto wajahnya, baik posisi menghadap kamera, atau dengan sudut pengambilan yang lain.

Namun tidak untuk saat saya memperhatikannya di hari itu. Beliau berfoto bersama seorang laki-laki! Eh, ngapain kaget ya? Boleh saja dong foto bersama lawan jenis. Tapi, saya pun menebak, ini karena sekedar foto bersama orang terkenal atau pria tersebut suaminya?

Sekilas, saya seperti mengenal dan tahu sosok pria itu. Wajahnya familiar karena -dulu - saya sering melihatnya muncul di acara talkshow atau liputan tertentu di layar kaca. Jantung saya berdegup kencang! 'Benarkah?' batin saya bertanya.

Segera saya klik foto tersebut, mengamati lekat-lekat. Saya tak mau berlama-lama menduga. Maka saya pun bertanya kepada Mbak Sri via perpesanan pribadi.

"Mbak, siapa laki-laki di foto profilmu?"

"Yo, Bojoku lah, Mbak. Moso aku foto karo wong lanang liyo berduaan."

Tak puas dengan jawaban beliau - sependek ingatan saya - segera saya mengajak ngobrol via telepon. Memastikan bahwa ia tidak bercanda.

Dan ternyata benar adanya! Laki-laki yang saya kenal sebagai pelukis hebat, yang karya-karyanya telah melanglang buana. Pria difabel yang sangat memotivasi masyarakat Indonesia dan dunia melalui hasil lukisannya yang dikerjalan dengan mulut dan tangannya itu, adalah suami dari Mbak Sri. Saya tak dapat membendung rasa haru dan kagum padanya!

Allah SWT mempertemukan keakraban dan persahabatan kami melalui Kompasiana. Padahal, sebelum aktif  menulis di sini, kami berdua berada di satu grup yang sama, hanya saja jarang bersapa karena kesibukan masing-masing.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline