Lihat ke Halaman Asli

shafira adlina

Seorang Mamah Blogger, Asesor dan Fasilitator.

Tumbuhkan Rasa Berbagi pada Anak dengan Cara Ini!

Diperbarui: 24 Oktober 2021   13:26

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

olahan pribadi dengan canva.com

"Iman tak dapat diwarisi dari seorang ayah bertaqwa..." - Lirik Lagu Raihan (Iman Mutiara)

Siapa yang tidak ingin memiliki anak dengan kepribadian baik, berakhlak mulia, sholeh dan sholeha? Semua orang  tua rasanya pasti memiliki semangat kebaikan ingin menjadikan anaknya beriman dan bertaqwa. Sama seperti lirik lagu raihan yang berjudul Iman Mutiara. Iman tak dapat diwarisi dari orang tua yang bertaqwa. 

Tugas kita sebagai orang tua adalah menumbuhkan iman yang sudah hadir di dalam setiap jiwa anak. Salah satu amalan yang harus diajarkan pada anak adalah pendidikan sedekah atau berbagi. Namun, pendidikan sedekah tidak cukup sekadar diajarkan tapi perlu ditumbuhkan dan dirawat.

Semangat tersebut direalisasikan dalam berbagai bentuk pendidikan kepribadian akhlak kepada anak-anak semenjak kecil. Salah satu pendidikan kepribadian yang bisa kitatanamkan kepada anak adalah pendidikan sedekah. Mengajarkan anak untuk bersedekah adalah salah satu hal yang penting untuk diajarkan semenjak dini pada anak.

Anak-anak yang terbiasa diajarkan untuk berbagi maka niscaya ia akan lebih ringan tangan dalam melakukan amalan ibadah sedekah ini. Sedekah adalah amalan yang terlihat dengan memberikan sesuatu kepada orang lain. Namun, esensi dari sedekah adalah berbagi tanpa batas secara sukarela dan ikhlas. Sebabgsedekah tidak hanya terbatas pada harta saja, karena dengan perbuatan baik bahkan sekadar senyuman yang kita berikan juga merupakan bentuk sedekah.

Ketika teman-teman ingin menumbuhkan rasa berbagi pada anak, bisa melakukan beberapa cara di bawah ini :

1. Menumbuhkan rasa berbagi pada anak dengan bercerita

Anak-anak pada dasarnya memiliki sifat yang ingin tahu yang sangat besar. Sakha, anak sulung saya sering sekali bertanya kenapa ada orang yang meminta-minta di jalan. Kenapa banyak orang yang tidak seberuntung dia.

Semenjak disapih ia memiliki kebiasan dibacakan cerita baik dengan buku atau dengan tutur kata kami. Mulai dari situ kami kenalkan dengan konsep berbagi. Bahwa setiap sedekah yang dilakukan tidak akan membuat seseorang menjadi miskin, lebih dari itu. Bagaimana teladan dari banyak sahabat-sahabat Nabi yang juga memberikan sedekah malah menjadikan seseorang lebih kaya, baik dalam hal Allah akan memberikan kelebihan materi maupun kaya hati.

Dengan memberikan pengertian, kisah dan keutamaan berbagi. Anak-anak akan mudah sekali jatuh cinta pada amalan ini. Ketika dia sudah mencintai satu amalan, ia lebih mudah melakukannya. Selain itu, kini banyak sekali buku cerita yang mengangkat tema berbagi ini. Sehingga mengantarkan pesan baik yang ingin sampaikan jauh lebih mudah.

bercerita dengan anak (dokpri)

2. Rasa berbagi tumbuh karena Kebiasaan

Rasa berbagi yang dimiliki anak-anak akan semakin pesat dengan sebuah pembiasaan semenjak dini. Mengapa anak harus diberikan pembiasaan untuk berbagi? Jawabannya adalah karena pada dasarnya anak merupakan makhluk yang sangat mudah untuk belajar. Anak-anak adalah peniru ulung, kepribadian anak akan sangat mudah dibentuk dengan memberikan pembiasaan yang tepat.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline