Lihat ke Halaman Asli

Samhudi Bhai

Wong tani

Pembelajaran Tatap Muka Menuai Dilema

Diperbarui: 13 Januari 2022   17:08

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Ilustrasi pembelajaran tatap muka (PTM) di sekolah.(KOMPAS.COM/HANDOUT)

Pada beberapa hari yang lalu disuatu pagi yang mendung terlihat anak sekolah berseragam putih biru berangkat sekolah jam 06.30 WIB.

Secara kebetulan, rumah tempat tinggal Saya berada tepat menghadap jalan atau gang yang menuju ke sekolahan tersebut.

Sehingga setiap anak-anak berangkat sekolah selalu contras terlihat sekalipun dari ruang tamu sambil duduk nonton tv ditambah jendela kaca yang terbuka agar udara segar masuk ke ruangan.

Seketika teringat akan masa sekolah dimana dulu ketika Saya mau berangkat sekolah, saling samper-samperan antara teman satu ke teman lainnya hingga 10 anak dengan berangkat rombongan jalan kaki kesekolahan. Belum punya motor jaman sakmono.

Jika berhalangan misalnya tidak masuk sekolah atau tidak sekolah karena alasan bosen bawaannya sepertinya setiap hari masuk sekolah terus. Apa lagi kalao ada tugas ekstra kulikuler. Pasti ora tau mangkat, hanya saja bebas tidak seperti mengikuti pelajaran lainnya.

Jika terpaksa tidak berangkat sekolah, Saya pun menulis surat ijin untuk gurunya yang disampaikan melalui temannya yang nyamperin.

Namun kadang kala sangkin badungnya jaman itu, dengan alasan lupa sang teman sengaja tak menyampaikannya. Sehingga ketika esok harinya berangkat sekolah, langsung ditegur oleh gurunya.

Apes, sudah ditegur diomelin diganjar dan di suruh push up selama 20 kali didepan ruang kelas.

Muka merah padam menahan malu karena kala itu kelas 3 MTs (Madrasah Tsanawiyah setingkat SMP) Saya sudah cinta-cintaan monyet dengan cewe jaman iku.

Makanya digituan sama guru malu dan geram bercampur aduk menjadi satu. Lah wong cewenya duduk paling depan sambil cemberut tak ada masalah dengannya coba? Serba salahkan? Ini gara-gara temen nih.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline