Lihat ke Halaman Asli

Saver Bhula

Membaca dan Menulis

Kisah Cinta dan Waktu

Diperbarui: 9 November 2021   19:51

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

SaverBhula/dokpri

Di sebuah Desa Kecil Sebut saja Desa Mata Air. Hiduplah seorang Cinta, kecantikan, Kesedihan, Dan Waktu.

Suatu hari masalah menimpah mereka. Hujan dan Banjir yang deras merobohkan semua rumah dan seakan tenggelamkan desa tersebut.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai Ke pinggang dan Cinta pun semakin panik.

Tidak lama kemudian lewatlah Kecantikan.

"Kecantikan !
Bawalah aku bersamamu", teriak Cinta.
"Wah, Cinta, kamu basah dan Kotor. Aku tak bisa membawamu ikut. Nanti kamu mengotori perahuku yang indah ini." ujar, Kecantikan.

Cinta pun merasa sedih sekali,
mendengar itu. Lalu, Ia mulai menangis.

Saat itu lewatlah Kesedihan.
"Oh, Kesedihan. bawalah aku bersamamu." kata Cinta. '"Maaf. Cinta. AKu sedang sedih dan aku ingin  sendirian saja..." Kata Kesedihan sambil terus mengayuh perahunya.

Cinta putus asa. la melihat air semakin naik
dan akan menenggelamkannya.

Pada saat kritis itulah tiba - tiba terdengar suara "Cinta ! Mari cepat naik ke perahuku!".
Cinta  langsung menoleh Ke arah suara itu
dan melihat seseorang dengan perahunya.

"Cepat - cepat Cinta naik Ke perahu itu,
tepat sebelum air menenggelamkannya.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline