Lihat ke Halaman Asli

Tantangan Menjadi Seorang Nursepreneur (Bagian 2)

Diperbarui: 28 November 2015   12:20

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Tantangan Eksternal

Tantangan eksternal berkaitan erat dengan kecakapan sosial seorang nursepreneur yang menyangkut tentang bagaimana menangani suatu hubungan. Kecakapan sosial tersebut terdiri atas dua unsur terpenting, yaitu:

1. Empati

Empati adalah kemampuan mengenali emosi orang lain. Empati juga berarti kemampuan merasakan yang dirasakan orang lain, mampu memahami perspektif orang lain, menumbuhkan hubungan saling percaya dan menyelaraskan diri dengan berbagai macam orang. Mengatasi keberagaman dalam membina pergaulan, mengembangkan orang lain, dan kemampuan membaca arus-arus emosi sebuah kelompok dan hubungannya dengan kekuasaan, juga tercakup didalamnya. Kunci untuk memahami perasaan orang lain adalah mampu membaca pesan non verbal seperti ekspresi wajah, gerak-gerik dan nada bicara.

"Individu yang memiliki kemampuan empati lebih mampu menangkap sinyal-sinyal sosial yang tersirat dan mengisyaratkan hal-hal yang dibutuhkan orang lain."

Pada akhirnya individu tersebut lebih mampu menerima sudut pandang orang lain, peka terhadap perasaan orang lain dan lebih mampu untuk mendengarkan orang lain.

Empati harus dimiliki oleh seorang nursepreneur. Empati bisa menjadi nilai pondasi dalam berbisnis. Empati memainkan peran penting dalam kerberhasilan bisnis yang sedang dijalani.

Bahkan seorang nursepreneur dapat melejitkan penjualannya dengan berbekal empati. Empati yang dilakukannya dapat mengetahui keinginan dan kebutuhan pasar, sehingga barang atau jasa yang diproduksi dapat diterima dan laku di pasaran. Pelanggan akan merasakan dan mengalami bagaimana empati yang dibangun itu menjadi value added pengalaman untuk memilih barang atau jasa yang ditawarkan. Dampak luar biasa dari pelanggan inilah yang membuat pelanggan tetap setia memilih barang atau jasa mereka walaupun di luar sana banyak saingan yang sama harga dan kualitasnya.      

2. Keterampilan sosial.

Keterampilan sosial adalah kemampuan dalam membina hubungan. Keterampilan sosial juga berarti kemampuan dalam menangani emosi dengan baik ketika berhubungan dengan orang lain, membaca situasi dan jaringan sosial dengan cermat, berinteraksi dengan lancar, serta menggunakannya untuk mempengaruhi orang lain dalam memperjuangkan kepentingan bersama.

Keterampilan sosial merupakan kemampuan dasar dalam keberhasilan membina hubungan yang terkadang manusia sulit untuk mendapatkan apa yang diinginkannya dan sulit juga memahami keinginan serta kemauan orang lain. Keterampilan yang juga merupakan suatu keterampilan yang menunjang popularitas, kepemimpinan dan keberhasilan antar sesama.

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline