Lihat ke Halaman Asli

Sartika CandraDewi

Berkarya dan menulislah selagi masih diberi hidup

Wanita Pemimpi

Diperbarui: 1 Agustus 2020   15:14

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Puisi. Sumber ilustrasi: PEXELS/icon0.com

Ku tak dapat melihat, hanya mendengar,

Kini wanita pemimpi di himpit derita.

Seluruh waktu telah ia korbankan,

Demi secarik kertas kunci pengubah nasib.

Wanita pemimpi melewati hari-hari jahat,

Dengan secerca cahaya yang masih menyala.

Tiap detik cahaya itu semakin kecil,

Namun cahayanya tetap menyala.

Ku tak dapat menyentu, hanya mendengar,

Wanita pemimpi diberi badai.

Badai merenggut mimpi indahnya tanpa sadar,

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline