Lihat ke Halaman Asli

Tantangan Menjadi Seorang Nursepreneur (Bagian 1)

Diperbarui: 28 November 2015   12:21

Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


 

Bisnis adalah tantangan. Ketika bisnis sudah berjalan, cobaan dan godaan akan pun datang silih berganti. Berbisnis memang tidak mudah, namun juga tidak sesulit yang dibayangkan.

Semakin hari usia usaha bertambah, semakin banyak cobaan dan tantangan yang datang, semakin banyak pun masalah yang membelitnya.Dalam setiap proses membangun bisnis, sebuah kesalahan merupakan bagian yang paling penting dalam proses pembelajaran. Hal tersebut akan membuka kesempatan bagi seorang nursepreneur untuk sukses dari setiap jalan keluar yang didapatkannya.

Bukan tidak ada modal, bukan tidak ada ide baru yang merupakan tantangan terbesar untuk memulai berbisnis. Yang paling sulit adalah mempertahankan daya tahan dalam membangun usaha sendiri dan tetap bertahan dalam bisnis yang dijalani meskipun menghadapi banyak tantangan. Ada proses yang harus dilalui, mulai dari memikirkan ide awal, membuka, memperkenalkan dan mempromosikan usaha tersebut.

Dalam proses tersebut, banyak sekali tantangan dan rintangan, baik dari internal seorang nursepreneur itu sendiri maupun yang datang dari eksternal.  Tantangan-tantangan yang akan muncul saat mulai memutuskan untuk menjadi nursepreneur jika dikaitan dengan konsep kecerdasan emosional (emotional quotient) Daniel Goleman (Goleman, 2002), yaitu:

Tantangan Internal

Tantangan internal berkaitan erat dengan kecakapan individu seorang nursepreneur yang menyangkut tentang bagaimana mengelola diri sendiri. Kecakapan individu tersebut terdiri atas tiga unsur terpenting, yaitu:

1. Kesadaran diri

Kesadaran diri adalah kemampuan mengenali emosi diri sendiri. Kesadaran diri juga berarti kemampuan untuk mengenali perasaan yang dirasakan pada suatu saat yang akan menuntun pengambilan keputusan diri sendiri. Kesadaran diri merupakan dasar dari kecerdasan emosional yang merupakan pondasi dalam bertindak.

Mengenali diri sendiri memungkinkan diri untuk memaksimalkan potensi yang ada didalamnya. Selain itu, kesadaran diri juga bersifat pribadi dan tidak bisa dipaksakan. Tanpa kesadaran yang keluar dari dalam diri, tidak ada seorangpun yang dapat memaksanya berbuat sesuatu untuk mengubah keyakinan diri.

"Kesadaran diri sangat penting bagi seorang nursepreneur. Mengenali diri sendiri dengan pasti memungkinkan seorang nursepreneur membuat keputusan tepat dalam bisnis yang akan dijalankan. Pemahaman yang lebih baik mengenai diri sendiri dan apa yang ingin dicapai akan membantu menyingkirkan gangguan dalam bisnis dan mendorong diri untuk mengejar hal-hal yang lebih penting."

Halaman Selanjutnya


BERI NILAI

Bagaimana reaksi Anda tentang artikel ini?

BERI KOMENTAR

Kirim

Konten Terkait


Video Pilihan

Terpopuler

Nilai Tertinggi

Feature Article

Terbaru

Headline